Home / Riau / Doa Bersama di SMP Islamic Center Siak: Pulihkan Mental Siswa Jadi Fokus Utama
Doa Bersama di SMP Islamic Center Siak: Pulihkan Mental Siswa Jadi Fokus Utama
Siak, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Siak dan Polisi Resort setempat menggelar doa bersama di SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak pasca-kejadian seorang siswa tewas akibat ledakan senapan 3D rakitannya, Jumat (10/4).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Siak Dr Afni Zulkifli juga menyampaikan langsung belasungkawa atas wafatnya siswa kelas IX inisial MAA (15 tahun).
Afni juga meminta agar seluruh sekolah di Kabupaten Siak menggelar doa bersama untuk almarhum, serta berkaca dari musibah yang menimpanya untuk menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan.
“Turut berduka cita untuk anak kita, murid kita, sahabat kita (MAA). Kami juga instruksikan hal yang sama dilakukan di seluruh tingkatan sekolah se-Kabupaten Siak sebagai ikhtibar bagi dunia pendidikan kita,” ujar Afni,
Bupati juga menegaskan pentingnya memberikan ruang duka bagi keluarga dan pihak sekolah, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian.
"Bapak ibu majelis guru, kami hadir disini memberikan kekuatan bersama-sama. Tetaplah semangat, kita percayakan semua prosesnya pada pihak kepolisian. Untuk siswa-siswi semua boleh kreatif, berkreasi dan berinovasi, tapi tetap harus dalam pengawasan penuh dari majelis guru, dan harus saling mengingatkan satu sama lain," ujarnya.
Lebih lanjut, Afni menegaskan melalui Dinas Kesehatan Siak, pemerintah daerah telah menginstruksikan untuk dilakukan pendampingan psikologis bagi siswa dan guru sebagai bagian dari trauma healing.
“Jika ada yang sedih, trauma, atau kehilangan, jangan dipendam. Akan ada pendampingan psikologis khusus agar anak-anak bisa pulih dan kembali belajar dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan bahwa dalam pristiwa ini pihaknya tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis siswa melalui trauma healing.
“Selain mengungkap fakta hukum, kami ingin memastikan anak-anak tetap merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Polres Siak juga melakukan trauma healing secara humanis bersama Polwan,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan bahan berbahaya di lingkungan pendidikan serta pengaruh negatif dari media sosial dan permainan digital.
“Jika ada hal berbahaya atau ajakan yang tidak baik, jangan diladeni, segera laporkan kepada guru atau orang tua,” pungkasnya.








Komentar Via Facebook :