Perhatian diarahkan pada upaya agar pembiayaan tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah menargetkan penyaluran kredit produktif hingga Rp400 triliun pada 2027, dengan sasaran sekitar 28 juta keluarga.
Target tersebut menempatkan akses keuangan sebagai salah satu instrumen untuk mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.
Namun, perluasan pembiayaan juga membutuhkan kesiapan penerima, pendampingan usaha, serta penyaluran yang tepat sasaran agar kredit dapat digunakan secara produktif dan tidak menambah beban keuangan keluarga.
Agenda nasional ini relevan dengan kebutuhan memperkuat usaha masyarakat dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Dorong Ekonomi Lokal, Bupati Taput Hadiri Rakornas TPAKD 2026 Fokus Akses Keuangan
Diskusi pembaca untuk berita ini