Home / Sawit / Mantap! Ketua Aspekpir Rohil Tak Mau Lagi Berleha-leha Selepas Teken Kerja Sama
Mantap! Ketua Aspekpir Rohil Tak Mau Lagi Berleha-leha Selepas Teken Kerja Sama
Foto Istimewa/katakabar.com.
Medan, katakabar.com - Ketua DPD II Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Kabupaten Rokan Hilir, Paidi tak mau lagi berleh-leha selepas penandatanganan kerja sama tiga pihak terkit.
DPD II Aspekpir Kabupaten Rokan Hilir salah satunya yang ikut penandatanganan kerja sama tiga pihak terkait tersebut mengenai program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting antara pihak kelembagaan pekebun, sejumlah bank mitra dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Proses penandatanganan digelar BPDPKS Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Cambridge Hotel Jalan S Parman, Medan, dihadiri Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, H Sunari, pada Kamis lalu.
"Saya tak mau berleha-leha sesudah penandatanganan 3 pihak di Medan, kemarin," kata petani sawit asal Kepenghuluan Kencana Paket D, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau ini, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (9/3).
Ketua Perkumpulan Kelompok Tani Matahari Berkah Jaya ini bakal segera mengajak sejumlah pengurus untuk berdiskusi dengan pihak manajemen PTPN V yang ada di Rokan Hilir.
"PTPN V itu perusahaan inti dan kami adalah plasma mereka," terang Ketua DPD II Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Kabupaten Rokan Hilir ini.
PTPN V itu, cerita Paidi, sudah banyak membantu kami. Diskusi dengan pihak manajemen dilakukan agar tahu langkah apa yang harus kami ambil setelah penandatanganan tiga pihak di Medan.
Saya ingat betul pesan Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, H Sunari, tutur Paidi, agar para petani benar-benar serius membereskan semua berkas dan mengerjakan Program PSR sesuai tahapan yang ada.
"Di tahun ini, pasnya sesudah lebaran, kami bakal ajukan lagi berkas milik anggota Poktan yang lain untuk ikut Program PSR," jelasnya.
Jadi, ujar Paidi, pengajuan yang sekarang harus bisa dikerjakan secara cepat dan tepat agar tidak meninggalkan pekerjaan rumah kala usulan PSR berikutnya kami ajukan lagi ke BPDPKS.
Pria kelahiran 1965 ini bolang petani sawit di tempatnya semangat ikut Program PSR lantaran telah melihat kualitas dan kuantitas panen Tandan Buah Segar (TBS) milik petani sawit lain yang lebih dulu ikut Program PSR.
"Di tahun 2019, petani sawit yang tergabung dalam Koperasi Karya Sawitri melakukan tanam perdana PSR, dan tahun lalu sudah mulai panen dengan hasil yang lebjh baik," bebernya.
Ini dilihat, ucap Paidi, petani sawit lainnya yang belum ikut PSR, dan mereka mau ikut program PSR.
"Kami sialisasikan pentingnya Program PSR BPDPKS ini," tegasnya.
Diketahui, Paidi salah satu dari puluhan Ketua Poktan atau koperasi berbasis sawit dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut teken kerja sama tiga pihak yang ditaja BPDPKS di Cambridge Hotel, Medan.
Lahan kelapa sawit anggota Perkumpulan Kelompok Tani Matahari Berkah Jaya yang mau diremajakan kali ini seluas 69 hektar milik sebanyak 32 orang pekebun kelapa sawit.








Komentar Via Facebook :