Pasir Pangaraian, katakabar.com - Mantan Ketua DPRD Rokan Hulu (Rohul), Teddy Mirza Dal memuji sikap legowo Ketua DPRD Rohul, Novliwanda Ade Putra terkait aksi kritik masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Indonesia Perjuangan (PMIP), dua hari lalu.

"Sikap semacam itu bisa menjadi contoh bagi pimpinan lain, khususnya anggota DPRD Rohul. Apapun ceritanya, para wakil rakyat harus melayani masyarakat dengan baik meski masyarakat itu datang mengkritik," katanya kepada katakabar.com, kemarin.

"Dulu, waktu saya Ketua DPRD Rohul, sering kok dapat kritikan dari masyarakat. Bagi saya kritikan itu bagus. Sebab akan banyak yang tidak kita ketahui kalau tidak ada kritikan. Kritikan itu berarti persoalan yang benar-benar harus diselesaikan. Mereka kesal kepada pemerintah yang terkesan sangat lamban dan tidak transparan, wajar kok mereka kritik," tambahnya.

Ketua DPD Partai NasDem ini mengaku kalau membikin perubahan itu tidak mudah. Namun perubahan bisa dimulai dari keikutan anggota DPRD memperjuangkan hak rakyat, sebab anggota DPRD adalah perwakilan rakyat.

"Bisa jadi rakyat tidak lagi suka dengan keberpura-puraan pemerintah, jadi sah-sah saja kalau PMI Perjuangan mengkritisi itu. Dan tentu, melalui DPRD lah mereka bisa menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah," ujarnya.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Rohul Ini Marah Dikasi Paket Sembako

Kepada Ketua Fraksi dan Anggota DPRD Rohul dari Fraksi NasDem, Teddy minta supaya mereka selalu melayani masyarakat. "Tidak boleh lalai, harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi," pintanya.

"Berkali-kali saya menyampaikan kepada seluruh anggota DPRD Fraksi Partai NasDem supaya mereka selalu melayani masyarakat, apapun keluhan mereka. Khusus kepada Ketua Fraksi NasDem Rohul, jangan sesekali lalai. Kepada PMI Perjuangan, berjiwa besar lah dan terus kedepankan kesabaran dalam mengkritisi. Memperjuangkan kebenaran memang seperti itulah tantangannya," ujar Teddy.

Teddy sendiri memuji apa yang dilakukan oleh PMI Perjuangan tadi. Sebab bagi Tedi, mempertanyakan penggunaan anggaran Covid-19 yang nilainya Rp12,6 miliar, sangat wajar. "Itu sama saja dengan membela kepentingan rakyat," katanya.

Dan soal PMI Perjuangan datang ke DPRD Rohul membawa aspirasi untuk disampaikan ke Bupati Rohul, Sukiman, bagi Teddy juga sudah benar.

"Kalaupun ada yang tidak senang dengan aksi itu, PMI Perjuangan harus berjiwa besar. Saya terpanggil bicara lantaran aksi PMI Perjuangan itu luar biasa. Itulah bentuk kritik yang mestinya didengar oleh para pemimpin Rohul," ujarnya.