Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Meranti terus genjot penyelesaian pendataan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hingga saat ini, capaian pendataan di wilayah tersebut telah berada di atas 95 persen.
Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Meranti, Dessi Ratna Sari, SST., M.Ec.Dev., mengatakan pihaknya optimistis seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sesuai target dengan memanfaatkan waktu tambahan yang tersedia.
"Kalau melihat pencapaian sekarang sudah di atas 95 persen. Mudah-mudahan dengan sisa waktu yang ada dan seluruh usaha yang dilakukan, bisa selesai sesuai komitmen," ujar Dessi.
Menurutnya, petugas masih melakukan pendataan terhadap sejumlah keluarga maupun pelaku usaha yang sebelumnya belum berhasil ditemui selama pelaksanaan sensus.
Pendataan utama sebelumnya berlangsung sekitar 2,5 bulan, sejak Juni hingga 31 Agustus 2026. Namun, masih terdapat sejumlah responden yang perlu didatangi kembali karena berbagai kendala di lapangan.
"Misalnya ada keluarga yang sakit, kita tunggu sampai yang bersangkutan pulang ke rumah atau sembuh. Kalau bekerja di luar negeri, misalnya suaminya, kita bisa mendapatkan informasi melalui anggota keluarga yang ada di rumah," jelasnya.
Dessi menegaskan, meskipun capaian pendataan telah mencapai lebih dari 95 persen, BPS belum dapat menyampaikan angka final hasil sensus kepada publik.
Ia mengatakan, data yang terkumpul masih melalui tahapan pengolahan dan pemeriksaan. Data yang dinilai tidak wajar akan dikonfirmasi kembali, sementara data yang masih belum lengkap terus dikejar oleh petugas.
"Untuk saat ini kami belum bisa mengeluarkan angka apa-apa karena masih dalam proses pengolahan. Yang tidak wajar dikonfirmasi, yang ada anomali diperbaiki, dan yang belum terdata masih kami kejar," ucapnya.
Pastikan Data Sesuai Kondisi Lapangan
Dessi juga mengingatkan seluruh petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Pengawas/Pemeriksa Lapangan (PML) agar tetap mengutamakan kualitas data, meskipun waktu penyelesaian pendataan semakin terbatas.
Ia meminta petugas tidak sekadar mengejar target kuantitas, tetapi memastikan data yang dikumpulkan benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat dan kegiatan ekonomi di lapangan.
"Data yang mereka hasilkan itu sama-sama kita pertanggungjawabkan dengan nama instansi BPS. Harapannya data sesuai dengan kondisi lapangan, sesuai konsep dan definisi yang sudah diajarkan, serta cara mendapatkannya sesuai SOP yang dijelaskan saat pelatihan," terangnya.
Masih Dessi, kualitas data menjadi hal penting karena hasil sensus akan menjadi salah satu gambaran kondisi ekonomi masyarakat. Lantaran itu, petugas diminta tidak melakukan pendataan secara sembarangan.
"Jangan sampai data itu kemudian ada temuan dan ternyata tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Itu bisa membahayakan atau menjelekkan nama organisasi," tegasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang tetap bekerja di tengah berbagai tantangan pendataan.
"Kita harus optimistis," tambahnya.
Masih Hadapi Responden Menolak
Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kepulauan Meranti juga menghadapi tantangan dalam meyakinkan sebagian pelaku usaha maupun masyarakat untuk memberikan data.
Dessi mengakui masih terdapat responden yang belum memahami tujuan sensus sehingga memilih tidak memberikan informasi kepada petugas.
"Memang ada yang tahu, ada yang tidak. Ketika kami datang, kami jelaskan dulu kami dalam rangka pendataan apa dan untuk apa," imbuhnya.
Dituturkannya, sebagian pelaku usaha bahkan mempertanyakan manfaat sensus bagi mereka dan apakah pemerintah akan memberikan bantuan setelah pendataan dilakukan.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, BPS terus melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya data sensus.
Dalam kondisi tertentu, BPS juga meminta pendampingan aparat kepolisian ketika menghadapi responden yang menolak memberikan data.
"Kalau ada yang menolak, kami minta pendampingan dari polisi. Kalau mendapatkan data itu, saya juga ikut turun. Kalau yang menolak, saya ikut mendampingi," tukas Dessi.
Menjelang penyelesaian pendataan, petugas BPS juga menyasar lokasi-lokasi yang selama ini relatif sulit ditemui, termasuk rumah sewa dan tempat kos.
Kondisi penghuni yang berpindah-pindah menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi petugas dalam memastikan seluruh masyarakat yang masuk dalam cakupan pendataan dapat tercatat.
Makanya, petugas melakukan kunjungan kembali pada waktu tertentu untuk memastikan responden yang sebelumnya tidak berada di tempat dapat ditemui.
Dessi memastikan BPS akan terus mengoptimalkan sisa waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pendataan sekaligus menjaga kualitas data yang dikumpulkan.
Dengan capaian yang telah melampaui 95 persen, BPS Kepulauan Meranti optimistis seluruh tahapan pendataan dapat dituntaskan sesuai target.
"Sedikit lagi. Kami akan terus berusaha dengan sisa waktu yang ada," tandasnya.
BPS Kepulauan Meranti Kejar Target Sensus Ekonomi 2026, Capaian Sudah di Atas 95 Persen
Diskusi pembaca untuk berita ini