Yahya Siregar
Penulis

Yahya Siregar

Berita dipublish
1,054
Terakhir update
Selasa, 07 Jul 2026
PKC PMII Riau Laporkan Dugaan Pelanggaran Lingkungan PT APSL ke Timsus Ekologi Lingkungan
Lingkungan
21 jam yang lalu

PKC PMII Riau Laporkan Dugaan Pelanggaran Lingkungan PT APSL ke Timsus Ekologi

Jakarta, katakabar.com - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau secara resmi serahkan laporan terkait dugaan pelanggaran lingkungan hidup yang diduga berkaitan dengan aktivitas PT APSL di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rokan Kiri, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, kepada Tim Khusus Ekologi PB PMII dan DPR RI. Laporan tersebut disusun berdasarkan informasi, dokumentasi lapangan, serta pengaduan masyarakat yang kemudian dianalisis dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyerahan laporan tersebut bagian dari komitmen PKC PMII Riau dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, mendorong perlindungan lingkungan hidup, serta memperkuat pengawasan terhadap tata kelola sumber daya alam di Provinsi Riau. Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengatakan penyampaian laporan tersebut merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam mengawal berbagai persoalan lingkungan dan ekologi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran di kawasan DAS Rokan Kiri. "Laporan ini bukanlah bentuk penghakiman terhadap pihak tertentu, melainkan wujud tanggung jawab moral dan konstitusional kami sebagai organisasi mahasiswa untuk memastikan setiap informasi dan pengaduan masyarakat memperoleh perhatian dari negara. Kami berharap laporan ini dapat menjadi dasar bagi DPR RI untuk mendorong instansi terkait melakukan verifikasi, pemeriksaan, serta langkah-langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Isu lingkungan tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut keberlanjutan ekosistem dan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat," terang Ghulam Sementara, Direktur Tim Khusus Ekologi PB PMII, Aceng Ahmad Sehabudin, menegaskan persoalan lingkungan hidup telah menjadi isu nasional yang membutuhkan perhatian seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, setiap laporan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran lingkungan harus ditindaklanjuti secara profesional dan berbasis fakta. "PB PMII memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan lingkungan hidup yang terjadi di Indonesia, termasuk laporan yang disampaikan PKC PMII Riau mengenai dugaan pelanggaran di kawasan DAS Rokan Kiri. Laporan seperti ini harus dipandang sebagai bagian dari partisipasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan, sehingga perlu ditindaklanjuti melalui proses verifikasi, investigasi, dan penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran. Negara harus hadir memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan perlindungan terhadap fungsi ekologis kawasan," ujarnya. Di kegiatan yang sama, Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyampaikan laporan tersebut telah diterima dan akan dipelajari sesuai mekanisme yang berlaku di DPR RI. "Kami menerima laporan yang disampaikan PKC PMII Riau sebagai bagian dari aspirasi masyarakat. Selanjutnya laporan ini akan kami pelajari secara mendalam sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Apabila diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan, termasuk peninjauan lapangan atau pembentukan tim sesuai kewenangan yang dimiliki, agar seluruh informasi yang disampaikan dapat diverifikasi secara objektif," ucap Syafruddin. PKC PMII Riau berharap laporan tersebut menjadi perhatian DPR RI sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap tata kelola lingkungan hidup dan sumber daya alam. Organisasi tersebut juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses tindak lanjut laporan hingga terdapat kepastian hukum dan kejelasan atas informasi yang telah disampaikan masyarakat.

Kemarin

Kebenaran dan Kemanusiaan: Kajari Rohul Terapkan Keadilan Restoratif Dua Tersangka Bebas Dengan Hormat

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di bawah kepemimpinan yang bijaksana dan visioner, Kejaksaan Negeri Rokan Hulu menunjukkan wajah penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga penuh dengan rasa keadilan dan kemanusiaan. Melalui pendekatan Restorative Justice (Keadilan Restoratif), lembaga penegak hukum ini kembali mencatatkan langkah mulia dalam menyelesaikan perkara pidana dengan cara yang beradab. Di hadapan publik dan keluarga, Senin (6/7) Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak, SH., MH, didampingi Kepala Seksi Pidana Umum, Lastarida Br. Sitanggang, SH., MH, secara resmi menyerahkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan dan membebaskan dua tersangka dari Lembaga Pemasyarakatan Pasir Pengaraian. Mereka adalah Imam Pahry bin Wagiman dan Rocky Juloys Simangunsong, yang kini dapat kembali memeluk keluarga setelah melalui proses hukum yang adil. Proses yang Teliti dan Berlandaskan Hukum Kuat Langkah humanis ini bukanlah tindakan sembarangan, melainkan hasil kajian mendalam dan telah mendapatkan restu serta persetujuan tertinggi dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia serta penetapan resmi dari Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian. Ini tindak lanjut dari ekspose perkara bersama Jaksa Agung Muda Pidana Umum pada 30 Juni 2026 lalu, yang dinilai sepenuhnya memenuhi syarat hukum yang berlaku, termasuk Surat Edaran Jaksa Agung Muda terkait mekanisme keadilan restoratif. Imam Pahry yang sebelumnya terjerat kasus pencurian (Pasal 476 KUHP baru) dan Rocky Juloys dalam kasus pengancaman (Pasal 448 KUHP baru), dinilai memenuhi kriteria kemanusiaan yang sangat jelas. Wajah Hukum yang Manusiawi dan Bertanggung Jawab Kajari Fredy F. Simanjuntak melalui keterangannya menegaskan keputusan ini diambil setelah melalui tahapan verifikasi yang sangat ketat. Para tersangka merupakan pelaku pertama kali, bukan residivis, dan yang paling utama adalah telah tercapai perdamaian serta kesepakatan yang baik dengan pihak korban. Sebelum keputusan diambil, Tim Intelijen pun telah melakukan pendalaman profil sosial, melihat latar belakang kehidupan mereka di tengah masyarakat dan keluarga, sehingga dipastikan mereka layak diberikan kesempatan kedua. "Penerapan Restorative Justice ini adalah wujud nyata penegakan hukum yang berorientasi pada pemulihan. Kami tidak hanya mengejar sanksi, tetapi juga mengejar perdamaian dan perbaikan," jelasnya dengan penuh wibawa. Ini bukanlah pembebasan tanpa aturan, melainkan sebuah amanah dan kesempatan emas bagi mereka untuk memperbaiki diri, membuktikan bahwa mereka bisa menjadi warga negara yang lebih baik di masa depan. Di tangan pimpinan yang arif seperti Fredy F. Simanjuntak dan jajaran, Kejaksaan Negeri Rokan Hulu terus membuktikan diri sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, hukum, dan kemanusiaan secara seimbang.

Terima Amanah Besar: Syafaruddin Poti Jemput Bendera Pataka, Rohul Siap Gelar MTQ Terbaik 2027 Riau
Riau
Minggu, 05 Juli 2026 | 11:00 WIB

Terima Amanah Besar: Syafaruddin Poti Jemput Bendera Pataka, Rohul Siap Gelar MTQ Terbaik 2027

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Suasana haru dan bangga selimuti kontingen Kabupaten Rokan Hulu di malam penutupan perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (3/7) malam lalu. Momen bersejarah itu terukir indah ketika Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafruddin Poti, SH, MM, secara resmi menerima penyerahan Bendera Pataka MTQ sebagai simbol serah terima mandat kepanitiaan dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Penyerahan bendera tersebut menandakan bahwa giliran Rokan Hulu telah tiba untuk menjadi tuan rumah penyelenggara MTQ tingkat Provinsi Riau ke XLV pada 2027 mendatang. Kehadiran H. Syafruddin Poti dalam acara puncak tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu dalam menjaga dan meneruskan estafet syiar Islam terbesar di 'Bumi Lancang Kuning" nama lain dari Riau. Dua Gelar Juara Bukti Kualitas dan Kreativitas Tidak hanya membawa pulang amanah besar, kontingen Rokan Hulu juga pulang dengan kepala tegak dan dada membusung. Pasukan "Negeri Seribu Suluk" ini tampil luar biasa dan berhasil mengukir prestasi gemilang di mata dewan juri maupun masyarakat umum. Rokan Hulu sukses sabet dua gelar juara pertama sekaligus pada kategori perlombaan pendukung, yakni: 1. Juara Pertama Lomba Pawai Ta'aruf ​ 2. Juara Pertama Lomba Stand Bazar Prestasi membanggakan ini menjadi bukti nyata bahwa Rokan Hulu tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kreativitas seni, budaya, dan manajemen yang sangat mumpuni. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, totalitas, dan sinergi yang solid antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat yang bahu-membahu mempersembahkan yang terbaik bagi daerah tercinta. Syafruddin Poti: Ini Bukti Kekompakan Kita Menerima langsung piala dan bendera tersebut, Wakil Bupati Syafruddin Poti tak menyembunyikan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menilai kemenangan ini adalah cerminan dari semangat kebersamaan yang kuat di antara masyarakat Rohul. "Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, malam ini kita mendapatkan berkah yang luar biasa. Mendapatkan dua gelar juara sekaligus, yaitu Juara I Pawai Ta'aruf dan Juara I Stand Bazar, ini adalah bukti nyata kerja keras, kreativitas, dan kekompakan yang luar biasa dari seluruh tim kita," ujar Wabup semangat. Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, panitia pelaksana, dan masyarakat yang telah bekerja keras mempersembahkan yang terbaik sehingga nama Kabupaten Rokan Hulu harum di kancah provinsi. Komitmen Penuh: Rohul Siap Sajikan MTQ Terbaik dan Terbesar Lebih jauh, Syafruddin Poti menegaskan diterimanya Bendera Pataka ini adalah sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sudah siap dan bertekad bulat untuk menyambut seluruh tamu agung dari seluruh penjuru Riau pada tahun 2027 nanti. "Menerima bendera pataka ini artinya kita siap memegang tongkat estafet kepemimpinan. Insyaallah, tahun 2027 nanti, Rokan Hulu akan mempersiapkan diri secara matang, semaksimal mungkin, dan sebaik-baiknya," tegasnya. Pihaknya berjanji akan mempersiapkan segala aspek, mulai dari infrastruktur yang memadai, pelayanan yang prima dan ramah, hingga pembinaan prestasi yang lebih gencar lagi. "Kami berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan MTQ ke-XLV yang bukan hanya sukses secara penyelenggaraan, tapi juga sukses dalam hal prestasi, dan yang tak kalah penting adalah sukses dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kami ingin MTQ nanti membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat Rokan Hulu," tambahnya. Dengan senyum optimis dan penuh keyakinan, Wabup Syafruddin Poti menutup sambutannya dengan mengajak seluruh masyarakat Riau untuk menantikan kehadiran mereka. "Sampai jumpa di Negeri Seribu Suluk, di Bumi Bertuah, Kabupaten Rokan Hulu, pada MTQ ke-XLV tahun 2027! Insyaallah, kita akan bertemu dalam acara yang lebih megah, lebih meriah, dan lebih berkah," pungkasnya. Dengan semangat baru dan modal prestasi yang diraih saat ini, Rokan Hulu kini resmi mengukuhkan langkahnya untuk menghadirkan sebuah perhelatan MTQ yang akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah.

Judi Togel Dan Meja Ikan Menggila dan Vulgar di Ujungbatu, Kapolres Rohul Bungkam! LSM Desak Kapolda Riau Turun Tangan Hukrim
Hukrim
Jumat, 03 Juli 2026 | 10:48 WIB

Judi Togel Dan Meja Ikan Menggila dan Vulgar di Ujungbatu, Kapolres Rohul Bungkam! LSM Desak Kapolda Riau Turun Tangan

Pasir Pengaraian, katakabar.com – Ironi besar tengah terjadi di 'Negeri Seribu Suluk', nama lain dari Kabupaten Rokan Hulu, Riau, sangat kental dengan nuansa religius, justru praktik perjudian tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Khususnya di Kecamatan Ujungbatu, fenomena ini sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan, dan memicu kemarahan publik. Kini, sorotan tajam tertuju kepada aparat penegak hukum setempat. Pasalnya, hingga Jumat (4/7), lokasi-lokasi judi yang beroperasi secara terang-terangan tersebut terkesan "kebal hukum". Mesin-mesin judi ketangkasan alias meja ikan-ikan dan praktik Togel (Toto Gelap) berjalan seenaknya seolah tidak ada yang berwenang menertibkan. Dari hasil investigasi dan informasi yang dihimpun, terlihat jelas adanya warung dan bangunan yang dijadikan basis operasi. Di dalamnya, mesin judi berukuran besar dengan layar dan tombol kendali terpasang rapi, siap melayani para pemain. Yang membuat publik geram, dugaan kuat menyebut bahwa para bandar besar ini diduga memiliki "jalur khusus" dan sudah bermain api dengan oknum di lingkungan kepolisian. LSM KPK-RI Murka: Masa Daerah Religius Dibiarkan Sarang Judi? Kemarahan memuncak disuarakan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPK-RI, Panigoran Dasopang. Ia dengan tegas menuding adanya kelambanan dan ketidakberanian aparat di tingkat bawah, sehingga memaksa pihaknya meminta intervensi langsung dari pimpinan tertinggi di tingkat Provinsi. "Kami meminta keseriusan Bapak Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, untuk segera turun tangan ke Rokan Hulu. Penegakan hukum di sini semakin tidak jelas arahnya. Perjudian dimana-mana, tapi aparat terkesan duduk manis di zona nyaman, membiarkan rakyat menderita," serang Dasopang dengan nada tinggi. Lebih jauh, ia menyebut nama-nama yang diduga menjadi aktor utama di balik layar. Dua orang bernama Mangunsong (diduga bandar Togel) dan Wahyu (pemilik mesin meja ikan-ikan) disebut-sebut seolah memiliki kekebalan hukum. Mereka beroperasi dengan leluasa tanpa rasa takut sedikitpun. "Polsek Ujungbatu terkesan diam seribu bahasa dan tidak punya nyali untuk menangkap mereka. Padahal lokasinya jelas, pelakunya juga dikenal warga. Ini sangat aneh dan mencurigakan," tegasnya. Dasopang mempertanyakan citra Rokan Hulu yang selama ini dikenal sebagai daerah yang agamis. "Masa Rokan Hulu yang negerinya sangat religius, tapi perjudian semakin marak dan terkesan dibiarkan tanpa tersentuh hukum? Ini mencoreng nama baik daerah kita sendiri," tambahnya. Desakan Keras: Tangkap Bandar dan Oknum Pelindung Melihat kondisi Kapolres Rokan Hulu yang hingga kini masih memilih bersikap bungkam dan tidak memberikan klarifikasi apa pun terkait maraknya praktik ilegal ini, LSM KPK-RI mendesak tindakan tegas harus segera dilakukan. Mereka menuntut agar tidak hanya alat bukti dan mesin yang disita, tetapi para bandar besar serta siapa saja yang menjadi pelindung mereka harus diproses secara hukum. Jangan sampai ada istilah "besar kepala kecil dihukum", hukum harus berlaku sama untuk semua orang. Ajakan Kepada Masyarakat Di akhir pernyataannya, Dasopang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam. "Kami minta masyarakat pro aktif mengawasi wilayahnya masing-masing. Jika melihat ada praktik perjudian, jangan ragu untuk melaporkan. Jangan biarkan Ujungbatu dan Rokan Hulu hancur moralnya karena ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu jawaban dan tindakan nyata, apakah kepolisian akan benar-benar menegakkan hukum atau justru terus membiarkan penyakit masyarakat ini terus merajalela.

Kolaborasi Mulia: Baznas dan BEM UPP Gelar Khitanan Massal di Rokan IV Koto Riau
Riau
Kamis, 02 Juli 2026 | 21:50 WIB

Kolaborasi Mulia: Baznas dan BEM UPP Gelar Khitanan Massal di Rokan IV Koto

Pasir Pengaraian, katakabar.com -  Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial ditunjukkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu. Lihat, Kamis (2/7), suasana haru dan bahagia selimuti lingkungan Puskesmas Rokan IV Koto II, Desa Cipang Kiri Hilir (Cipang Raya). Di tempat iru berlangsung kegiatan bakti sosial khitanan massal berkat hasil sinergi sangat apik antara BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pasir Pengaraian (UPP), serta didukung penuh oleh pihak Puskesmas setempat. Kegiatan ini bukan sekadar layanan medis, melainkan wujud nyata dari kepedulian sosial yang mengusung misi kemanusiaan dan keagamaan untuk meringankan beban masyarakat serta menanamkan nilai-nilai syariat Islam sejak dini. Apresiasi Penuh dari BEM UPP Dodi Raihan Siregar, Presiden Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas terselenggaranya acara mulia ini. "Kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu. Jazakumullahu Khairan Katsiran, semoga Allah membalas kebaikan ini. BAZNAS telah menjadi motor utama yang menggerakkan kegiatan ini hingga bisa terlaksana dengan baik," ujar Dodi semangat. Tak lupa, ucapnya, apresiasi juga ditujukan kepada Kepala Puskesmas Rokan IV Koto II beserta seluruh jajaran medisnya. Dukungan berupa penyediaan tempat yang layak serta tenaga kesehatan yang profesional menjadi kunci kelancaran acara ini. "Terima kasih kepada Kepala Puskesmas dan seluruh staf medis yang telah bekerja keras. Tanpa dukungan tempat dan tenaga ahli, kegiatan ini tidak akan berjalan semulus ini," tuturnya. Dodi berpesan penuh harapan kepada anak-anak yang menjadi penerima manfaat. "Kami berdoa semoga adik-adik semua setelah di khitanan, tumbuh menjadi anak yang sholeh, sehat, cerdas, dan kelak menjadi kebanggaan orang tua, agama, serta negara," jelasnya. Wujud Manusia yang Bermanfaat Perwakilan panitia juga menekankan filosofi di balik kegiatan ini. "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesama. Semoga kegiatan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Cipang Raya yang membutuhkan, dan menjadi ladang pahala yang terus mengalir bagi kita semua," ulasnya. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi keluarga, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak agar lebih sehat, percaya diri, dan siap menjalankan syariat Islam dengan baik. Pesan Bijak dari BAZNAS Hadir mewakili Ketua BAZNAS Rokan Hulu yang berhalangan, Dr. Novrizal, LC., MA., selaku Wakil Ketua Bidang, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BEM Universitas Pasir Pengaraian dan Puskesmas Rokan IV Koto II atas dedikasi dan semangat gotong royongnya. Semoga kebersamaan ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk peduli sesama,"kata Dr. Novrizal. Ia menegaskan kegiatan ini adalah wujud nyata dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mendoakan para muzaki dan munfik yang telah menunaikan kewajibannya melalui BAZNAS. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki, serta membalas setiap kebaikan tersebut dengan pahala yang berlipat ganda," sebutnya. Kegiatan khitanan massal ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah, lembaga agama, dan dunia kampus terus terjalin erat, demi terciptanya masyarakat Rokan Hulu yang sehat, sejahtera, dan berakhlak mulia.

Dibalut Ulos Kualanamu, Anton Bawa Harapan Baru Rohul Sumut
Sumut
Kamis, 02 Juli 2026 | 14:05 WIB

Dibalut Ulos Kualanamu, Anton Bawa Harapan Baru Rohul

Medan, katakabar.com - Langkah strategis ditempuh Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton, ST, MM, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Rokan Hulu, Dr. Yeni Dwi Putri, sebagai upaya mempercepat pembangunan daerah. Kedatangan mereka di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Selasa (1/7) kemarin, disambut dengan hangat, dan penuh penghormatan melalui tradisi khas tanah Batak. Di area kedatangan domestik, suasana terasa sangat akrab, dan bersahabat. Pasangan ini dikenakan kain Ulos sebagai simbol penghormatan tertinggi, dan tali persaudaraan yang erat. Prosesi sederhana tetapi sarat makna ini menjadi pembuka semangat bagi kunjungan kerja sempeba memperingati HUT ke 26 APKASI dan HUT ke 80 Kabupaten Deli Serdang. Bagi Bupati Rokan Hulu, Anton, kehadiran dalam forum sebesar APKASI bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah momentum emas untuk menjemput ilmu, pengalaman, dan menjalin kerja sama strategis dengan daerah lain demi kepentingan masyarakat Rohul. "APKASI adalah ruang kolaborasi bagi seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia. Melalui forum ini, kami ingin membawa berbagai gagasan dan program terbaik yang nantinya dapat diterapkan demi kemajuan Kabupaten Rokan Hulu," ujar Anton penuh optimisme. Kalimat itu menegaskan tekadnya setiap langkah yang diambil adalah investasi nyata untuk kesejahteraan warga "Negeri Seribu Suluk". Di sisi lain, Dr. Yeni Dwi Putri juga melihat peluang besar bagi penguatan peran perempuan dan keluarga. Ia berharap berbagai inovasi yang ditemukan nantinya bisa diadaptasi dan diterapkan di lingkungan TP PKK Rokan Hulu agar semakin produktif dan berdaya. Dibalut kain Ulos yang melambangkan kehormatan dan persahabatan, Bupati Rokan Hulu, Anton dan rombongan membawa misi besar: membuka seluas-luasnya peluang kolaborasi, mulai dari pembangunan infrastruktur, investasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Semoga dari pertemuan besar ini, lahir kemitraan yang kokoh dan membawa dampak positif nyata, menjadikan Rokan Hulu semakin maju, sejahtera, dan bermartabat di bawah kepemimpinan beliau.

Tutup Catatan Buruk: PT SSM Normalisasi Sungai Bawak, Tebar Bibit Ikan dan Bantu Yayasan Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 26 Juni 2026 | 09:45 WIB

Tutup Catatan Buruk: PT SSM Normalisasi Sungai Bawak, Tebar Bibit Ikan dan Bantu Yayasan

Pasir Pengaraian, katakabar.com  - Setelah sekian lama tertutup kabut masalah pencemaran yang membuatnya nyaris 'mati', kini Sungai Bawak di Desa Koto Tandun mulai menunjukkan harapan baru. Langkah konkret pemulihan ekosistem akhirnya terwujud berkat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan, khususnya PT SSM yang telah merealisasikan berbagai kesepakatan hasil mediasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu. Kesepakatan yang dicapai tersebut kini bukan sekadar wacana di atas kertas. Erwinsyah Siregar, tokoh masyarakat setempat, membenarkan perusahaan telah menjalankan amanah sesuai arahan yang ditetapkan. Dua program utama menjadi fokus perhatian, yakni penebaran bibit ikan sebanyak 1.500 ekor untuk mengembalikan kehidupan perairan, serta kegiatan normalisasi sungai yang bertujuan memperbaiki aliran dan struktur sungai yang selama ini terganggu. "Apa yang selama ini disampaikan dan dituntut oleh masyarakat sudah direalisasikan oleh PT SSM. Semuanya sesuai dengan apa yang sudah disepakati bersama dalam proses mediasi di kantor DLH Rohul. Mulai dari penaburan bibit ikan hingga penormalisasian Sungai Bawak sudah berjalan," ungkap Erwin dengan penuh harap, Jumat (26/6). Tetapi, perusahaan tidak hanya berhenti pada pemulihan alam. PT SSM juga menunjukkan sisi tanggung jawab sosialnya dengan membantu dunia pendidikan. Perusahaan dikabarkan turun tangan membantu pembangunan fasilitas di Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), salah satunya dengan melakukan penimbunan lahan untuk pembuatan tujuh ruang kelas baru. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar bagi generasi muda di wilayah tersebut. Bayang-bayang Masa Lalu dan Sorotan Pengawasan Langkah positif ini tidak lepas dari latar belakang permasalahan pelik yang pernah terjadi. Belum lama ini, nama PT SSM sempat terseret dalam kasus pencemaran lingkungan yang cukup serius. Aktivitas pabrik kelapa sawit (PKS) diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan ekologis di Sungai Bawak. Pada masa puncak masalah, sungai ini kehilangan fungsinya; air berubah warna dan bau, hingga nyaris tidak ada lagi kehidupan biota air di dalamnya. Sungai itu benar-benar 'mati'. Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi dunia industri di wilayah tersebut. Terungkap bahwa PT SSM bukan satu-satunya perusahaan yang menjadi sorotan. Terdapat tiga nama besar lainnya yang juga masih menyimpan catatan merah terkait persoalan lingkungan hidup, yakni PT KCN, PT Era Sawita, dan PT RSM. Keempat perusahaan ini menjadi perhatian khusus publik dan pemerintah karena dampak operasionalnya yang dinilai meresahkan. Melihat realitas tersebut, muncul harapan besar dari berbagai kalangan agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rokan Hulu beserta seluruh dinas teknis terkait dapat bekerja lebih keras dan profesional. Pengawasan yang ketat mutlak diperlukan, tidak hanya terhadap PT SSM, tetapi juga terhadap grup-grup perusahaan lainnya, agar kasus pencemaran yang sama tidak terulang kembali di masa depan. Bukan Sekadar "Cuci Nama" Sikap tanggung jawab yang ditunjukkan PT SSM saat ini mendapat apresiasi, namun juga disertai catatan kritis dari pengamat dan aktivis lingkungan. F Hasibuan, seorang aktivis lingkungan, menegaskan bahwa segala bentuk tanggung jawab sosial dan pemulihan lingkungan semestinya bukan hanya menjadi agenda seremonial atau sekadar upaya branding untuk membersihkan citra perusahaan pasca masalah. "Tanpa adanya masalah pun, sesungguhnya mereka wajib mengeluarkan tanggung jawab tersebut untuk wilayah dan masyarakat yang berada di sekitar teritorial operasional mereka. Jangan sampai hal ini hanya terkesan menjadi ajang seremoni pencucian masalah semata," tegas Hasibuan. Lebih jauh, ia menekankan peran pemangku kebijakan sangat vital. Mulai dari level Bupati, dinas perizinan, DLH Rohul, DLHK Provinsi, hingga Kementerian Lingkungan Hidup pusat, dituntut untuk lebih peka dan berani mengambil sikap. "Para pemangku kepentingan harus benar-benar hadir dan bersikap tegas. Jika di kemudian hari ditemukan pelanggaran, sanksi tegas harus segera ditindaklanjuti tanpa ragu-ragu demi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat Rokan Hulu," harapnya. Semoga langkah yang diambil PT SSM ini menjadi awal yang baik dan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara keuntungan bisnis dan kelestarian lingkungan hidup.

Rekor Spektakuler! PPID Rohul Pertahankan Predikat Informatif Borong Tiga Penghargaan di KI Award Riau 2025 Riau
Riau
Rabu, 24 Juni 2026 | 18:45 WIB

Rekor Spektakuler! PPID Rohul Pertahankan Predikat Informatif Borong Tiga Penghargaan di KI Award Riau 2025

Pasur Pengaraian, katakabar.com - Transparansi bukan sekadar kata, melainkan bukti nyata terus ditorehkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu. Di ajang bergengsi KI Award Riau 2025 yang digelar Komisi Informasi Provinsi Riau, nama Rokan Hulu kembali bersinar terang. Tidak hanya satu, tetapi tiga penghargaan prestisius berhasil diboyong pulang. Hal ini membuktikan konsistensi dalam keterbukaan informasi publik adalah prioritas utama di "Negeri Seribu Suluk". Puncak kebanggaan diraih oleh PPID Utama Kabupaten Rokan Hulu yang berhasil mempertahankan gelar "Kabupaten Informatif" untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut. Sebuah rekor yang luar biasa, menunjukkan standar tinggi yang diterapkan tidak pernah turun, melainkan terus dijaga dan ditingkatkan dari tahun ke tahun. Penghargaan ini diserahkan langsung Komisioner Komisi Informasi Provinsi Riau, dan diterima dengan penuh rasa syukur Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rokan Hulu, Suharman, S.Pi., M.M., didampingi oleh Kepala Bidang IKP, Dr. Rudy Fadrial, S.Sos., M.Si. Predikat "Informatif" adalah kategori tertinggi yang diberikan kepada badan publik yang dinilai berhasil mengimplementasikan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan optimal, transparan, dan akuntabel. Tetapi, prestasi gemilang ini tidak berhenti di tingkat kabupaten. Semangat keterbukaan ini ternyata telah meresap hingga ke akar rumput dan lembaga kemasyarakatan. PPID Desa Pematang Berangan kembali membuktikan eksistensinya dengan meraih penghargaan "PPID Pemerintah Desa Informatif" untuk ketiga kalinya. Penghargaan ini diterima Rusdi Hidayatullah, S.KM., M.M.. Sementara, BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu juga turut mengharumkan nama daerah dengan menyabet penghargaan "Badan Publik Menuju Informatif", yang diterima langsung Ketua BAZNAS Rokan Hulu, H. Baihaqy Addhuha, Lc., M.H.. Dengan raihan ini, total tiga piala bergilir berhasil dibawa pulang, menjadi bukti sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, desa, dan lembaga publik lainnya. Mendengar kabar membanggakan ini, Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., saat itu sedang berada di sela-sela kegiatan di Pekanbaru, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Bagi Anton, penghargaan ini bukan milik satu orang, melainkan milik seluruh elemen yang telah bekerja keras membangun budaya transparansi di Rohul. "Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan dan badan publik di Kabupaten Rokan Hulu. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Kominfo selaku PPID Utama, seluruh PPID Pelaksana, Pemerintah Desa Pematang Berangan, serta BAZNAS yang telah menunjukkan komitmen kuat," ujar Anton. Kepala Diskominfo, Suharman, menimpali penghargaan ini menjadi bahan bakar semangat untuk terus berinovasi. "Predikat Informatif yang berhasil dipertahankan untuk kelima kalinya merupakan bukti komitmen bersama dalam menghadirkan pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," tegasnya. Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi Rokan Hulu sebagai salah satu daerah terdepan di Provinsi Riau dalam hal keterbukaan informasi. Di tengah tantangan zaman, Rokan Hulu membuktikan pemerintahan yang bersih, jujur, dan akuntabel bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang terus diwujudkan setiap hari.

Pastikan MBG Tepat Sasaran di Rohul, Porkot Lubis: Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan Ekonomi Politik
Politik
Selasa, 23 Juni 2026 | 22:49 WIB

Pastikan MBG Tepat Sasaran di Rohul, Porkot Lubis: Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan Ekonomi

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di tengah berbagai dinamika dan masukan yang muncul, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan, dan memberikan warna baru bagi pelayanan publik di Kabupaten Rokan Hulu. Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu dari Fraksi Gerindra, H. Porkot Lubis, SH, MH, menegaskan komitmen kuat untuk terus mengawal kebijakan strategis ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat, khususnya dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari ancaman stunting. Bagi Porkot Lubis, program yang digagas Presiden RI ke 8 ini memiliki tujuan yang sangat mulia dan strategis. Berbagai kritik dan saran yang muncul di masyarakat justru harus dijadikan cermin untuk perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan langkah maju yang sudah memberikan dampak luas. "Yang harus diperbaiki adalah teknis pelaksanaannya. Jangan sampai ada pihak yang hanya mengejar keuntungan semata, namun mengabaikan kualitas makanan dan standar gizi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," tegas Porkot, Selasa (23/6). Data yang ada menunjukkan betapa besarnya cakupan program ini di Rohul. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 119.441 warga telah merasakan langsung manfaat dari program ini. Untuk mendistribusikan asupan gizi tersebut, telah beroperasi 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai titik, dan kabar baiknya, dalam waktu dekat akan ditambah lagi dengan 10 dapur umum baru yang saat ini sedang dalam tahap persiapan matang. Tetapi, kehadiran program ini bukan hanya soal mengisi perut atau memenuhi kebutuhan gizi semata. Lebih dari itu, MBG telah menjadi mesin penggerak ekonomi yang nyata. Keberadaan dapur-dapur ini menyerap tenaga kerja baru bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Tidak hanya itu, roda ekonomi daerah pun ikut berputar karena keterlibatan aktif UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok utama bahan baku pangan. Ini membuktikan bahwa ketika program pemerintah dirancang dengan baik, manfaatnya akan mengalir ke seluruh lapisan masyarakat. Menjaga agar kualitas tetap prima dan tidak ada yang bermain curang, Porkot Lubis menegaskan bahwa DPRD bersama Pemerintah Daerah tidak akan tinggal diam. Pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rapat koordinasi hingga turun langsung melakukan pemantauan rutin ke sekolah-sekolah dan lokasi penyaluran. "Kami akan pastikan setiap porsi yang disajikan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Jika nanti ditemukan oknum penyedia yang melanggar aturan, tidak memenuhi standar, atau merugikan masyarakat, kami tidak akan ragu untuk merekomendasikan tindakan tegas, bahkan hingga penghentian operasional," ucapnya dengan tegas. Porkot Lubis berharap, masyarakat dapat terus mendukung program ini dengan semangat yang sama. Cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk melahirkan Indonesia Emas yang masyarakatnya sehat, cerdas, dan bebas stunting adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Keseriusan ini turut diperkuat dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dalam kegiatan tersebut. Politisi muda Partai Gerindra yang juga Anggota DPR RI, Muhammad Rahul, turut hadir dan memberikan keyakinan akan pentingnya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo di tengah masyarakat. Selain itu, kehadiran Anggota DPRD Provinsi Riau yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III, Budiman Lubis, SH, semakin menegaskan bahwa dukungan terhadap program ini datang dari berbagai jenjang pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten. Dengan perbaikan yang terus dilakukan dan pengawasan yang ketat, diharapkan Program MBG di Rokan Hulu akan terus menjadi berkah, menjadi bukti nyata bahwa kehadiran negara adalah untuk melindungi dan menyejahterakan rakyatnya.

Rohul Jadi Pelopor di Riau Terapkan Manajemen Talenta Digital Isi JPT Pratama Riau
Riau
Senin, 22 Juni 2026 | 16:35 WIB

Rohul Jadi Pelopor di Riau Terapkan Manajemen Talenta Digital Isi JPT Pratama

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk meninggalkan cara lama, dan berani mencoba sistem lebih modern. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu kembali membuktikan komitmen mereformasi birokrasi dengan meluncurkan inovasi terbaru. Kali ini, melalui penerapan sistem Manajemen Talenta dalam proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Rohul tegakan berada di garda terdepan sebagai pelopor di tingkat Provinsi Riau. Kegiatan strategis ini berlangsung hangat namun penuh keseriusan di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rohul, Senin (22/6). Sebuah momen bersejarah, di mana seleksi pemimpin daerah tidak lagi hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah proses ilmiah yang mengukur kompetensi, potensi, dan kinerja secara objektif. 29 ASN Bersaing, Dinilai Langsung Bupati Tidak main-main, sebanyak 29 Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik dari berbagai lini turut serta dalam seleksi ketat ini. Mereka adalah calon-calon pemimpin yang dipersiapkan untuk mengisi kursi kosong Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis. Yang membuat proses ini semakin istimewa dan menunjukkan keseriusan penuh, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, turun tangan langsung melakukan penilaian dan asesmen terhadap para peserta. Beliau didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah, Drs. H. Yusmar, M.Si, yang juga bertindak selaku Ketua Komite, serta didukung oleh para anggota komite lainnya seperti Asisten 3 Edi Suherman, Kepala Dinas Pariwisata H. Helfiskar, dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Margono, S.Sos, M.Si. Proses seleksi ini membuka peluang bagi 8 OPD vital untuk mendapatkan pemimpin baru yang berkualitas, di antaranya: Bapperida, Bappenda, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, BPKAD, DPPKB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perkim, hingga Dinas PUPR. Hanya Dua Kabupaten di Riau yang Mampu Keberhasilan Pemkab Rokan Hulu mengimplementasikan sistem Manajemen Talenta ini patut diacungi jempol. Pasalnya, hingga saat ini, baru ada dua kabupaten di seluruh Provinsi Riau yang berhasil dan berani menerapkan sistem modern ini, yaitu Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Siak. Ini membuktikan di bawah kepemimpinan saat ini, Rohul tidak mau tertinggal. Pemerintah daerah serius ingin mengubur pola-pola lama yang seringkali sarat dengan unsur subjektivitas, dan beralih ke pengelolaan karier ASN yang berbasis digital, transparan, dan berbasis kompetensi nyata. Sistem Manajemen Talenta ini bekerja layaknya "jaring cerdas" yang menangkap ASN-ASN terbaik. Melalui tahapan yang sistematis mulai dari akuisisi data, pengembangan kapasitas, retensi talenta, hingga penempatan pada posisi yang tepat, sistem ini memastikan bahwa hanya orang-orang dengan potensi dan kinerja tertinggi lah yang duduk di kursi kepemimpinan. Tiga Pilar Kemajuan Penerapan sistem ini bukan sekadar tren, melainkan strategi jangka panjang dengan tiga tujuan mulia: 1. Mewujudkan Sistem Merit: Memastikan setiap kenaikan pangkat dan jabatan dilakukan secara adil, transparan, murni berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan karena kedekatan atau faktor lain. ​ 2. Regenerasi yang Terjamin: Menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan sehingga roda pemerintahan tidak pernah kehabisan sosok-sosok tangguh yang siap melanjutkan estafet pembangunan. ​ 3. Mempercepat Pembangunan: Birokrasi yang dipimpin oleh orang-orang tepat dan kompeten pasti akan bekerja lebih cepat, lincah, dan efektif dalam melayani masyarakat serta membangun daerah. Dengan seleksi yang ketat dan didampingi oleh para penilai terbaik, diharapkan lahir dari 29 ASN ini para pemimpin OPD yang tidak hanya paham administrasi, tetapi juga memiliki jiwa inovator yang siap membawa Rokan Hulu melesat lebih jauh menuju kemajuan.