Tiorita juga menyoroti gangguan listrik yang masih sering terjadi di Langkat Hulu. Menurutnya, pemadaman berulang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak peralatan elektronik.

“Di kampung saya, listrik satu hari bisa sampai 10 kali mati. Ini dapat merusak alat-alat elektronik. Saya mintakan segera diperbaiki dan ditindaklanjuti karena biaya perbaikan alat elektronik juga cukup mahal,” jelas dia.

Menanggapi keluhan tersebut, Isra menyatakan PLN akan melakukan perbaikan dan meningkatkan pelayanan untuk mengurangi gangguan listrik di Langkat Hulu.

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Langkat dan PLN memperkuat koordinasi dalam memperluas akses listrik, meningkatkan keandalan jaringan, serta memastikan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, memperoleh layanan kelistrikan yang lebih baik.