Pelantikan tersebut mencakup 353 pengurus, terdiri atas 23 pengurus tingkat kabupaten dan masing-masing 22 pengurus dari 15 kecamatan.
Kepengurusan baru diharapkan memperkuat solidaritas antar pendidik dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas hingga tingkat kecamatan.
Guru Adaptif di Era Digital
Tantangan profesionalisme guru kemudian dibahas lebih lanjut dalam seminar bertema “Anggota PGRI sebagai Guru Profesional yang Adaptif terhadap Kemajuan Zaman”.
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Deni menekankan bahwa guru perlu terbuka terhadap perubahan, kreatif menyusun metode pembelajaran, serta mampu mengevaluasi pendekatan mengajar sesuai kebutuhan siswa.
Kolaborasi antar guru juga dinilai penting untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan praktik pembelajaran yang efektif.
Pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif.
Namun, penggunaannya harus disertai kemampuan memeriksa kebenaran informasi, menjaga privasi, dan mencegah plagiarisme.
“Di era transformasi digital saat ini, para guru dituntut untuk tidak berhenti belajar dan terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi," ujar Deni.
Bupati Taput Tekankan Pentingnya Dedikasi Guru bagi Masa Depan Siswa
Diskusi pembaca untuk berita ini