Home / Riau / Melalui Ibadah Kurban, Bahkaturi Duri Berbagi Berkah di Hari Raya Idul Adha 1446 H
Melalui Ibadah Kurban, Bahkaturi Duri Berbagi Berkah di Hari Raya Idul Adha 1446 H
Bahkaturi Duri sembelih 2 eko sapi dan 2 ekor kambing bagikan ke warga Aceh dan warga sekitar. Foto: Sah/katakabar.com.
Duri, katakabar.com - Barisan Himpunan Keluarga Atjeh Duri disingkat Bahkaturi Duri, Kabupaten Bengkalis berbagi berkah di hari raya Idul Adha 1446 hijiriah tahun 2025 masehi, melalui ibadah sunnah yang dilaksanakan umat islam setiap tahunnya, yakni ibadah kurban.
Ibadah kurban dilakukan di hari ke 10 bulan Dzulhijjah atau pada hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12 dan 13 Dzuhijjah.
Di tahun ini, hari raya Idul Adha 1446 hijiriah Bahkaturi yang dipimpin Ustadz Zulfikar Indra melaksanakan ibadah kurban sebanyak 2 ekor sapi, dan 2 ekor kambing yang dibagikan kepada seluruh warga Aceh yang tergabung dalam Bahkaturi, serta warga sekitar yang berada di lokasi penyembelihan hewan kurban di Jalan Kejaksaan, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis .
Ketua pelaksana kurban, Tgk. Sayuti menjelaskan, secara harfiah, kurban dalam bahasa Arab artinya hewan sembelihan, seperti unta, sapi, dan kambing yang disembelih di hari raya Idul Adha sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
"Makanya, daging hewan kurban harus dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama," ujarnya kepada wartawan, Ahad (8/6) siang.
Menurut Ketua Bahkaturi, Ustadz Zulfikar Indra, sebagai sebuah ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), tentu untuk melakukan kurban ada sejumlah syarat yang perlu diperhatikan. Apalagi praktik kurban mengajarkan umat muslim tentang arti sejati dari pengorbanan, dan memberikan inspirasi tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan penuh pengabdian, dan kesadaran.
"Pertama, kurban mengajarkan tentang arti sejati dari pengorbanan. Ketika seseorang memilih untuk menyembelih hewan kurban, ia mengorbankan sebagian dari harta yang telah diberikan Allah SWT kepadanya. Ini mencerminkan ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Allah SWT, serta rasa syukur atas segala karunia yang diberikan-Nya," jelasnya.
Sedang pengorbanan ini, kata ustadz Zulfikar, mengajarkan umat muslim tentang pentingnya melepaskan hal-hal yang berharga bagi diri sendiri demi ketaatan kepada Allah SWT.
"Di kehidupan sehari-hari, pelajaran ini menginspirasi untuk menjadi lebih dermawan, mengorbankan waktu, tenaga, dan harta untuk kepentingan yang lebih besar dari diri sendiri, seperti membantu sesama, berkontribusi pada masyarakat, dan mendukung kegiatan amal," terangnya.
Selain itu, sambung Ketua Bahkaturi ini, kurban mengajarkan tentang kesetiaan dan keteguhan hati. Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail, sebagai bentuk pengorbanan, Ibrahim dengan tulus patuhi perintah Allah SWT meski sangat berat bagi dirinya. Walaupun akhirnya Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor domba.

"Kesetiaan dan keteguhan hati Ibrahim menjadi inspirasi bagi umat muslim untuk menghadapi cobaan, dan tantangan menjalani kehidupan sehari-hari dengan keyakinan dan kepercayaan kepada Allah SWT," ucapnya.
Pelajaran di atas, tutur Ustadz Zulfikar, mengingatkan kita setiap pengorbanan yang kita lakukan akan diuji, tapi dengan kesetiaan kepada nilai-nilai yang benar, kita akan meraih keberkahan dan kesuksesan.
Selanjutnya, tegasnya, kurban mengajarkan tentang nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Daging kurban dibagikan kepada yang membutuhkan sebagai bentuk berbagi rezeki dan peduli terhadap sesama.
"Praktik ini mengingatkan umat muslim akan pentingnya membantu mereka yang kurang beruntung, memperkuat tali persaudaraan, dan membangun masyarakat yang lebih adil dan berempati. Inspirasi ini mendorong kita untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam memperjuangkan keadilan sosial, dan mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, bebernya.
Pada konteks kehidupan sehari-hari, tambah Ustadz Zulfikar, kurban mengajarkan tentang pentingnya kesadaran akan pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama. Ketika kita menghadapi kesulitan atau tantangan, pelajaran dari kurban mengingatkan kita pengorbanan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan yang bermakna.
"Dengan mempraktikkan nilai-nilai pengorbanan, kesetiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjadi individu yang lebih baik, masyarakat yang lebih harmonis, dan dunia yang lebih baik," imbuhnya.
Jadi, ulasnya lagi, kurban bukan hanya sebuah ibadah ritual, tapi sebuah pelajaran dan inspirasi yang berharga bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pengorbanan yang dilakukan dalam ibadah kurban mengajarkan tentang kesetiaan, kesadaran sosial, dan kepedulian terhadap sesama, nilai-nilai yang sangat penting untuk diterapkan di semua aspek kehidupan.
"Terima kasih kami sampaikan kepada warga Bahkaturi yang telah meluangkan rezekinya untuk berqurban di tahun ini, dan ke depan diharapkan kepada seluruh warga Bahkaturi yang mempunyai kelebihan rezeki dapat turut serta melaksanakan ibadah kurban sebagai wujud nyata solidaritas antar sesama," harapnya.








Komentar Via Facebook :