Jakarta, katakabar.com - VanEck baru mengajukan proposal spot ETF Solana di Amerika Serikat, meski persetujuannya masih diragukan tanpa adanya ETF berjangka Solana, perubahan regulator pada tahun 2025 dapat ubah situasi ini.
Menurut Eric Balchunas, analis ETF dari Bloomberg, perubahan dalam manajemen dan kepala regulator sekuritas Solana (SOL) dapat memungkinkan perdagangan dana di bursa spot AS di masa depan.
Detail Proposal VanEck Solana Trust
Pada 27 Juni 2024 lalu, penerbit ETF VanEck mengajukan proposal spot ETF Solana ke Bursa dan Komisi Sekuritas atau SEC AS.
Matthew Sigel, kepala penelitian aset digital VanEck menyatakan, dana baru yang bernama VanEck Solana Trust ini bertujuan untuk memanfaatkan keunggulan ekonomi, utilitas tinggi, dan desentralisasi dari Solana.
Berbeda dengan Balchunas, yang meragukan bahwa ETF ini bakal disetujui karena belum ada ETF berjangka Solana di AS. SEC khawatir adanya potensi penipuan dan manipulasi pasar yang dapat mempengaruhi produk ETF spot. Lantaran itu, baik Bitcoin (BTC) maupun Ether (ETH) memiliki produk berjangka sebelum ETF spot mereka disetujui.
Balchunas menambahkan, dalam sebuah postingan pada 27 Juni 2024 lalu, situasi ini dapat berubah dengan adanya presiden baru dan kepemimpinan baru di SEC pada tahun 2025.
Pandangan Para Ahli Tentang Proposal Ini
Jake Chervinsky, kepala bagian hukum Variant Fund, mendukung pandangan ini, menekankan interpretasi Peirce tentang Undang-Undang Bursa Efek kemungkinan akan menguntungkan pemohon spot ETF Solana.
Tapi, SEC dan Ketuanya Gary Gensler telah menyebut token solana (SOL) sebagai sekuritas dalam tuntutan hukum mereka terhadap Binance dan Coinbase, yang bisa menjadi penghalang bagi persetujuan ETF ini.
Adam Cochran, mitra di Cinneamhain Ventures berpendapat, lebih bijaksana untuk menyelesaikan masalah status hukum SOL sebelum VanEck mengajukan proposal spot ETF Solana.
Menurut pandangannya Anthony Pompliano, seorang pendukung Bitcoin yang kini lebih terbuka terhadap pasar mata uang kripto yang lebih luas, menyambut baik berita ini dengan mengatakan, Pengajuan VanEck untuk ETF Solana adalah bukti lebih lanjut bahwa altcoin mendapatkan tempat di Wall Street. Tapi, tidak semua pihak setuju dengan pandangan optimis ini.
Evgeny Gaevoy, CEO Wintermute Crypto Trading Company, memperkirakan arus masuk ke dalam ETF spot Ether yang akan segera diluncurkan akan terbatas, yang berarti spot ETF Solana mungkin hanya menarik sedikit minat.
“Kami tetap realistis di sini. Adopsi membutuhkan waktu,” ujarnya, seraya menyatakan Wintermute tetap optimis terhadap SOL dan ETH.
Pengajuan ETF Solana di Kanada
Seminggu sebelumnya, manajer aset kripto 3iQ mengajukan proposal untuk ETF Solana di Kanada, yang menjadi ETF Solana pertama di Amerika Utara.
Dalam beberapa bulan terakhir, manajer aset senilai $1,5 triliun, Franklin Templeton, juga memuji ekosistem dan jaringan Solana.
Menurut James Seyffart, analis ETF Bloomberg, produk Solana yang diperdagangkan di bursa senilai lebih dari $1 miliar telah dijual di seluruh dunia, termasuk 21Shares Solana Staking ETP dan produk ETC Group Physical Solana di Eropa, sebagaimana diungkapkan pada 20 Juni 2024 lalu.
Ikuti perkembangan terbaru harga Solana (SOL) di Bittime. Sebagai platform investasi aset kripto yang aman dan terdaftar Bappebti, Bittime menawarkan kemudahan dan keamanan dalam setiap transaksi penggunanya. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat perkembangan harga Solana dan pertimbangkan potensinya dalam portofolio investasi Anda, hanya di Bittime!
Kontak: Arief
VanEck Ajukan ETF Solana, Apakah Ini Sinyal Kebangkitan di Wall Street
Diskusi pembaca untuk berita ini