Pekanbaru, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, taja kegiatan Palm Oil Edutalk, di salah satu hotel Pekanbaru, pada Senin (26/6).

Kegiatan itu mengupas tuntas tentang mitos dan fakta kelapa sawit. Isu sawit sangat menarik dibahas dan dibicarakan, tidak hanya di kalangan pengusaha sawit dan pemerintah tapi masuk ke ranah pelajar.

Itu sebabnya, kegiatan Palm Oil Edutalk ini menjadi bagian dari edukasi dan sosialisasi ke pelajar, khususnya milenial tentang fakta dan manfaat sawit bagi perekonomian dan konsumsi bahkan kosmetik di Indonesia dan belahan dunia lainnya. 

Selain itu, kelapa sawit masih sering mendapat persepsi negatif di kalangan masyarakat. Stigma ini secara terstruktur menyasar generasi muda dan peserta didik di sekolah. 

Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelolaan Dana Perusahaan Kelapa Sawit (BPDPKS), Achmad Maulizal Sutawijaya mengatakan, pelajar harus paham tentang sawit yang kaya manfaat. 

"Pelajar diharapkan tidak termakan isu negatif yang menyebut sawit berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan," kata Achmad, seperti dilansir dari laman media center Riau, pada Selasa (27/6).

Untuk itu, pihaknya berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, terutama bagaimana dapat menambahkan informasi sawit ke dalam bahan ajar, sebab sekarang pendidikan di daerah-daerah diberikan kebebasan untuk memasukkan bahan ajar dalam kurikulum merdeka. 

"Kami berharapkan seperti yang disampaikan Pak Kadis tadi, informasi mengenai manfaat dari kelapa sawit, termasuk bagaimana dukungan seluruh pihak untuk mensosialisasikan sawit ini," imbuhnya.

Mewakili Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zul Fadli berharap kegiatan ini dapat memberikan kemajuan di sektor perkebunan. 

"Kami berharap lewat kegiatan ini dapat memperbaiki subsektor perkebunan di Provinsi Riau tercinta ini, bagaimana tentang image kelapa sawit di mata generasi muda," ujar Zul Fadli. 

Kelapa sawit komoditas yang memberikan devisa bagi negara sekaligus memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus PDRB yang  akan membuat kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik. 

"Kepada para guru dan siswa dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengetahui secara mendalam mengenai fakta objektif kelapa sawit," ajaknya.

Ketua Pengurus PGRI Provinsi Riau, Muhammad Syafi'i menimpali, intelektual guru itu diperlukan, sebab guru mempunyai titik sektor membangun branch image atau pola pikir. 

"Pola pikir ini yang membuat BPDBKS berkolaborasi dengan PGRI, untuk membangun sebuah brand watch atau image building-nya bahwa kita mempunyai peran untuk memperkuat sektor perkebunan terutama di Sawit. Bila sektor perkebunan kuat kesejahteraan makin kuat," sebutnya.