Ribuan Paket Meubelir Didistribusikan ke Sekolah
Proyek pengadaan meubelir tersebut mencakup distribusi ribuan unit perabot sekolah ke berbagai SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Langkat.
Pada tingkat SD, pengadaan terdiri atas 429 paket untuk sekolah negeri dan lima paket untuk sekolah swasta. Setiap paket berisi 28 set meja-kursi siswa, satu meja guru, satu kursi guru, serta satu papan tulis.
Sementara untuk SMP, pengadaan mencakup 332 paket bagi sekolah negeri dan tiga paket untuk sekolah swasta.
Setiap paket terdiri dari 30 set meja-kursi siswa beserta perlengkapan guru dan papan tulis.
Meski proyek telah berjalan selama empat bulan, mulai Februari hingga Juni 2025, hasil pemeriksaan auditor menunjukkan adanya indikasi penggelembungan harga yang cukup signifikan.
Secara keseluruhan, potensi kerugian negara yang teridentifikasi mencapai lebih dari Rp 6 miliar, terdiri dari sekitar Rp1,5 miliar pada paket SD dan lebih dari Rp4,5 miliar pada paket SMP.
Temuan tersebut menjadi sinyal adanya kelemahan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat yang perlu mendapat perhatian serius dari aparat pengawas maupun penegak hukum.
Terungkap Dugaan Modus Mark-Up Proyek Meubelir Sekolah di Langkat, Kinerja PPK Jadi Sorotan
Diskusi pembaca untuk berita ini