Kebutuhan tersebut berkaitan dengan kondisi sebagian lahan pertanian di Toba yang masih bergantung pada curah hujan. Ketika musim kemarau berlangsung, keterbatasan air dapat menghambat masa tanam dan mengancam hasil produksi. 

Karena itu, pembangunan sumber serta jaringan air menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani.

Pemkab Toba juga mengaitkan penguatan infrastruktur tersebut dengan target peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, IP Toba tercatat 1,2 pada 2024 dan meningkat menjadi 1,35 pada 2025.

Ke depan, pemerintah daerah menargetkan IP mencapai 2,0 pada 2030. Target tersebut membutuhkan dukungan berbagai faktor, mulai dari ketersediaan air, kesiapan infrastruktur, akses menuju lahan, hingga kemampuan petani mengelola pola tanam.

Meski demikian, realisasi target itu tidak hanya bergantung pada pengajuan bantuan. Kesesuaian lokasi, kesiapan teknis, pengelolaan fasilitas, serta pemeliharaan infrastruktur juga akan menentukan manfaatnya bagi petani.

Melalui konsultasi dengan Kementerian Pertanian, Pemkab Toba berharap usulan tersebut dapat memperoleh dukungan sehingga pengembangan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas tanam, tetapi juga kepastian air dan keberlanjutan produksi.

Upaya ini menjadi penting agar petani memiliki peluang lebih besar untuk menanam sepanjang tahun, meningkatkan hasil produksi, dan memperkuat kesejahteraan keluarga tani di Kabupaten Toba.*