Banda Aceh, katakabar.com - Bank Aceh Syariah Cabang Jeuram, Kabupaten Nagan Raya gelar pelatihan peningkatan produktivitas bagi petani kelapa sawit di Nagan Raya dua hari lamanya, dari Selasa (8/10) hingga Rabu  dan Rabu (9/10).

Pelatihan ini diikuti 30 petani kelapa sawit. Di hari pertama, kegiatan digelar di Aula Hotel Bintang Syariah Simpang 4 Nagan Raya. 

Setelah sehari dibekali teori di kelas, di hari kedua peserta pelatihan mengikuti praktik langsung di lahan petani sawit di Desa Cot Kumbang, Kecamatan Kuala, Nagan Raya. 

Kepala Dinas Perkebunan Nagan Raya, Bustami SPd ucapkan terima kasih kepada pihak Bank Aceh Cabang Jeuram atas inisiatifnya menggelar pelatihan ini. 

"Alhamdulillah, hasil pertanian petani kelapa sawit di Nagan Raya selama ini sudah baik. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan baru bagi peserta, sehingga hasilnya nanti bisa lebih baik atau optimal," ujar Bustami lewat rilis Disnakermobduk Aceh, dilansir dari laman EMG, Minggu (13/10).

Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Jeuram, Alwin Patra mengatakan, pelatihan ini bagian dari peningkatan kapasitas pelaku UMKM yang digelar semua cabang Bank Aceh di daerah masing-masing. 

"Termasuk Bank Aceh Syariah Cabang Jeuram di Nagan Raya dan kali ini dikhususkan kepada petani kelapa sawit karena umumnya warga Nagan Raya mengandalkan kehidupannya dari hasil panen kelapa sawit," jelasnya.

Untuk itu, harap Alwin, peserta bisa menyerap dan menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan selama dua hari tersebut.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat menambah edukasi baru bagi peserta dalam membudidayakan tanaman kepala sawit," bebernya.

Secara umum, sambung Alwi, kami berharap petani sawit di Nagan Raya dapat membudidaya kelapa sawit secara efektif dan efisien dan hasilnya lebih maksimal.

Pelatihan kali ini diisi lima orang pemateri dengan kompetensi yang sesuai spesialisasi masing-masing. Pertama, Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dari Dinas Tenaga Kerja dan Mobilisasi Penduduk Aceh, Bobby Denil Lesmana, dengan materi 'Pengantar dan Praktik Pembuatan Pupuk Organik dan Pupuk Alternatif untuk Perkebunan Kelapa Sawit'.

Penyampaian materi ini diawali dengan diskusi untuk menggali dan menemukan solusi dari pengetahuan dan praktek yang sudah dilakukan oleh peserta pelatihan.

Sesi selanjutnya praktek pembuatan pupuk organik dan pembenah tanah seperti JMS (Jadam Microbial Solution), POC (Pupuk Organik Cair), JLF (Jadam Liquid Fertilizer).

Kegiatan diisi pula dengan praktek aplikasi langsung pada tanaman sawit dengan pupuk organik teknologi nano (Paten), satu produk yang sudah mendapat izin dari Kementerian Pertanian.

Uji coba ini diharapkan dapat menjawab permasalahan seperti pertumbuhan kerdil dan buah jantan, dan ditutup dengan praktik pemanfaatan tandan atau janjang kosong kelapa sawit sebagai media perkembangbiakan mikro organisme sebagai sumber nutrisi baik bagi tanaman, serta media perkembangbiakan magot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan berprotein tinggi untuk ikan dan unggas. 

Pemateri kedua, Akmaizar ST dari Dinas Perkebunan Nagan Raya dengan materi 'Pengantar Teknik Berkebun Kelapa Sawit yang Standar, Manfaat Bibit Bersertifikat dan Pasca Panen'. 

Ketiga, Amri bin Abdullah dari Lembaga Grameen Replica Aceh dengan materi 'Pengelolaan Keuangan dan Analisis Bisnis Kelapa Sawit'. 

Keempat, petani pakar, Teuku Usman, dengan materi 'Pengantar dan Studi Kasus: Manajemen Pengelolaan Perkebunan Sawit'.

Terakhir, Tim Bisnis PT Bank Aceh Syariah Cabang Jeuram dengan materi 'Akses Pembiayaan dan Pencegahan Kredit Bermasalah'.