KATAKABAR.COM | Aroma dugaan korupsi mulai menyeruak dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu. Mulai modal ternak, pembuatan kandang hingga rehab gedung.

Hal tersebut diketahui setelah puluhan Mahasiswa tergabung dalam Jaringan Akar Rumput Indonesia (JARI), mendemo kantor di Jalan Gatot Subroto Kota Medan tersebut pada Rabu (21/9).

Dalam orasinya massa menyebut, pada proyek modal ternak sapi untuk Kabupaten Padang Lawas (Palas) dengan pagu Rp.2.340.000.000,000 miliar dari Tahun Anggaran.2021 yang dikerjakan oleh CV. Ammar Mulia.

kemudian pembangunan kandang ternak di Kabupaten Palas dengan pagu anggaran Rp.750.000.000,00 di kerjaan oleh CV.Karya Tiga Pratama.

Selanjutnya belanja pemeliharaan bangun gedung Dinas Ketapang dan Peternakan Sumut TA APBD 2021 sebesar Rp.67.250.000,00 rupiah diduga fiktif dan massa minta segera diusut.

Koordinator aksi, Edi gondrong meminta penegak hukum agar memanggil Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap terkait dugaan korupsi tersebut.

Apalagi setelah ada temuan BPK atas kekurangan volume pekerjaan belanja pemeliharaan bangun gedung TA APBD 2021 dan perjalanan dinas daerah dan luar provinsi diduga fiktif.

Bagian Program dan Informasi Publik, Puti Siamitri, menyikapi aksi massa menjelaskan kalau kantor dinas dalam keadaan kosong.

“Kalau kantor kosong tidak ada orang semua pada tugas luar,”katanya tanpa bisa memberikan bukti surat tugas luar para pejabat-pejabat disana.

Massa pendemo yang membubarkan diri akan datang kembali minggu depan dan berharap Kadis Azhar Harahap tak main-main dan menjawab tuntutan mereka.