Yogyakarta, katakabar.com - Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (DPKU) Kota Yogyakarta terus berupaya marajut kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaannya.
Berangkat dari situ, DPKU mendorong UKM binannya berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
BPDPKS bagian dari Badan Layanan Umum (BLU) unit organisasi non eselon di bidang pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan lewat Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Di mana BPDPKS bertugas melaksanakan pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit baik dana pengembangan maupun dana cadangan pengembangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Menteri Keuangan, mekanismenya berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
Sejalan dengan itu, BPDPKS gelar kegiatan Gebyar UKMK berbasis sawit di salah satu plaza yang ada di Yigyakarta pada 28 hingga 30 Juli 2023 lalu. Kegiatan ini dukungan nyata BPDPKS terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM) sekaligus sebagai sarana untuk sosialisasikan kebaikan dari sawit.
Di acara selama tiga hari itu, BPDPKS menampilkan UKM-UKM dan koperasi binaannya yang memproduksi produk berbasis sawit. Di mana BPDPKS turut memberikan fasilitasi kepada UKM binaan Pemerintah Kota (Pemko) Yogyakarta dalam booth berukuran 3 meter x3 meter.
Booth diisi tiga UKM unggulan Kota Yogyakarta yang memproduksi produk-produk berbasis alam, seperti Eco-J (produk ecoprint), Sambeliler Bag (produk dari goni), dan Manggar Natural Bag (rotan).
Fasilitasi yang diberikan ini salah satu hasil dari kesepakatan kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemko) Yogyakarta dan BPDPKS sewaktu pelaksanaan kegiatan Indonesia City Expo (ICE) Makassar 2023.
Di kegiatan ICE, Pemerintah Kota (Pemko) Yogyakarta diwakili Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sepakat berkolaborasi dengan BPDPKS untuk mendorong UKM binaan Pemkot Yogyakarta agar memanfaatkan produk-produk hasil riset sawit yang telah didanai BPDPKS.
Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah Koperasi (UKMK) BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan, BPDPKS dengan senang hati siap dorong pelaku UKM di Yogya agar dapat memanfaatkan berbagai hasil riset yang telah didanai BPDPKS untuk mengembangkankan usahanya.
"Berbagai hasil riset sangat potensial untuk dikomersialisasikan dalam skala UKM," ujarnya dilansir dari laman harianjogja, pada Senin (31/7).
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo menimpali, dinasnya berkomitmen terus mendorong UKM binaan agar berjejaring, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan usahanya.
Menurutnya, peluang yang ditawarkan BPDPKS sangat baik dan mesti ditangkap pelaku UKM.
“Salah satu kolaborasi bakal dilakukan dalam waktu dekat antara BPDPKS dan UKM di Jogja, yakni pemanfaatan malam batik sawit untuk produksi batik," ulasnya.
Malam batik sawit lanjut Tri Karyadi, hasil kolaborasi antara BPDPKS dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang mencoba untuk mensubtitusi parafin pada malam batik di pasaran yang berbasis minyak bumi dengan bahan minyak sawit.
"Inovasi ini telah berhasil masuk top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023,” kata Tri Karyadi lewat rilis resmi, pada Senin (31/7).
Diceritakannya, UKM Yogya waktu dekat siap berkolaborasi dengan BPDPKS untuk memanfaatkan malam batik sawit oleh CV. Smart Batik Indonesia.
CV. Smart Batik Indonesia dengan brandnya Thematic Batik adalah UKM batik yang memproduksi batik-batik tematik kustom dengan motif antimainstream, seperti motif matematika, fisika, sains, sejarah, kimia, dan lain-lain. Di mana belakangan ini, Smart Batik mengembangkan produk batik tulis, baik dengan warna sintesis, maupun warna alam.
Owner, Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan menuturkan, siap memanfaatkan produk malam batik sawit untuk memproduksi batik-batik khususnya tulis pewarna alami.
Alumni Magister Manajemen UGM ini merasa tergerak untuk ikut mendukung kampanye Sawit Baik yang diusung BPDPKS untuk melawan stigma-stigma negatif tentang sawit yang muncul akhir-akhir ini. Apalagi, Ia alumni penerima beasiswa LPDP bagian dari BLU Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
DPKU Kota Yogya Kolaborasi Dengan BPDPKS Peluang Bagi UKM
Diskusi pembaca untuk berita ini