Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki tingkat keasaman atau pH tanah sehingga kondisi lahan lebih mendukung pertumbuhan tanaman.

Di sisi lain, pemerintah daerah mendorong pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik.

Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi 2.405 ekor ternak lokal di Kabupaten Toba sebagai sumber bahan baku pupuk organik. 

Namun, pemanfaatannya membutuhkan pengelolaan, fasilitas pengolahan, serta pendampingan agar hasilnya dapat digunakan secara efektif oleh petani.

Pemkab Toba juga menyampaikan kesiapan rencana pertanaman untuk mendukung bantuan benih jagung sebanyak 54 ton. Bantuan itu direncanakan segera didistribusikan kepada petani.

Berbagai langkah tersebut ditempuh untuk menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian dan mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten Toba.

Bagi petani, kepastian ketersediaan pupuk dan benih menjadi faktor penting dalam menentukan jadwal tanam serta biaya produksi. 

Karena itu, tindak lanjut atas permohonan realokasi NPK, bantuan dolomit, dan distribusi benih jagung akan menjadi hal yang dinantikan menjelang musim tanam berikutnya.*