Home / Pendidikan / Forkom Riau Pantau Kegiatan MPLS Ramah Tingkat SMA Sederajat di Duri
Forkom Riau Pantau Kegiatan MPLS Ramah Tingkat SMA Sederajat di Duri
Forkom Riau pantau kegiatan MPLS tingkat SMA sederajat Ramah di Duri. Foto: Sah/katakabar.com.
Duri, katakabar.com - Forum Komite atau Forkom Privinsi Riau pantau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS tingkat Sekolah Menengah Atas atau SMA sederajat tahun pembelajaran 2025-2026 selama lima hari mulai Rabu (9/7) hingga Selasa (15/7) di Duri, Kabupaten Bengkalis, khususnya di Kecamatan Mandau dan Pinggir.
Menurut Forkom Perwakilan Riau diwakili Refri Amran didampingi Sahdan Lubis, di Duri, Minggu (13/7) siang, selama Forkom Perwakilan Riau melakukan pemantauan kegiatan MPLS tingkat SMA sederajat tahun pembelajaran 2025-2026 ke beberapa sekolah, seperti di SMAN 8 Mandau, SMAN 2 Mandau, SMAN 3 Bathin Solapan dan SMAN lainnya berjalan aman dan lancar sesuai tema Ramah, yakni Ramah Lingkungan, Ramah Anak dan Ramah sesama siswa baru.
"Perwakilan Forkom Riau sampaikan apresiasi kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS SMA Kabupaten Bengkalis, khusus kepada Panitia MPLS di masing-masing SMAN sampaikan terima kasih telah bekerja profesional, apalagi siswa baru datang dari berbagai latar belakang berbeda bisa kompak, dan bersatu saling menghargai, dan menghargai," jelasnya.
Kata Refri, kegiatan MPLS tingkat SMA sederajat tahun pembelajaran 2025-2026, juga sudah melibatkan lembaga adat setempat, dan lembaga lainnya. Hal ini sangat bagus membangun pemahaman karakter tentang tunjuk ajar melayu, adat istiadat, dan seni budaya lokal.
"Forkom Riau berharap kegiatan-kegiatan muatan lokal ini lebih digalakkan di masing-masing sekolah, sehingga siswa bisa memahami muatan-muatan lokal bagian dari jati diri anak bangsa," ucapnya.
Lembaga adat, tambah Refri, dapat membantu masalah yang berkaitan dengan siswa, membangun hubungan antara sekolah, dan masyarakat. Lembaga adat berperan penting dalam mendukung anak didik di sekolah, tidak hanya dalam aspek pelestarian budaya, dan nilai nilai tapi dalam pembentukan anak didik di sekolah.








Komentar Via Facebook :