Aspek PIR

Sorotan terbaru dari Tag # Aspek PIR

Poktan Tani Mitra Tebo Ajukan Ikut  Program Integrasi Sapi dan Sawit Sawit
Sawit
Senin, 06 Oktober 2025 | 23:48 WIB

Poktan Tani Mitra Tebo Ajukan Ikut Program Integrasi Sapi dan Sawit

Jambi, katakabar.com - Para petani kelapa sawit yang tergabung dalam Kelompok Tani Tani Mitra di Tebo, ajukan ikut jadi peserta program integrasi sapi yang digagas Presiden RI, H Prabowo Subianto melalui Perusahaan BUMN PTPN. Program ini dihadirkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya petani kelapa sawit. "Total 54 orang yang bersedia menjadi peserta program integrasi sapi dan kelapa sawit. Seluruhnya adalah anggota kelompok tani Tani Mitra," ujar Noval Candra Ketua Aspek-Pir Kabupaten Tebo, dilansir dari laman EMG, Senin (6/10). Kata Noval, kebun kelompok tani tersebut luasannya mencapai 300 hektar. Di mana setiap anggota bakal dapat bantuan satu ekor sapi. "Kita belum tahu ini berapa yang dapat. Dan bagaimana pengelolaannya nanti. Pastinya, kita usulkan dan menunggu arahan dari Aspek-Pir pusat," ulasnya. Menurur Noval, petani dambakan usulan disetujui. Sehingga petani memiliki jalan alternatif untuk mendongkrak perekonomian. Artinya, petani tidak hanya bergantung kepada kebun kelapa sawit semata.

Dorong Regulasi Kepemilikan Saham Petani Plasma di Perusahaan Mitra, Ini Asa Aspek-PIR Sawit
Sawit
Senin, 27 Januari 2025 | 15:56 WIB

Dorong Regulasi Kepemilikan Saham Petani Plasma di Perusahaan Mitra, Ini Asa Aspek-PIR

Pekanbaru, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) terus tunjukkan komitmen melindungi hak-hak petani sawit plasma. Itu sebabnya, pada 2018 lalu, Aspek-PIR Riau resmi menjadi bagian dari Aspek-PIR Indonesia untuk memperluas jangkauannya memperjuangkan kesejahteraan petani sawit di seluruh negeri. Pada periode kepengurusan 2025-2028, Aspek-PIR Riau tetap aktif memantau dan mengevaluasi kebijakan serta regulasi yang berkaitan dengan industri kelapa sawit. Hal ini terbukti dengan keaktifan jajaran pengurus di tingkat DPD 2, DPD 1, dan DPP yang selalu berusaha memastikan hubungan kemitraan antara petani plasma dan perusahaan mitra berjalan dengan baik. Keberhasilan ini juga didorong oleh regulasi pemerintah yang diharapkan memberikan perlindungan yang lebih adil bagi petani. Ketua DPD I Aspek-PIR Riau, Sutoyo menekankan pentingnya menjaga kemitraan harmonis antara petani plasma dan perusahaan mitranya. Menurutnya, keberhasilan dalam siklus pertama kemitraan petani dan perusahaan harus dapat ditingkatkan pada siklus kedua. Tentu dengan harapan perusahaan mitra dan pemerintah dapat mengeluarkan regulasi yang memperkuat amanah Instruksi Presiden Nomor 1/1986 dan Pasal 14 Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 98 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan.

Petani Desa Tunas Baru Minta Bantuan Aspek-PIR Perjuangkan Lahan Sawit Berstatus HGU Sawit
Sawit
Senin, 06 Januari 2025 | 20:07 WIB

Petani Desa Tunas Baru Minta Bantuan Aspek-PIR Perjuangkan Lahan Sawit Berstatus HGU

Jambi, katakabar.com - Petani kelapa sawit di Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, saat ini tengah berjuang mendapatkan pendanaan untuk meremajakan tanaman kelapa sawit di atas lahan seluas 700 hektar yang diusahai masyarakat. Salah satu upaya para pekebun Desa Tunas Baru, yakni gandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspek-PIR Provinsi Jambi. Ketua Aspek-PIR Kabupaten Tebo, Noval Candra menuturkan, kebun petani Desa Tunas Baru perkebunan bekas perusahaan swasta. Lantaran itu, hingga kini keterangan kebun masih berstatus Hak Guna Usaha atau HGU. Padahal kebun sudah dikuasai masyarakat dari 12 tahun silam. "Itu persoalan sesungguhnya, kebun mereka ini masih HGU, belum sertifikat hak milik," ujarnya, dilansir dari laman EMG, Senin (6/1). Kebun kelapa sawit itu, ulas Noval, produksinya sangat rendah. Sebulan saja, hasilnya hanya 400 kilogram per hektar. "Kebun itu dibangun pada 1998 silam, artinya saat ini umurnya sudah hampir 27 tahun," ucapnya. Cerita Noval, para petani sebelumnya sudah tergabung dalam koperasi, tapi saat ini kelembagaan tidak aktif lagi. Nah, belum lama ini Aspek-PIR Jambi telah turun ke lapangan menemui masyarakat dan mau bentuk lembaga baru yang dapat menaungi masyarakat. Di mana Aspek-PIR berencana akan menggandeng PTPN di Jambi untuk bekerja sama meremajakan kebun kelapa sawit milik ratusan petani itu. "Masyarakat berharap Aspek-PIR membantu mereka mendampingi ke Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, dan Dinas Perkebunan kabupaten maupun provinsi. Harapannya berkolaborasi dengan PTPN," bebernya.

Asa Aspek PIR di Hari Sawit Nasional 2024 Sawit
Sawit
Senin, 18 November 2024 | 22:14 WIB

Asa Aspek PIR di Hari Sawit Nasional 2024

Jakarta, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek PIR) sambut Hari Sawit Nasional tahun 2024 garisbawahi betap penting peran petani kelapa sawit menopang industri kelapa sawit nasional. Pada 18 November ini tidak hanya memperingati sejarah penanaman kelapa sawit pertama secara komersial di Indonesia pada 1911 lampau, tapi menjadi momentum perkuat keberlanjutan, dan kesejahteraan petani.

Petani Dilatih Kembangkan Produk Turunan Sawit Buat Tambah Penghasilan Sawit
Sawit
Selasa, 15 Oktober 2024 | 09:55 WIB

Petani Dilatih Kembangkan Produk Turunan Sawit Buat Tambah Penghasilan

Padang, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek PIR) Indonesia bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar workshop pengenalan, dan pengembangan aneka produk UMKM berbasis kelapa sawit bagi petani plasma dan pelaku usaha di Sumatera Barat. Worshop digelar dua hari lamanya, dari 10 hingga 11 Oktober 2024 lalu di Kota Padang dan melibatkan 70 peserta dari petani, perwakilan intansi pemerintah, dan dunia usaha. Kegiatan menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah dan Ketua Umum Aspek PIR Indonesia, Setiyono.

Ajak Masyarakat Daftar Beasiswa Sawit, Aspek-PIR Jambi: Biaya Ringan dan Dapat Kerja Mudah Sawit
Sawit
Kamis, 02 Mei 2024 | 17:21 WIB

Ajak Masyarakat Daftar Beasiswa Sawit, Aspek-PIR Jambi: Biaya Ringan dan Dapat Kerja Mudah

Jambi, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Provinsi Jambi sokong masyarakat, terutama anak-anak yang hidup dilingkungan perkebunan maupun perusahaan sawit untuk daftar beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Apalagi, di Provinsi Jambi ada satu kampus, yakni Politeknik Jambi jurusan D3 Teknik Mesin dengan kuota 60 orang. "Beasiswa SDM sawit ini dapat meringankan biaya dan memberikan peluang besar untuk mendapatkan lapangan pekerjaan," ujar Ketua DPD I Aspek-PIR Provinsi Jambi, Roy Asnawi, dilansir dari laman elaeis.co, padaKamis (2/5). Kata Roy, pihaknya sangat antusias menyebarkan informasi beasiswa SDM sawit ini hingga ke Koperasi Unit Desa (KUD) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) anggota Aspek-PIR. Tapai, sepertinya masih ada kendala lantaran masyarakat rada sulit terkait syarat dan alur pendaftaran. "Umumnya, masyarakat masih susah mengikuti syarat yang ditetapkan. Ditambah lagi minat masyarakat masih minim, dan cuma sebagian yang mau mendapatkan beasiswa SDM sawit ini," jelasnya. Diketahui, Seleksi Nasional Beasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi (DI, DII, DIII dan DIV) dan Akademik (Strata 1) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2024 sudah dibuka. Itu diumumkan dalam surat Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Nomor B-1914/2024 tentang Beasiswa Pendidikan SDM Perkebunan Sawit 2024. Menurut surat tersebut pendaftaran beasiswa pendidikan sawit tahun 2024 dilakukan secara online melalui website https://www.beasiswasdmsawit.id/. Untuk pendaftarannya dimulai pada 5 April hingga 24 Mei mendatang. Adapun tes seleksi dilakukan pada 3 Juni hingga 4 Juli 2024, dan pengumuman pada 16 Agustus 2024. Penerima beasiswa mendapatkan bantuan biaya kuliah, magang, hingga biaya wisuda. Program ini untuk jenjang D1, D2, D3, D4, dan S1. Untuk kuota dibuka sebanyak 3.000 orang, khususnya bagi yang terlibat langsung industri kelapa sawit dengan total kampus yang dilibatkan berjumlah 23 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Soal SE Instruksi Bersama Firkopimda Kotawaringin Timur, Ini Kata Aspek-PIR Sawit
Sawit
Kamis, 02 Mei 2024 | 14:19 WIB

Soal SE Instruksi Bersama Firkopimda Kotawaringin Timur, Ini Kata Aspek-PIR

Palangkaraya, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Provinsi Kalimantan Tengah dukung Surat Edaran (SE) Instruksi bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringi Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, soal masih terjadinya penjarahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Ketua Aspek-PIR Provinsi Kalimantan Tengah, Yusroh Fataqin, surat edaran tersebut memang diperlukan mengingat panen massal masih meraja Lela di daerah Kotawaringin Timur. Soalnya, kasus ini hanya menguntungkan sejumlah pihak, termasuk pengepul. "Langkah ini sangat tepat. Selain mencegah terjadinya panen massal dan menertibkan para pengepul tanpa izin, justru ikut membuat situasi tidak kondusif," kata Yusroh, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (2/4). Aturan tersebut, terang Yusroh segera diselesaikan dan dikuatkan secara hukum. Sedang, pemerintah mesti menekan perusahaan agar dapat merealisasikan tuntutan masyarakat yang menjadi dasar terjadinya panen massal terebut, yakni pembangunan kebun 20 persen untuk warga sekitar perusahaan. "Jika perusahaan belum memberikan hak tuntutan mereka, ya mungkin bakal kembali muncul gejolak kalau SE itu diterapkan," imbuhnya. Diketahui, hingga kini pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit masih sering terjadi. Bahkan, kasus penjarahan terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah, salah satunya di Kabupaten Kotawaringin Timur. Pencurian, penjarahan atau pemanenan massal kebun kelapa sawit di wilayah itu turut merugikan petani. Tidak hanya kebun milik perusahaan, kebun milik petani juga turut menjadi sasaran. Menindak lanjuti keluhan para petani, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengeluarkan Surat Edaran (SE) instruksi bersama tentang Larangan Pemanenan, Pengangkutan Dan Penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Secara Tidak Sah Di Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Instruksi bersama ini diterbitkan Bupati, Kapolres, Dandim 1015 Sampit, Ketua Pengadilan Negeri Sampit, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur. Isi Surat Edaran pada 28 Maret 2024 ini menegaskan: 1. Melarang melakukan Pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit secara tidak sah: 2. Melarang Pengepul Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit untuk menerima atau membeli Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit dari masyarakat yang tidak dapat membuktikan asal perolehan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit dan diduga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit tersebut berasal dari hasil penjarahan atau hasil perbuatan tindak pidana, 3. Melarang Mengangkut, Menguasai, atau Memiliki Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit berasal dari hasil penjarahan atau hasil perbuatan tindak pidana: 4. Melarang Pemegang Izim Pabrik Kelapa Sawit (PKS) atau Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan (IUP-P) menenma atau membeli Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit berasal dan hasi! penjarahan atau hasil perbuatan tindak pidana. Untuk sanksi, yakni: 1. Seluruh Pengepul Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang menerima atau membeli Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawrt secara tidak sah akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, 2. Bagi Masyarakat atau Kelompok Masyarakat yang tidak mengindahkan larangan melakukan Penjarahan atau Pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit secara tidak sah akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, 3. Terhadap Pemegang Izin Pabrik Kelapa Sawit (PKS) atau Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan (IUP-P) Kelapa Sawit Wajib yang tidak mengindahkan larangan tersebut di atas, maka Izin Pabrik Kelapa Sawit (PKS) atau Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan (IUP-P) akan DIEVALUASI / DICABUT, dan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Aspek-PIR Siap Dukung UKMK Berbasis Kelapa Sawit Mandiri Sawit
Sawit
Rabu, 24 April 2024 | 14:35 WIB

Aspek-PIR Siap Dukung UKMK Berbasis Kelapa Sawit Mandiri

Pekanbaru, katakabar.com - Gelaran acara workshop Usaha Kecil Mikro Koperasi (UKMK) berbasis kelapa sawit sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) Aspek-PIR Riau ke-IV resmi dibuka, di Mutiara hotel Pekanbaru, pada Senin malam kemarin. Gelaran itu bertujuan mendukung kemandirian UKMK berbasis kelapa sawit dengan menggandeng BPDPKS ini, ini dibuka Sekretaris Dinas Perkebunan Riau, Supriadi mewakili Pj Gubernur Riau, SF Hariayanto. Ketua Aspek-PIR Riau, Sutoyo menyatakan, workshop UKMK berbasis kelapa sawit salah satu program Aspek-Pir Riau. Di mana kegiatan ini selain bertujuan membuka wawasan para petani kelapa sawit anggota Aspek-PIR, tapi membimbing dan mendukung petani untuk terjun langsung menciptakan produk-produk hilir dari kelapa sawit. "Lewat kegiatan ini kita mau tambah wawasan petani tentang produk yang dapat diciptakan dari kelapa sawit. Di mana sebelumnya kita hanya memperoleh hasil dari penjualan TBS saja. Padahal,.masih banyak produk yang bisa dihasilkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujarnya. Tidak hanya petani, sasaran kegiatan ini pada koperasi yang menjadi naungan petani anggota Aspek-PIR tersebut. Sedikitnya, kata Sutoyo, ada 120 petani yang datang dari berbagai kabupaten Riau ikut dalam kegiatan yang rencana akan digelar hingga 23 April malam. Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono apresiasi dengan gelaran yang ditaja oleh Aspek-Pir Riau tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah para petani menimba pengetahuan terkait produk-produk hilir kelapa sawit yang dapat dikembangkan di wilayahnya masing-masing. "Gelaran ini harus dimanfaatkan peserta untuk meningkatkan wawasan, atau bahkan bisa terjun ikut menciptakan produk-produk bernilai ekonomi untuk menambah penghasilan. Di mana dihadirkan pula narasumber yang kompeten dibidangnya masing-masing," paparnya. "Kita berharap hadir pelaku-pelaku usaha baru yang kemudian menciptakan lapangan pekerjaan baru dari kegiatan ini," tuturnya. Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah yang turut hadir dalam gelaran tersebut menimpali, ini gelaran turut mengkampanyekan kebaikan kelapa sawit. Ini satu langkah untuk melawan pikiran negatif terhadap kelapa sawit. "Kegiatan seperti ini jawaban hilirisasi bukan hanya skala besar seperti koperasi, tapi skala kecil seperti petani pun bisa dilakukan. Untuk itu, kita mendorong dan berkoordinasi dengan asosiasi dan perguruan tinggi untuk kemajuan UKMK ini," jelasnya. Menariknya, sebut Helmi, workshop yang ditaja Aspek-PIR Riau mengusung tema baru, yang mengarah pada produk kecantikan. Ini luar biasa sebab biasanya workshop mengusung tema usaha di kebun kelapa sawit saja. Misalnya integrasi kelapa sawit dengan sapi dan sebagainya. "Pemilihan temanya menarik, yakni produk kecantikan dari kelapa sawit. Ini seiring dengan terus meningkatnya produk-produk kecantikan di pasar baik itu nasional maupun internasional. Artinya potensi untuk produk kecantikan ini sangat luar biasa. Sehingga kita berharap hadir UKMK yang dapat menciptakan produk kecantikan dari tubuh Aspek-PIR ini," ulasnya. Gelaran ini mendapat dukungan dari pemerintah Provinsi Riau, yang mengaku apresiasi dengan ditajanya workshop UKMK berbasis kelapa sawit ini. "Kita sangat apresiasi gelaran ini. Kita berharap mampu memberikan dampak positif bagi pelaku perkebunan di Riau khususnya petani plasma. Mudah mudahan ini menjadi awal lebih baik untuk bergerak ke depan," ujar Sekretaris Disbun Riau, Supriadi. Gelaran pelatihan dan bimbingan dari Aspek-PIR Riau ini sejalan dengan misi Provinsi Riau, yakni menciptakan sumber daya manusia yang memiliki daya saing baik di dunia perkejaan maupun di sektor usaha. "Inovasi-inovasi dalam kegiatan ini kita harapkan dapat dikembangkan ke depan. Sehingga turunan produk kelapa sawit semakin berkembang, dan sektor kelapa sawit menjadi pondasi yang kuat bagi kemajuan daerah," tuturnya.

Disbun Riau Dukung Aspek-PIR Ambil Peran Wujudkan Petani Sejahtera di Riau Sawit
Sawit
Rabu, 24 April 2024 | 13:01 WIB

Disbun Riau Dukung Aspek-PIR Ambil Peran Wujudkan Petani Sejahtera di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau dukung Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) ambil peran wujudkan pekebun kelapa sawit sejahtera di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau. "Itu sejalan dengan target pemerintah pada 20245, Indonesia menjadi pusat produsen dan konsumen minyak sawit dunia," ujar Sekretaris Disbun Provinsi Riau, Supriadi di acara workshop UKMK berbasis sawit dan Musda ke IV Aspek-PIR Riau. Untuk mewujudkan itu semua, ucap Supriadi, Aspek-PIR mesti perkuat kelembagaannya. "Kita mendukung Aspek-PIR mengambil peran penting ini. Dimana Riau merupakan sentra kelapa sawit terbesar di Indonesia," tegasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (24/4). Menurut Supriadi, peran cukup penting diharapkan dilakukan Aspek-PIR adalah turun serta menghadirkan produk-produk hilirisasi dari perkebunan kelapa sawit, di mana salah satunya produksi minyak goreng. "Di Riau hanya satu pabrik minyak goreng, yakni di daerah Kuansing. Harapannya muncul pabrik-pabrik minyak goreng lain di Riau. Di mana BPDPKS menghibahkan biaya untuk pembangunan 10 pabrik minyak kelapa sawit," bebernya. Cerita kelapa sawit di Riau, lanjutnya, saat ini luasnya mencapai 3,8 juta hektar. Kondisi ini jadi tantangan sekaligus beban bagaimana untuk terus mengembangkan kelapa sawit di Riau. Sedang, ulas Supriadi, pertumbuhan kebun kelapa sawit di Riau sangat signifikan. Pada 1979 lampau di Indonesia hanya seluas 260 ribu hektar, dan kini di Riau sudah 3,8 juta hektar. Ini bukti perkembangan kebun kelapa sawit sangat pesat. "Perkebunan berkontribusi sampai 26,6 persen untuk pendapatan di wilayah Riau. Dari jumlah itu mayoritas adalah perkebunan kelapa sawit," katanya. Untuk itu, tambahnya, kita dukung Aspek-PIR untuk mengambil peran penting dalam pembangunan daerah serta mensejahterakan petani kelap sawit,"

Aspek-PIR Bisa Jadi Leader dan Penggerak Hilirisasi Produk Kelapa Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 24 April 2024 | 10:38 WIB

Aspek-PIR Bisa Jadi Leader dan Penggerak Hilirisasi Produk Kelapa Sawit

Pekanbaru, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) bisa jadi leader atau penggerak hilirisasi produk kelapa sawit, khusus produk koemetik kecantik Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau lewat Mikha Melina Harahap, Kepala Bidang Pelatihan Disperindagkop UKM Riau saat menjadi narasumber dalam worshop UKMK Berbasis Kelapa Sawit yang digelar Aspek-PIR Riau, pada Selasa (23/4) kemarin. Pergelaran itu usung tema 'The Beauty Inside Palm Oil', menurut Mikha, di Provinsi Riau belum ada industri kosmetik kecantikan yang berbahan baku kelapa sawit. Padahal Riau memiliki kebun kelapa sawit terluas di Indonesia. "Ini menjadi potensi bagi Aspek-Pir untuk menjadi penggerak industri bahan baku kecantikan. Atau bahkan industri produk kecantikan," jelasnya. Bicara produk kencantikan, ulas Mikha, saat ini tengah menjadi sorotan dunia. Dimana nilai ekonominya tinggi terlebih berbahan baku herbal. "Dewasa ini perilaku konsumen sudah beranjak ke produk herbal. Bukan lagi produk yang berbahan baku sintetis kimia," bebernya. Kelapa sawit sendiri, sebutnya, banyak dijadikan bahan baku produk kosmetik kecantikan yang bernilai tinggi. "Petani sawit harus melihat peluang ini. Tentu juga sebagai bentuk ikut andil dalam menghadirkan produk hilirisasi dari perkebunan kelapa sawit," terngnya di gelaran yang diikuti seratusan pengurus koperasi dari kabupaten di Riau tersebut. Kondisi Riau jadi kiblatnya perkebunan kelapa sawit di Indonesia, sambungnya.m membuat pelaku usaha kelapa sawit memiliki banyak peluang khususnya dalam memunculkan produk turunan komoditi sawit. Memang, Mikha tidak menampik menghadirkan produk tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan dukungan pemerintah dan BPDPKS, tapi ia meyakini hal tersebut dapat dilakukan. "Jika produknya sudah ada, kita dukung pelaku usaha ini melengkapi legalitas usahanya. Di mana terdapat beberapa keunggulan jika pelaku usaha memiliki legalitas usaha," ucapnya. Keuntungan legalitas usaha tersebut, rinci Mikha, seperti pelaku usaha dapat menjamin kemitraan dengan siapa saja dengan cara yang mudah. Kemudian juga dapat meningkatkan omset, tersedianya pasar bahkan hingga ada dispensasi kerangan. Dengan legalitas usaha produk memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sementara membutuhkan modal, pendanaan pinjaman juga mudah didapat. "Bila harapan ini tercapai maka Aspek-Pir menjadi "gong" atau pionirnya. Kemudian nanti kita dukung lewat Sikim. Apalagi diketahui Riau adalah zona sentra industri halal di Indonesia. Hal ini peluang bagi petani, koperasi kelapa sawit di Riau," tandasnya.