Para pedagang menegaskan tidak menolak penataan. Mereka justru meminta Pemko Binjai memberikan solusi yang adil agar usaha kecil tetap bisa bertahan. 

Mereka membandingkan kondisi tersebut dengan pedagang angkringan di Lapangan Merdeka Binjai yang, menurut mereka, masih dapat berjualan meski kawasan itu juga dipadati aktivitas masyarakat dan kendaraan.

“Kami siap ditata. Tolonglah kami, Pak Amir dan jajaran Pemko Binjai. Penghasilan kami semakin turun. Untuk mendapatkan uang makan saja sudah bersyukur,” ungkap mereka.

Karena janji yang dinilai tak kunjung terealisasi, para pedagang menyatakan telah sepakat mempertimbangkan kembali berjualan di lokasi semula apabila tidak ada kepastian dari pemerintah. 

Mereka berharap Pemko Binjai tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut, terlebih karena menyangkut keberlangsungan hidup pedagang kecil.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Binjai, Gloria Sinulingga, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan mengenai janji pemberian steling, gerobak sorong, dan dana CSR tersebut hingga berita ini ditulis.