Pemanfaatan perangkat digital dan kecerdasan buatan, lanjut Deni, harus dikuasai sebagai sarana penunjang untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan bagi siswa.
Ia mengingatkan bahwa teknologi tetap merupakan alat bantu, bukan pengganti peran pendidik dalam membentuk kepribadian dan karakter peserta didik.
“Teknologi hanyalah alat bantu. Nilai-nilai moral, keteladanan, kepribadian, dan sentuhan humanis seorang guru dalam membentuk karakter anak bangsa tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun,” tegasnya.
Selain peningkatan kompetensi, Deni mendorong PGRI menjadi ruang belajar bersama, pengembangan profesionalisme, dan penyampaian aspirasi secara konstruktif.
Upaya tersebut perlu diterjemahkan menjadi kegiatan nyata, seperti komunitas belajar, pertukaran praktik baik, dan inovasi pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PGRI Provinsi Sumatera Utara, Samuel Napitupulu, serta sejumlah pejabat daerah, perwakilan Forkopimda, kepala sekolah, dan guru se-Kabupaten Tapanuli Utara.
Tantangan berikutnya adalah memastikan penguatan organisasi dan peningkatan kompetensi guru berdampak nyata terhadap proses belajar-mengajar.
Pemerataan akses pendidikan, kualitas pembelajaran, dan perkembangan kemampuan peserta didik menjadi aspek penting untuk menilai keberhasilan upaya tersebut.*
Bupati Taput Tekankan Pentingnya Dedikasi Guru bagi Masa Depan Siswa
Diskusi pembaca untuk berita ini