Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendidik yang tetap teguh menjalankan tugas mendidik meski berada di wilayah jauh dari pusat kabupaten dengan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai.
 
"Guru berada di garis depan membentuk masa depan anak-anak. Pengabdian dan keikhlasan Bapak-Ibu Guru di SMPN 4 Marginal ini patut dijadikan teladan. Tetaplah berjuang memberikan yang terbaik bagi masa depan putra-putri daerah ini," tegasnya.
 
Ando mengajak para siswa untuk terus menjadikan pendidikan sebagai jalan mengubah nasib. Sekolah bukan sekadar tempat mencari ilmu, melainkan ruang membangun karakter, kepercayaan diri, dan keberanian meraih cita-cita.
 
"Teruslah belajar, hormati guru dan orang tua, serta jangan pernah berhenti bermimpi. Pendidikan adalah kunci yang akan membuka pintu masa depan yang lebih cerah," tambahnya.
 
Kehadiran ITB Indragiri ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa yang ikut serta. Mereka menyaksikan langsung semangat belajar anak-anak di daerah yang tetap menyala meski sarana terbatas. Hal ini menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan pemerintah atau lembaga.
 
Pihak SMPN 4 Marginal menyambut baik langkah tersebut. Bantuan dan pesan motivasi dari keluarga besar ITB Indragiri menjadi dorongan semangat baru bagi guru dan siswa untuk terus memajukan pendidikan di daerah mereka.
 
Bagi ITB Indragiri, kegiatan ini bukan sekadar pemberian bantuan. Ini adalah wujud nyata kehadiran lembaga pendidikan tinggi untuk menumbuhkan harapan dan menguatkan semangat generasi penerus di tengah keterbatasan.