Meski masih ada SPBU yang melayani penjualan, masyarakat harus mengantre selama berjam-jam hingga menyebabkan kemacetan di badan jalan.
Situasi tersebut dinilai bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta PT Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya menyatakan stok BBM dalam kondisi aman dan distribusi terus dioptimalkan.
LBH Medan menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan menyebut kelangkaan BBM yang terus berulang sebagai bukti lemahnya tata kelola distribusi energi di Sumatera Utara.
Sorotan juga mengarah pada pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menyebut antrean panjang di SPBU dipicu pemberhentian massal sopir truk tangki Pertamina.
Untuk mengatasi persoalan distribusi, Pemprov Sumut diketahui mengerahkan personel TNI dan Polri sebagai pengemudi sementara.
LBH Medan mengkritik langkah tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan tugas dan fungsi utama TNI maupun Polri.
LBH Medan Desak Copot Dirut Pertamina Usai BBM Langka di Sejumlah SPBU
Diskusi pembaca untuk berita ini