Angin Kencang Hajar Rumah Warga Pesawaran Rusak Berat dan Ringan

Lampung, katakabar.com - Angin kencang sebabkan lima rumah warga Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, rusak berat. Tapi, tidak ada laporan korban jiwa lantaran peristiwa itu. Fenomena ini terjadi pada Minggu (24/10) sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur beberapa desa di Kecamatan Way Khilau, Kabupatem Pesawaran. Desa yang terdampak, meliputi Desa Kota Jawa, Mada Jaya dan Penengahan.

Selain rumah rusak berat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran menginformasikan 18 rumah lainnya rusak ringan.

Merespons kejadian ini, BPBD setempat beserta masyarakat bergotong royong membersihkan material bangunan. Dinas daerah memperbaiki tiang listrik yang tertimpa pohon tumbang.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Lampung masih berpotensi hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang. Dalam dua hari ini, 25 hingga 26 Oktober 2021 nanti, Kecamatan Way Khilau masih berpeluang hujan dengan intensitas sedang.

Selama periode 1 hingga 24 Oktober 2021, BNPB mencatat 53 kejadian angin kencang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah kejadian tersebut tidak berdampak pada jatuhnya korban meninggal dunia dan 5 warga mengalami luka-luka. Sedang dampak kerusakan material, BNPB mencatat 579 rumah warga rusak dengan kategori sedang hingga berat.

Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga. Saat terjadi angin kencang, masyarakat dapat berlindung di bangunan yang kokoh. Hindari berlindung pohon ataupun baliho karena dapat berpotensi tertimpa ketika berlindung atau berada di sekitarnya.

Kepada pemerintah daerah dan masyarakat dapat memotong ranting pohon yang ada di ruang publik maupun di sekitar tempat tinggal. Pemangkasan ranting dapat mengurangi beban pohon atau mencegah tumbangnya pepohonan yang disebabkan hujan maupun angin kencang.




Sumber: Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. 

Editor : Sahdan

Berita Terkait