Indragiri Hilir, katakabar.com - Nelangsa, melihat tunas-tunas muda belajar di bawah plafon terbuat dari interpal biru, dan fisik dinding atas bangunan terbuat dari kayu lapuk dimakan rayap.

Itulah kondisi bangunan sekolah dasar negeri atau SDN bernama 004 Sungai Laut, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Kondisi bangunan tempat anak-anak Sungai Laut jadi sorotan publik setelah diketahui mengalami kerusakan parah, dan belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Melihat kondisi bangunan SDN 004 Sungai Laut memprihatinkan, dan mengkhawatirkan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online atau PW IWO Riau, Muridi Susandi, angkat bicara mengenai persoalan tersebut.

Ia menilai, Pemerintah Daerah atau Pemda dan Ketua Forum Corporate Social Responsibility atau CSR terkesan saling lempar tanggung jawab menangani persoalan pendidikan, khususnya kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan.

"Seharusnya Pemda, DPRD, dan Forum CSR bisa menjembatani persoalan ini dengan menyampaikan kepada pihak perusahaan, seperti PT Pulau Sambu di Kuala Enok, agar dana CSR mereka dapat dialokasikan untuk perbaikan sekolah," tegas Susandi, Jumat (6/9/) kemarin.

Menurutnya, program CSR perusahaan mestinya sentuh sektor pendidikan secara konkret. CSR tidak hanya sekadar formalitas, melainkan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur sekolah, penyediaan sarana prasarana, serta peningkatan kapasitas guru dan siswa.

"CSR yang baik itu memberikan dampak langsung, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sayangnya, di Indragiri Hilir program CSR perusahaan-perusahaan besar belum menyentuh dunia pendidikan secara optimal," ucapnya.

Jika dalam urusan membantu pendidikan saja para pihak masih saling lempar tanggung jawab, terang Sandi, maka pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan siap menyurati DPRD dan meminta dilakukan hearing terbuka dengan menghadirkan pihak perusahaan dan Forum CSR.

"Sudah saatnya Pemkab Indragiri Hilir memberikan teguran keras kepada perusahaan yang abai terhadap pendidikan. Jika mereka hanya datang untuk mencari untung tanpa kontribusi apa pun, lebih baik angkat kaki. Bila perlu, izinnya dicabut," jelas Sandi geram.

Kondisi SDN 004 Sungai Laut menjadi potret buram dunia pendidikan di pelosok Indragiri Hilir. Bangunan sekolah yang rusak parah dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa, dan guru, serta mengganggu proses belajar mengajar.

Harapannya, tutur Sandi, ada langkah nyata dari semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk segera memperbaiki fasilitas pendidikan demi masa depan anak-anak daerah sebagai calon pemimpin di masa datang.