Hingga berita ini diturunkan, pihak Perumda Air Minum Tirta Sakti belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.

Warga menyebut gangguan layanan air di wilayah Kayu Aro bukan kali pertama terjadi. Bahkan, pasokan air dari Perumda Air Minum Tirta Sakti disebut kerap terhenti selama satu hingga dua hari.

Menariknya, rumah-rumah di sekitar lokasi yang menggunakan jaringan air yang sama masih mendapatkan pasokan normal. Di kawasan ini sendiri terdapat dua pengelola air bersih, yakni PAM Desa dan Perumda Air Minum Tirta Sakti.

Kecamatan Kayu Aro dikenal sebagai kawasan sejuk di kaki Gunung Kerinci dengan suhu berkisar 16–17 derajat Celsius. 

Daerah ini juga menjadi lokasi perkebunan teh terluas di Indonesia yang sebelumnya dikelola PTPN VI dan kini berada di bawah PTPN IV.

Namun, sejumlah warga menilai kondisi perkebunan teh saat ini mulai kurang terawat. Sebagian lahan bahkan disebut telah ditanami tanaman lain, seperti kopi.