Yayasan menargetkan seluruh aktivitas pendidikan dapat dipusatkan di kompleks baru dalam dua tahun ke depan.
“Kita harus bergerak cepat. Pada masa periode Pak Bupati, SMA unggul ini sudah harus terwujud dan diresmikan. Dengan sambutan dan dukungan Pak Bupati, kami yakin pembangunan SMA Plus ini akan berhasil,” kata Pastor Fridolinus.
Sekolah tersebut dirancang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, iman, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi perkembangan teknologi.
Kekayaan budaya Batak juga akan menjadi bagian dari pembinaan peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Kemampuan berkomunikasi dan berbicara di depan publik turut menjadi perhatian. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu mengenal identitas budayanya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Rencana pembangunan kompleks pendidikan di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, itu diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp41 miliar yang akan dilaksanakan dalam empat fase.
Lahan seluas kurang lebih 3,2 hektare tersebut berada tidak jauh dari Puskesmas Buhit.
Selain gedung sekolah dan asrama putra-putri, kawasan itu direncanakan dilengkapi aula, lapangan sepak bola dan basket, kolam renang, taman siswa, rumah kaca (green house), lahan pertanian, serta fasilitas pendukung lainnya.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong terwujudnya sekolah unggulan yang telah lama diharapkan masyarakat Samosir.
“SMA unggulan ini sudah lama kami idam-idamkan dan cita-citakan. Kehadiran kami hari ini menunjukkan keseriusan untuk mengupayakan agar SMA Plus hadir di Samosir,” ujar Vandiko.
SMA Plus Santo Mikael Samosir Ditargetkan Buka Penerimaan Siswa pada 2027
Diskusi pembaca untuk berita ini