Yahya Siregar
Penulis

Yahya Siregar

Berita dipublish
1,023
Terakhir update
Sabtu, 23 Mei 2026
Dengar Suara Rakyat, Pemkab Rohul Perbaiki Jalan di Ujungbatu Timur Riau
Riau
10 jam yang lalu

Dengar Suara Rakyat, Pemkab Rohul Perbaiki Jalan di Ujungbatu Timur

Ujungbatu, katakabar.com -  Mendengar jerit paguyuban dan merespons keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) gerak cepat. Langkah nyata ditunjukkan dengan dimulainya perbaikan ruas jalan di Jalan Setiabudi, Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu, Sabtu (23/5). Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat sudah dikerahkan ke lokasi. Pekerjaan fokus pada pemerataan badan jalan dan penimbunan material guna menutupi kerusakan yang dikeluhkan warga. Ruas jalan yang melintasi Dusun Sei Poteh ini akses vital yang menghubungkan masyarakat menuju fasilitas pendidikan, ekonomi, dan mobilitas sehari-hari. Bupati Anton: Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di pelosok desa tetap menjadi fokus utama pemerintahannya pada tahun anggaran 2026 ini. "Kami sangat memahami, jalan yang baik adalah urat nadi perekonomian rakyat. Oleh karena itu, meski ada tantangan efisiensi anggaran, perbaikan jalan-jalan strategis seperti ini harus tetap berjalan, baik melalui program swakelola maupun reguler," tegas Anton. Ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan sementara selama proses perbaikan berlangsung. "Saya mengajak masyarakat untuk bersabar, mari bersama-sama mengawasi agar kualitas pekerjaan terjaga dan tahan lama. Semoga dengan jalan yang lebih mantap, aktivitas warga semakin lancar dan aman," tambahnya. Warga Bersyukur Harapan Terwujud Kabar perbaikan ini disambut hangat dan penuh antusias oleh warga setempat. Ketua RT setempat, Udin, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian pemerintah daerah yang cepat merealisasikan apa yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Mereka berharap pengerjaan dapat segera rampung agar tidak mengganggu kenyamanan dan meminimalisir debu bagi pengguna jalan. PUPR Maksimalkan Kemampuan Sementara, Kepala UPTD Wilayah III, Khairul, membenarkan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus menangani kerusakan di wilayah tersebut. Meski dengan segala keterbatasan, tim lapangan berupaya maksimal melakukan penimbunan dan perataan agar jalan dapat dilalui dengan lebih baik. "Sesuai perintah Bupati, kami akan kerjakan sesuai kemampuan dan anggaran yang ada. Hari ini fokus kami di jalan Dusun Sei Puteh, Desa Ujung Batu Timur," ujar Khairul mewakili Dinas PUPR Rokan Hulu. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat didengar dan ditindaklanjuti demi kenyamanan bersama.

MTsN 2 Rohul Ukir Masa Depan Lepas 230 Lulusan Lahirkan Penghafal Al Quran Perdana Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 21 Mei 2026 | 11:22 WIB

MTsN 2 Rohul Ukir Masa Depan Lepas 230 Lulusan Lahirkan Penghafal Al Quran Perdana

Ujung Batu, katakabar.com  - Langit pagi saksikan kebanggaan yang terpancar di halaman MTs Negeri 2 Rokan Hulu, Kamis (21/5). Ribuan haru dan doa menyatu di acara Penyerahan Peserta Didik Kelas IX Tahun Pelajaran 2025-2026. Sebanyak 230 siswa resmi menutup lembar perjalanan pendidikan mereka, siap melangkah menuju gerbang masa depan yang lebih tinggi. Momen ini menjadi semakin bersejarah karena menjadi kali pertama madrasah ini mewisuda para santri penghafal Al Quran sebanyak 2 Zus. Sebuah capaian membanggakan yang diraih setelah program unggulan ini berjalan selama satu tahun di empat kelas, membuktikan MTsN 2 Rohul tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Di atas mimbar, dengan penuh wibawa dan kasih sayang, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Rokan Hulu, Akhirman, S.Pt., M.Pd. memandang anak-anak didiknya dengan mata berbinar. Baginya, wisuda ini bukan sekadar upacara, melainkan titik tolak peluncuran generasi emas. "Alhamdulillah, hari ini kita melepas 230 putra-putri terbaik kita. Kami bersyukur, program tahfidz yang kami gagas telah membuahkan hasil. Tetapi, perjuangan belum selesai," ujar Akhirman lembut tetapi tegas. Di bawah komando Akhirman, MTsN 2 Rokan Hulu terus berbenah dan bertransformasi. Ia bertekad menjadikan madrasah ini setara dengan sekolah-sekolah favorit di Provinsi Riau. "Kami ingin membekali mereka dengan ilmu yang mumpuni. Melalui program Tahfidz, penguatan Bahasa Arab dan Inggris, kami yakin mereka mampu bersaing dan diterima di sekolah-sekolah idaman hingga ke Pekanbaru," tegasnya. Tak berhenti di situ, demi menjawab tantangan zaman, Akhirman mengumumkan terobosan besar untuk tahun depan. Madrasah akan meluncurkan 5 Program Super, yakni Tahfidz, Sekolah Olimpiade, Kelas Digital, serta penguasaan Bahasa Inggris dan Arab. "Program ini standarnya sama dengan sekolah unggulan. Kami ingin lulusan kami siap menghadapi dunia. Kami juga berharap banyak yang melanjutkan ke MAN 2 Ujung Batu agar tetap menimba ilmu di lingkungan yang islami," tambahnya. Acara yang digelar sederhana penuh makna ini turut dihadiri oleh Kepala KUA Ujung Batu, Camat Ujung Batu Ibu Nurmi Aisyah, unsur Babinsa, Komite Sekolah, serta orang tua wali murid. Suasana semakin hidup dengan gemuruh seni budaya yang ditampilkan siswa, mulai dari gemuruh Rabana hingga gerakan anggun Tari Melayu yang memukau. Dalam sambutannya, Camat Nurmi Aisyah memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai bahwa di bawah kepemimpinan Akhirman, MTsN 2 Rohul telah menjadi kebanggaan kecamatan dan rujukan pendidikan di Rokan Hulu. "Teruslah jaga nama baik almamater tercinta ini. Bawalah ilmu dan akhlak yang kalian dapatkan di sini untuk menjadi penerang di mana pun kalian berada," pesan Nurmi. Acara ditutup dengan suasana haru saat penyerahan cenderamata dari Kepala Madrasah kepada para sesepuh dan tokoh pendidikan, sebagai simbol rasa hormat dan syukur atas satu perjalanan indah yang telah terlampaui, menanti kisah baru yang lebih gemilang.

SMPN 2 Ujungbatu Torehkan Sejarah Wujudkan Visi Budaya di Tengah Gempuran Teknologi Pendidikan
Pendidikan
Senin, 18 Mei 2026 | 11:21 WIB

SMPN 2 Ujungbatu Torehkan Sejarah Wujudkan Visi Budaya di Tengah Gempuran Teknologi

Ujungbatu, katakabar.com - Di tengah derasnya arus modernisasi dan teknologi perlahan mengikis nilai-nilai leluhur, SMP Negeri 2 Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, hadir sebagai benteng pertahanan budaya. Di bawah komando dan kepemimpinan visioner Kepala Sekolah, Dra. Hj. Yeni Irmayati, M.Pd, sekolah ini sukses gelar sebuah acara megah yang bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan sebuah deklarasi cinta tanah air dan budaya Melayu. Usung tema megah dan penuh makna, "Takkan Hilang Melayu di Bumi", seluruh jajaran sekolah, guru, siswa, hingga orang tua bahu-membahu menyajikan pesta budaya yang memukau. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa di tangan pemimpin yang tepat, pendidikan tidak hanya soal angka dan ijazah, tetapi juga soal jati diri dan karakter. Kepemimpinan Yeni Irmayati: Lahirkan Inovasi Diapresiasi Pemkab Keberhasilan penyelenggaraan Pentas Seni dan Bazar Masakan Khas Melayu ini tidak lepas dari tangan dingin Dra. Hj. Yeni Irmayati, M.Pd. Di bawah naungan kepemimpinannya, SMPN 2 Ujungbatu berhasil menerjemahkan visi pendidikan menjadi aksi nyata yang menyentuh hati masyarakat. Bahkan, keberhasilan ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya langsung dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rokan Hulu, Al Reza Ahyu, yang hadir langsung memantau dan membuka acara tersebut. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Rokan Hulu, Al Reza Ahyu, menegaskan inisiatif yang dilakukan oleh SMPN 2 Ujungbatu ini sangat sejalan dengan program nasional maupun daerah. "Hari ini ada program dari Kemendikdasmen, Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Karakter. Acara tersebut memperkenalkan kearifan lokal di wilayah Rokan Hulu. Guna membentuk karakter generasi muda melalui budaya Melayu," tegas Reza Ahyu di hadapan ratusan tamu undangan. Lebih jauh, Reza mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan silabus khusus tentang budaya Melayu Riau. Dan SMPN 2 Ujungbatu menjadi salah satu pelopor yang berhasil mengimplementasikannya di lapangan dengan sangat luar biasa. "Kita sudah menerbitkan silabus tentang budaya Melayu Riau. Dan inilah yang sedang dilakukan oleh SMPN 2 Ujungbatu, mempraktikkannya langsung agar anak-anak tidak hanya tahu teori, tapi merasakan dan menghayati budayanya sendiri," ujarnya bangga. Perpisahan Bermakna, Tanpa Beban Orang Tua Satu hal yang menjadi sorotan utama dan kebanggaan besar bagi Ibu Kepala Sekolah adalah konsep acara yang diusung. Berdasarkan Surat Edaran Bupati Nomor 6 Tahun 2026, acara perpisahan tidak dilarang, namun wajib dilaksanakan secara sederhana, di lingkungan sekolah, dan yang terpenting tidak memberatkan orang tua. Prinsip ini dijalankan dengan sangat baik oleh manajemen SMPN 2 Ujungbatu bersama Komite Sekolah. Acara berjalan sangat meriah, megah, dan penuh warna, namun seluruh biaya operasional didukung penuh oleh sponsor dan kerja sama strategis, tanpa memungut biaya sepeser pun dari wali murid. "Kami cukup berbangga hati. Para komite dan orang tua mensponsori acara ini, tidak menetapkan target sumbangan. Ini yang kami harapkan. Ini adalah wujud nyata Catur Warga, kolaborasi sekolah, keluarga, masyarakat, dan media," imbuh Reza. Kerja sama yang solid ini juga diperkuat dengan dukungan dari Bank BPR Rokan Hulu, yang turut serta mensukseskan acara ini, di mana diwakili Kepala Kantor Kas Ujungbatu, Reki Herawati, turut hadir memeriahkan suasana. Tarian dan Busana Melayu Pukau Hadirin Hari itu, halaman SMPN 2 Ujungbatu bagaikan sebuah kerajaan Melayu kecil yang hidup kembali. Para siswa tampil anggun mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesorisnya. Senyum cerah mereka menghiasi setiap sudut arena, menampilkan tarian-tarian tradisional yang memukau mata dan hati. Hadir di acara tersebut Anggota DPRD Rokan Hulu dari Komisi III, Kepala Desa Ngaso, serta para Datuk Adat dan Tokoh Masyarakat. Kehadiran mereka menandakan acara ini bukan hanya acara sekolah, tapi telah menjadi acara besar yang diakui oleh seluruh elemen masyarakat. Melihat antusiasme dan persiapan yang matang, pihak dinas pun tak sungkan memuji. "Mungkin selama saya menjadi dinas pendidikan ini yang pertama kali melihat acara sekeren ini. Saya yakin banyak yang tidak tidur mempersiapkan pakaian, menyewa baju, merias diri. Semuanya tampil maksimal hari ini," tuturnya terharu. Melawan Lupa, Menanam Karakter Sejak Dini Di balik kemeriahan panggung dan warna-warni busana, terselip pesan mendalam yang diusung oleh Ibu Yeni Irmayati dan tim. Bahwa budaya Melayu saat ini sedang terancam terdegradasi oleh kehadiran gadget, handphone, dan budaya asing. Lantaran itu, melalui acara ini, SMPN 2 Ujungbatu ingin memastikan "Budaya di daerah kita tidak boleh hilang, tidak boleh tidak diketahui oleh anak-anak kita." Mereka ingin memastikan generasi penerus tahu bagaimana makan adat, cara berpakaian adat, hingga memainkan alat musik tradisional, sebelum mereka terlalu asyik dengan dunianya sendiri di dunia maya. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, acara yang penuh makna sejarah ini resmi dibuka. Suasana haru, bangga, dan bahagia menyelimuti seluruh hadirin. Selamat dan sukses untuk Dra. Hj. Yeni Irmayati, M.Pd, beserta seluruh jajaran guru dan staf SMPN 2 Ujungbatu. Telah lahir sebuah karya besar yang menjadi contoh teladan bagi sekolah-sekolah lain di Rokan Hulu dan Riau pada umumnya. Semoga niat baik ini diridhoi Allah SWT dan menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya dalam mencerdaskan dan membudayakan bangsa.

Hukum Dinilai Tumpul! Oknum Kades Diduga Bacok Warga Masih Bebas Polsek Dolok Didesak Bertindak Hukrim
Hukrim
Jumat, 15 Mei 2026 | 22:02 WIB

Hukum Dinilai Tumpul! Oknum Kades Diduga Bacok Warga Masih Bebas Polsek Dolok Didesak Bertindak

Padanglawas Utara, katakabar.com - Memprihatinkan terjadi lagi fenomena penegakan hukum di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Seorang oknum yang menjabat Kepala Desa Sijantung Jae berinisial MH, diduga kuat melakukan pembacokan sebabkan luka parah sehingga mengancam nyawa warga, saat ini masih bebas berkeliaran layaknya orang tak bersalah. Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (TBL) Nomor: TBL/07/V/2026/SPKT/Polsek Dolok, korban telah resmi melapor Mingg (3/5) sekitar pukul 20.30 WIB lalu. Artinya, sudah lebih dari dua minggu kasus ini ditangani tetapi hingga berita ini diterbitkan belum ada tindakan tegas yang dilakukan aparat penegak hukum (kepolisian). Kejadian mengerikan ini bermula saat korban, Amrin Siregar, hendak pulang dari warung milik Ahmadi Rambe. Tanpa diduga, dari arah belakang ia diserang dengan sebilah parang oleh pelaku. Korban sempat menangkis serangan mematikan tersebut dengan tangan, hingga nyawanya nyaris melayang. Bukan hanya melukai, pelaku yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat ini bahkan dengan angkuh mengancam nyawa korban. "Tunggu disini biar kujemput massaku biar kami massakan kau disini," begitu ancaman kejam yang terlontar dari mulut oknum Kades tersebut. Akibat perbuatan biadab itu, Amrin mengalami luka robek serius di telinga kiri, sisi kepala, hingga pergelangan tangan kanan. Fisiknya hancur, tetapi lebih menyakitkan adalah kenyataan pelaku hingga kini belum juga digelandang (ditangkap) pihak kepolisian. "Mencari Keadilan Kok Susah sekali" Kemarahan keluarga korban kini memuncak. Mereka tak habis pikir, mengapa kasus seberat ini yang nyaris mencabut nyawa seseorang, penanganannya justru terkesan diulur-ulur dan berjalan sangat lambat. "Kita mencari keadilan kok susah sekali, ini ada apa? Kenapa terkesan didiamkan? Ini sudah menyangkut nyawa orang, mau dibunuh! Abang kami terluka parah akibat hunaman parang oleh oknum Kades tersebut," ujar M. Rambe, kerabat korban, dengan nada kecewa kepada katakabar.com, Jumat (15/5). Melihat pelaku masih leluasa beraktivitas, keluarga mempertanyakan integritas aparat. "Bapak Kapolres Tapsel, Bapak Kapolda Sumut tolong kami! Kami tidak dapat mencari keadilan di Polsek Dolok," serunya memohon perlindungan ke jenjang yang lebih tinggi. Polisi Dinilai Tidak Profesional, SP2HP Tak Kunjung Keluar Penanganan kasus ini dinilai sangat tidak profesional dan memihak. Soalnya, sejak laporan masuk pada 3 Mei lalu hingga saat ini, pihak kepolisian dinilai lamban bertindak dan tidak transparan. Kemacetan proses hukum ini semakin mencurigakan lantaran hingga saat ini, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/Penyidikan (SP2HP) belum juga diterbitkan dan disampaikan kepada pelapor, padahal hal tersebut merupakan kewajiban prosedural yang harus dipenuhi demi hak hukum pelapor. Korban: Ini Penghinaan Terhadap Hukum Korban, Amrin Siregar mengaku geram setengah mati. Baginya, kebebasan pelaku adalah sebuah penghinaan terhadap hukum dan rasa aman masyarakat. "Kami mendesak Polsek Dolok segera menangkap pelaku, apapun yang terjadi kami tidak terima. Ini sudah menyangkut menghilangkan nyawa saya. Dan sampai saat ini pelaku belum juga ditangkap, masih bebas berkeliaran di luar. Ini ada apa? Kenapa polisi tidak berani menangkap?" tanyanya menohok. Amrin menyesalkan ketidaktransparanan penyidikan. Meski laporan sudah dibuat sejak dua minggu lalu, ia mengaku tak pernah mendapat perkembangan jelas dari penyidik. "Saya sudah buat laporan, tapi pihak kepolisian belum memberikan informasi apa-apa. Seolah kasus ini dikubur hidup-hidup," ucapnya. Publik Menuntut Jawaban, Polsek Dolok Bungkam Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik. Masyarakat mempertanyakan, apakah karena pelaku seorang Kepala Desa maka hukum menjadi tumpul? Atau ada kekuatan tertentu yang melindungi sehingga aparat terlihat ragu-ragu bertindak? Wajar jika keluarga dan masyarakat bertanya-tanya: Seburuk inikah penegakan hukum di Polsek Dolok? Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Dolok bungkam total. Kanit Reskrim Polsek Dolok, Kobul Siregar, hingga saat ini tidak memberikan respon. Pesan konfirmasi yang dikirimkan wartawan melalui WhatsApp terlihat centang dua tetapi tak kunjung dibalas, dan saat dihubungi via telepon pun tidak diangkat. Belum ada satu pun pernyataan atau klarifikasi yang keluar terkait kemacetan penanganan kasus ini. Publik kini menunggu, apakah Kapolres Tapanuli Selatan akan bertindak tegas, atau membiarkan keadilan terus tertunda? Keadilan yang ditunda, sama saja dengan keadilan yang dibunuh.

Manajer Lari Dari Tanggung Jawab! PT SSM Cemari Sungai Bawak, DPRD dan DLH Rohul Dituding 'Tidur Pulas' Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 13 Mei 2026 | 11:36 WIB

Manajer Lari Dari Tanggung Jawab! PT SSM Cemari Sungai Bawak, DPRD dan DLH Rohul Dituding 'Tidur Pulas'

Pasir Pengaraian, katakabar.com – Sungai Bawak di Desa Koto Tandun kini telah berubah menjadi kubangan racun mematikan. Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu secara mutlak membuktikan air sungai tersebut tercemar parah akibat ulah PT Surya Sawit Mandiri (SSM). Parameter BOD, COD, Amoniak, Minyak & Lemak, hingga TSS terbukti melebihi ambang batas fatal, membahayakan nyawa dan kesehatan ribuan warga. Tetapi, sungguh ironi terjadi ketika kebenaran sudah di depan mata, justru pihak yang paling bertanggungjawab memilih bersembunyi, diam seribu bahasa, dan terkesan sangat alergi terhadap kebenaran. Pesan konfirmasi yang sampaikan katakabar.com melalui pesan WhatsApp sama sekali tidak digubris Menejer PKS PT SSM, Mauli Ritonga terkait pencemaran Sungai Bawak tersebut. Saat ini, masayarakat menuntut jawaban yang jelas terkait bukti pencemaran, rencana perbaikan, serta dugaan kolusi yang terjadi. Tetapi hingga berita ini diturunkan, Mauli Ritonga sama sekali tidak memberikan respons. Ia memilih bersembunyi di balik tembok pabrik, membiarkan stafnya yang berulah, dan tidak berani menghadapi publik. Sikap diam dan menghindar ini dinilai sebagai bentuk pengecutan dan pengakuan bersalah secara tidak langsung. Jika manajemen merasa bersih dan jujur, kenapa harus takut bicara? Kenapa harus menghindar? Ini membuktikan bahwa PT SSM memang bersalah dan tidak punya malu merusak lingkungan. Toni Alexander Blokir Wartawan, Alergi Kebenaran Tidak jauh berbeda dengan bosnya, Humas PT SSM, Toni Alexander, justru bertindak semakin arogan. Ia tidak hanya menghindar, tapi secara teknis nekat memblokir nomor WhatsApp awak media. Tindakan tercela ini menunjukkan betapa rapuhnya mental mereka dan betapa takutnya perusahaan ini terhadap transparansi. Mereka merasa bisa berbuat apa saja, meracuni sungai, dan menutup mulut orang dengan cara memutus komunikasi. PJ Kepala Desa Aly Dituduh "Main Mata" Skenario busuk ini semakin sempurna dengan sikap diamnya Pj Kepala Desa Koto Tandun, Aly. Padahal wilayahnya yang dirusak dan rakyatnya yang menderita, ia justru tak kunjung bersuara. Masyarakat kini yakin, diamnya Aly bukan tanpa alasan. Kuat dugaan telah terjadi praktik "main mata" atau kolusi antara oknum pejabat desa dengan manajemen perusahaan demi keuntungan pribadi, sementara nasib warga dikorbankan. DPRD dan DLH Rohul: Pengawasan Nol Kinerja Gagal! Kasus berulang pencemaran di wilayah ini juga menjadi tamparan keras bagi lembaga legislatif dan eksekutif di Kabupaten Rokan Hulu. Masyarakat mempertanyakan fungsi DPRD Rokan Hulu sebagai lembaga pengawas. Dimana peran mereka? Kenapa kasus pembuangan limbah bisa terjadi terus-menerus? Apakah anggota dewan hanya sibuk dengan kepentingan sendiri dan membiarkan perusahaan merajalela merusak alam? Begitu juga dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hulu. Keberadaan mereka dipertanyakan. Sudah berapa kali teguran diberikan? Sudah berapa kali janji dibuat? Tetpi kenyataannya, sungai tetap hitam dan beracun. Ini membuktikan bahwa pengawasan tidak berjalan, penegakan hukum lemah, dan diduga kuat ada "tangan-tangan jahat" yang melindungi perusahaan nakal ini. "Kalau pengawasan berjalan baik, tidak mungkin PT SSM seenaknya membuang limbah. Ini bukti DPRD dan DLH tidur besar, atau memang ada kesepakatan bisnis di balik layar," tegas tokoh masyarakat. Tantangan Terbuka Untuk Mauli Ritonga Masayarakat Desa Koto Tandun menyuarakan tidak akan berhenti! Mauli Ritonga tidak bisa lari selamanya. Rakyat punya bukti kuat, hukum pun berlaku untuk semua. Jawablah Pertanyaan Kami! 1. Mengapa Bapak diam dan kenapa kerap kali limbah PKS SSM mencemari Sungai Bawak? ​ 2. Apa yang Bapak sembunyikan sehingga harus memblokir media? ​ 3. Sampai kapan Bapak akan dilindungi oleh oknum yang tidur mengawasi? Jika Bapak tetap memilih diam, maka publik akan menilai sendiri bahwa PT SSM bersalah, Mauli Ritonga Pengecut dan penguasa di Rohul sudah dibeli.

Nakhoda Baru: Fredy Feronico Simanjuntak Resmi Pimpin Kejari Rokan Hulu Hukrim
Hukrim
Selasa, 12 Mei 2026 | 14:11 WIB

Nakhoda Baru: Fredy Feronico Simanjuntak Resmi Pimpin Kejari Rokan Hulu

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Langkah baru penegakan hukum di 'Negeri Seribu Suluk' nama lain Kabupaten Rokan Hulu, Riau, resmi dimulai. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Dewa Gede Wirajana, secara khidmat melantik Fredy Feronico Simanjuntak menduduki posisi strategis sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hulu baru. Acara pelantikan berlangsung di Gedung Satya Adhi Wicaksana Kejaksaan Tinggi Riau, Pekanbaru, Selasa (12/5), dihadiri para pejabat tinggi kejaksaan dan tamu undangan. Fredy Feronico Simanjuntak ditunjuk untuk melanjutkan estafet kepemimpinan menggantikan Rabani Meryanto Halawa, yang kini dipercaya menjabat sebagai Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya, Fredy dikenal sebagai pemimpin yang solid saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara. Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan keputusan resmi Jaksa Agung Republik Indonesia, menjadi bukti kepercayaan pimpinan terhadap kapabilitas Fredy untuk memimpin institusi penegak hukum di wilayah hukum Rokan Hulu. Rotasi Dinamika Organisasi Kajati Riau, Dewa Gede Wirajana, menegaskan pergantian kepemimpinan bagian tak terpisahkan dari dinamika organisasi. Hal ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya penyegaran, dan regenerasi untuk melahirkan kinerja yang lebih segar dan optimal. "Pergantian jabatan hal yang lumrah dalam dinamika organisasi. Ini bentuk penyegaran guna meningkatkan kinerja serta pelayanan hukum yang lebih prima kepada masyarakat," ujar Dewa Gede membuka arahannya. Ia tak lupa memberikan apresiasi mendalam kepada Kajari lama, Rabani Meryanto Halawa. Selama memimpin Kejari Rokan Hulu, Rabani dinilai telah memberikan kontribusi besar, khususnya dalam penguatan penegakan hukum dan pelayanan publik. "Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian serta kinerja yang telah ditunjukkan. Semoga sukses menjalankan amanah baru di NTB," tuturnya. Jaga Integritas dan Sinergi Kepada sosok baru, Fredy Feronico Simanjuntak, Kajati Riau memberikan pesan mendalam agar segera beradaptasi dan membawa semangat baru. Kepercayaan besar ini harus dijawab dengan kerja nyata yang berintegritas. "Kepercayaan yang diberikan pimpinan harus dijawab dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan yang humanis. Bangunlah sinergi yang baik dengan seluruh unsur Forkopimda dan elemen masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu," tegasnya.

Keluarga Kuat, Bangsa Maju: PKK Rohul Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045 Riau
Riau
Senin, 11 Mei 2026 | 16:10 WIB

Keluarga Kuat, Bangsa Maju: PKK Rohul Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Sempena Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 54 tingkat Kabupaten Rokan Hulu digelar khidmat di Halaman Kantor Camat Tambusai, Senin (11/5). Usung tema "Kuatkan 10 Program PKK, Laksanakan Asta Cita Wujudkan Indonesia Emas 2045", kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran gerakan tersebut dalam pembangunan daerah. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Rokan Hulu, dr. Hj. Yeni Dwi Putri, buka acara secara resmi ditandai dengan pelepasan balon sebagai simbol semangat kolaborasi dan harapan baru bagi masyarakat. dr. Yeni menegaskan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan. Melalui 10 Program Pokok PKK, gerakan ini berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai luhur, menjaga kesehatan, serta mencetak generasi yang berkualitas demi menyukseskan visi Indonesia Emas 2045. "Keluarga adalah unit terkecil yang sangat krusial. Di sanalah karakter bangsa dibentuk. Itu sebabnya, penguatan program PKK adalah investasi jangka panjang yang harus kita laksanakan secara berkelanjutan," ujarnya. Ia juga memaparkan besarnya potensi gerakan ini yang didukung oleh jutaan kader yang tersebar hingga ke tingkat RT RW. Dengan struktur yang masif dan dedikasi yang tinggi, PKK siap menjawab berbagai tantangan pembangunan di tengah masyarakat. Tidak hanya seremoni, peringatan HKG kali ini juga diisi dengan kegiatan nyata. Mulai dari senam bersama, Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kader, hingga layanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan laboratorium, IVA test, dan donor darah yang disambut antusias oleh warga. Hadir pula di kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bambang Triono, Camat Tambusai, Muhammad Ghadafi, Forkopimcam, para Kepala Desa, serta seluruh jajaran pengurus PKK, memperlihatkan sinergi yang kuat demi kesejahteraan bersama

Pecat Humas! PT SSM Terbukti Buang Limbah, Land Aplikasi Bermasalah Tanpa SLO dan Pemerintah Disepelekan Lingkungan
Lingkungan
Senin, 11 Mei 2026 | 13:35 WIB

Pecat Humas! PT SSM Terbukti Buang Limbah, Land Aplikasi Bermasalah Tanpa SLO dan Pemerintah Disepelekan

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Wajah asli kebusukan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di bawah naungan PT Surya Sawit Mandiri (SSM) terbongkar, dan membikin mata publik terbelalak. Tidak hanya terbukti meracuni Sungai Bawak dengan limbah berbahaya, pihak manajemen justru bersikap arogan, sewenang-wenang, dan seolah-olah berada di atas hukum. Sikap paling mencolok ditunjukkan Humas perusahaan, Toni Alexander, yang dikenal sangat "sok keras" dan sewenang-wenang. Ia diduga kuat mendapat "backup" atau perlindungan dari pemilik modal, sehingga berani sepelekan masyarakat, memblokir nomor wartawan, dan menutup akses informasi. Fakta mengejutkan terungkap, perusahaan ini berkali-kali mendapat teguran resmi dari pemerintah, tetapi selalu diabaikan. Bahkan, terungkap Land Aplikasi mereka bermasalah dan tidak kantongi Surat Layak Operasional (SLO) yang sah. Ironisnya, meski beroperasi dengan izin yang "tidak jelas" dan melanggar aturan baku mutu secara terus-menerus, perusahaan ini seolah kebal hukum. Mereka menganggap remeh peraturan yang dibuat negara, dan berbuat sesuka hati merusak lingkungan tanpa rasa takut. Pengamat: pecat Toni Alexander dan Cabut Izin Perusahaan Pengamat dan pemerhati lingkungan hidup, F Hasibuan, meluapkan kemarahannya. Ia mengecam keras tindakan Toni Alexander yang berprilaku tidak profesional dan merugikan citra perusahaan sendiri. "Saya minta manajemen perusahaan, pecat Toni Alexander itu! Sikapnya memblokir wartawan dan menutup-nutupi kebenaran itu sangat memalukan dan merugikan perusahaan sendiri. Dia sok keras karena merasa ada yang backing," tegas Hasibuan kepada wartawan, Senin (10/5). Lebih jauh, Hasibuan mendesak Bupati Rokan Hulu untuk segera turun tangan dan mengambil sikap tegas. "Cabut saja izin operasional mereka! Perusahaan nakal ini sudah tidak pantas diberi kelonggaran. Hampir setiap tahun buang limbah, meracuni sungai, dan tidak punya izin yang jelas. Bupati harus bertindak, jangan biarkan mereka main-main dengan hukum," jelasnya. Bau Busuk Kolopsi: Pj Kades Diam DLH DItuding 'Main Mata' Kasus ini semakin mencurigakan lantaran hingga saat ini Pj Kepala Desa Koto Tandun, Aly, sama sekali tidak memberikan respons. Padahal wilayahnya yang dirusak dan warganya yang menderita. Sikap diam ini memicu dugaan kuat adanya praktik "main mata" atau kolusi antara oknum pejabat dengan perusahaan. Selain itu, masyarakat juga menuding Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu turut bermain mata. Soalnya, meski aturan sudah jelas dan temuan pencemaran sudah di tangan, tidak ada tindakan tegas yang diambil. Perusahaan dibiarkan beroperasi seenaknya, membuang limbah semau sendiri, tanpa pengawasan yang ketat. Masyarakat Murka Tuntut Penutupan Rakyat kini sudah di ambang batas kesabaran. Mereka menilai PT SSM dan kelompok usahanya (SSM, KCN, Erasawita, RSM) adalah perusahaan pembajak lingkungan yang tidak punya etika dan hukum. "Mereka ketarketir karena salah sendiri. Toni Alexander sok keras karena merasa dilindungi pengusaha Cina, tapi lupa ini di negara hukum. Kalau benar bersih, kenapa lari dan blokir komunikasi? Ini bukti mereka bersalah!," ujar warga dengan emosi memuncak. Masyarakat berteriak serentak, cabut izin, tutp perusahaan, dan hukum berat semua oknum yang terlibat korupsi lingkungan.

Pencemaran Sungai Bawak Terbukti, Pj Kades Terindikasi 'Main Mata' dan Humas PT SSM Blokir Wartawan Lingkungan
Lingkungan
Senin, 11 Mei 2026 | 10:55 WIB

Pencemaran Sungai Bawak Terbukti, Pj Kades Terindikasi 'Main Mata' dan Humas PT SSM Blokir Wartawan

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Skandal pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun,  akhirnya terbongkar kebusukan selama ini. Hal itu, setelah hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu, secara mutlak membuktikan air Sungai Bawak tercemar parah disebabkan ulah PT Surya Sawit Mandiri (SSM), Tetapi, respons dari pihak terkait justru mencurigakan. Penjabat (Pj) Kepala Desa Koto Tandun, Aly, hingga berita ini diturunkan sama sekali tidak merespons pesan konfirmasi yang dikirimkan masyarakat dan wartawan lewat WhatsApp pribadinya. Padahal, pesan tersebut berisi bukti resmi hasil rapat ekspose pada 20 April 2026 yang memuat temuan nyata kerusakan lingkungan di wilayah yang dipimpinnya. Diamnya sang kepala desa picu kecurigaan keras di tengah masyarakat. Kuat dugaan telah terjadi praktik "main mata" atau kolusi antara pemimpin desa dengan pihak perusahaan demi kepentingan tertentu, sehingga mengabaikan nasib warga yang selama ini menderita akibat limbah beracun. Tidak hanya pejabat desa, pihak manajemen perusahaan terlihat sangat gelisah dan ketakutan. Humas PT SSM, Toni Alexander, yang mewakili empat perusahaan besar sekaligus yakni PT Surya Sawit Mandiri (SSM), PT Karya Cipta Nirvana (KCN), PT Erasawita, dan PT RSM, terbukti bersikap arogan dan tidak bertanggung jawab. Toni Alexander tidak hanya menghindar, tapi secara teknis telah memblokir nomor WhatsApp wartawan. Tindakan ini menunjukkan betapa pihak perusahaan sangat alergi terhadap kebenaran dan berusaha menutup-nutupi fakta bahwa mereka telah merusak alam dan melanggar hukum. Padahal, hasil uji lab sudah di depan mata: Parameter BOD, COD, Amoniak, Minyak & Lemak, hingga TSS terbukti melebihi ambang batas fatal. Sungai yang menjadi sumber kehidupan warga kini telah menjadi racun berjalan. Masyarakat menilai, sikap diam Pj Kepala Desa Aly dan tindakan memblokir komunikasi oleh Toni Alexander adalah bukti pengakuan bersalah secara tidak langsung. Mereka ketarketir menghadapi tuntutan hukum dan kewajiban memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. "Kalau mereka bersih dan jujur, kenapa harus menghindar? Kenapa kepala desa diam saja melihat rakyatnya sakit-sakitan? Ini jelas ada permainan di balik layar. Kami tidak takut, kami punya bukti kuat!," tegas salah satu tokoh masyarakat yang enggan namanya disebutkan. Masyarakat kini semakin yakin kasus ini bukan sekadar pelanggaran teknis, melainkan dugaan korupsi dan kolusi yang merugikan negara dan rakyat. Desakan untuk segera menutup perusahaan, dan mencabut izin operasional semakin bulat, ditambah tuntutan agar pihak berwajib juga menyelidiki hubungan mencurigakan antara oknum pejabat desa dengan pengusaha sawit tersebut.

Warga Dusun Batas: Alhamdulillah Jembatan Sei Batang Rampung Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 08 Mei 2026 | 19:30 WIB

Warga Dusun Batas: Alhamdulillah Jembatan Sei Batang Rampung

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Jembatan Gantung Sei Sesuok, penghubung vital masyarakat Dusun Batas, Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, telah rampung dan resmi difungsikan. Kini, warga melangkah tidak ada lagi keraguan dan was-was saat melewati Jembatan Gantung sudah lama didambakan. Kehadiran jembatan ini bukan sekadar menyambungkan dua tebing sungai, melainkan menyatukan harapan rakyat dengan kepedulian pemerintah. Senyum kebahagiaan, dan rasa syukur tak terhingga terpancar jelas dari wajah warga, setelah sekian lama menanti akses yang layak dan aman. Pembangunan infrastruktur strategis ini bukti nyata perhatian besar Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM, yang konsisten hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok desa sekalipun. Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, H Zulfikri ST, melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Resqi Rades ST, menegaskan pembangunan ini adalah wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu di bawah kepemimpinan Anton dan H Syafaruddin Poti. "Kita akan berupaya bekerja semaksimal mungkin untuk kemajuan Rokan Hulu ini. Dengan segala kemampuan yang ada, kita fokuskan pada program skala prioritas yang bertujuan untuk kelancaran distribusi hasil perkebunan masyarakat desa," ujar Resqi Rades ST kepada katakabar.com, Jum’at (8/5). Setiap tetes keringat dan anggaran yang dikerahkan, tegasnya, adalah manifestasi nyata dari janji dan komitmen untuk menyejahterakan rakyat. Pemerintah memahami betul, aksesibilitas yang baik adalah kunci utama kemajuan ekonomi desa. Harapan Baru bagi Masyarakat Dengan beroperasinya Jembatan Gantung Sei Sesuok ini, roda perekonomian warga khususnya mengangkut hasil bumi dan perkebunan dipastikan semakin lancar. Kesulitan yang dulu menjadi cerita kelam, kini berganti menjadi kemudahan yang nyata. Masyarakat pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Jembatan ini menjadi saksi bisu kepemimpinan yang hadir dan peduli selalu meninggalkan jejak manfaat yang abadi bagi rakyatnya.