Pinggir, katakabar.com - Citra kepolisan benar-benar dipertaruhkan lantaran laporan kasus penganiayaan dua tahun stagnan di Polsek Pinggir, Polres Bengkalis.
Keluarga pun nelangsa melihat nasib malang Haris Sitorus, warga Jalan Gereja, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau, merupakan korban penganiayaan yang terjadi pada 2024 silam saat dirinya terjerat kasus pencurian dan telah menjalani hukuman selama 18 bulan kurungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis.
Ironisnya, jangankan mendapat keadilan setelah korban dianiaya sekelompok pemuda yang diduga dikomandai Idris Manalu. Mirisnya, penganiayaan yang dilakukan sungguh di luar nalar hingga korban dilindas dan diseret para pelaku.
Kini, ia dan keluarga malah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari penyidik Polsek Pinggir.
Hal itu diceritakan kakak korban, Mesriani Sitorus yang mengaku menjadi korban kurang nyaman pelayanan dari pihak penyidik Polsek Pinggir, kepada wartawan di Duri, Sabtu (8/8) sore.
Mirisnya, pelaku penganiayaan adiknya saat ini dengan bebas menghirup udara segar tanpa tersentuh hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan di republik ini.
Kata Mesriani, segenap keluarga merasa didzolimi akan penganiayaan adik kandungnya yang dilakukan orang yang berdiam tak jauh dari rumahnya.
"Sudah kami laporkan sejak dua tahun lalu, persisnya pada Oktober 2024 silam atas nama pelapor Denny Krismanto Sitorus. Tetapi, hingga saat ini tidak jelas alias abu abau. Bahkan ketika saya ke Kantor Polsek Pinggir di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri, saya yang dibentak salah seorang anggota di Polsek Pinggir," jelasnya
Menurut Mesriani, meledaknya kisah sedih itu terjadi Kamis (6/8) malam lalu di Mapolsek Pinggir. Saat ia mendatangi penyidik bertujuan menanyakan kelanjutan kasus penganiayaan itu, pihaknya tidak mendapatkan jawaban yang semestinya didapatkan. Malahan, dirinya dibentak-bentak salah seorang personel kepolisian bernama Jaka.
"Sedihnya saya Pak, jangankan dapat jawaban yang menggembirakan akan keadilan, malah saya dibentak anggota Polisi, namanya Jaka," ucapnya.
"Ini sebenarnya kasus receh, tapi kenapa tidak bisa diselesaikan? Ada apa ini," terangnya rada kecewa emosional.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengenai laporan penganiayaan stagnan dua tahun di Polsek Pinggir, Sabtu (8/8) lebih memilih tidak memberikan keterangan.
Hal tersebut sangat kontras dengan imbaun atau seruan kepada masyarakat agar segera melaporkan setiap gangguan Kamtibmas maupun dugaan tindak pidana melalui Call Center Polri 110.
Citra Polisi Dipertaruhkan Keluarga Korban Sedih, Laporan Penganiayaan Stagnan Dua Tahun di Polsek Pinggir
Diskusi pembaca untuk berita ini