Pekanbaru, katakabar.com - Kinerja operasional Air Molek Grup PTPN IV Regional III, meliputi kebun Air Molek I atau AMO I, dan Air Molek II atau AMO II hingga Agustus 2025 meroket.
Secara kolektif, capaian produksi kelapa sawit di lingkungan unit usaha AMO Grup hingga Agustus 2025 ini mencapai 40.984,96 ton setara 93,74 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan atau RKAP yang ditetapkan untuk periode tersebut.
Group Manager Distrik Timur, Amrizal Hamdi dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Rabu (17/9) kemarin merincikan kontribusi terhadap capaian ini didominasi oleh Kebun AMO II dengan realisasi produksi sebesar 27.252,39 Ton.
Di sisi lain, ujar Hamdi, Kebun AMO I turut mencatatkan performa yang sangat kuat dengan produksi sebanyak 13.732,57 Ton. Jumlah ini telah melampaui target RKAP sebesar 12.695 ton atau menghasilkan capaian 108,17 persen di atas.
"Lebih menggembirakan, kata Hamdi, jika dibandingkan dengan realisasi produksi pada periode yang sama di tahun 2024, kedua kebun menunjukkan pertumbuhan. AMO Grup secara keseluruhan mengalami kenaikan produksi sebesar 11,65 persen. Kenaikan ini didorong oleh kinerja kedua kebun, AMO I tumbuh 12,29 persen dan AMO II tumbuh 11,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” terangnya, dilansir dari laman EMG, Kamis (18/9) sore.
Menurutnya, ini tidak lepas dari beragam inisiatif yang diusung PTPN IV PalmCo dan komitmen Regional III dalam mendukung transformasi perusahaan.
Di antara inisiatif yang pegang peranan penting dalam transformasi tersebut, yakni integrasi digitalisasi monitoring operasional kebun, mulai dari pemantauan kesehatan tanaman, optimasi pemupukan, hingga pelacakan hasil panen secara real-time.
“Insiatif digitalisasi yang kita manfaatkan salah satunya adalah D'Farming. Sebuah siste, yang memungkinkan analisis data yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan yang tepat, termasuk evaluasi-evaluasi perbaikan kedepannya,” ucapnya.
Selain itu, ulas Hamdi, komitmen terhadap prinsip perkebunan sawit lestari dan berkelanjutan turut menjadi pilar utama, terutama melalui strategi peremajaan yang terencana untuk menjaga produktivitas jangka panjang tanpa perlu ekspansi lahan baru, sejalan dengan prinsip-prinsip sustainability.
"Data produksi yang detail hingga level tahun tanam ini adalah bukti nyata manfaat dari digitalisasi yang kami galakkan. Hal ini memungkinkan kami untuk melakukan intervensi yang presisi, baik dalam perawatan tanaman produktif maupun percepatan peremajaan areal,” tuturnya.
Masih Hamdi, sustainability atau berkelanjutan kunci masa depan. “Luas areal TTAD di AMO II yang signifikan menunjukkan komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha. Kami tidak hanya mengejar target produksi jangka pendek, tapi memastikan kebun kita tetap produktif dan ramah lingkungan untuk generasi mendatang. Setiap hektar yang kami kelola adalah tanggung jawab kami untuk membuatnya berkelanjutan,” bebernya.
Fondasi luas areal yang kuat, didukung transformasi digital dan komitmen berkelanjutan, AMO Grup diproyeksikan terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan kontribusi signifikan bagi PTPN IV, terutama komitmen mendukung ketahanan pangan, dan energi nasional.
Berdasarkan data, Air Molek Group mengelola lebih dari 5.200 hektare perkebunan sawit, dan sebagian besar di antaranya kebun produktif. Sedang sebagian lainnya tahap peremajaan untuk memastikan keberlanjutan di masa datang.
Wow Kinerja Operasional Air Molek Group PTPN IV Regional III Meroket, Ini Penjelasannya
Diskusi pembaca untuk berita ini