Bagus
Sorotan terbaru dari Tag # Bagus
Fasilitas Bagus SRMP 19 Kupang Memotivasi Untuk Belajar Lebih Baik, Ini Asa Menteri PU
Kupang, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum atau PU menaruh harapan besar agar Sekolah Rakyat Menengah Pertama atau SRMP 19 Kupang dapat menjadi pusat pe...
Harga Lagi Bagus, Produksi Kebun Sawit Petani Anjlok di Kaltara Ulah Ulat Kantong
Tanjung Selor, katakabar.com - Harga kelapa sawit lagi bagus di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tapi tidak dapat dinikmati seutuhnya para petani disebabkan produksi turun di sebagian kebun kelapa sawit. Penurunan produksi ini sudah terjadi dari awal tahun 2024 lalu lantaran kebun terserang ulat kantong yang memakan pelepah daun kelapa sawit.
STDB dan ISPO Dibiayai BPDPKS, Ketum ASPEKPIR: Dari Dulu Ditunggu Petani Sawit
Jakarta, katakabar.com - Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR), Setiyono menuturkan, wacana Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan budidaya (STDB) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah dari dulu ditunggu petani kelapa sawit di Indonesia, "Para petani kelapa sawit, baik petani plasma maupun petani swadaya sudah lama menunggu itu. Lantaran, langkah ini sangat tepat dan bagus sekali," kata Setityono, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (24/9). Hal ini ujar Setiyono, untuk menanggapi pernyataan Dirjenbun Kementan RI, Andi Nur Alam Syah yang menyebutkan, pihaknya tengah menggodok regulasi mengenai keberlanjutan kelapa sawit Indonesia, salah satunya rancangan Perpres terkait STDB dan ISPO. Di Perpres itu, menurut Andi Nur, nanti diatur bahwa STDB dan ISPO bakal dibiayai BPDPKS. "Kalau memang itu rencananya, ini sangat bagus sekali kalau terealisasi. Apalagi negara lain memang seperti itu, yakni pengurusan STDB dan ISPO dibiayai pemerintah," jelasnya. Apakah penyalurannya tepat sasaran? Setiyono meyakini bakal tepat sasaran. Soalnya, disalurkan bagi petani yang melakukan pengurusan atau pengusulan. "Wacana ini sangat membantu petani, dan berpotensi meningkatkan minat petani melengkapi kebutuhan kebunnya," ulasnya. Khususnya bagi petani swadaya sebutnya, untuk membentuk kelembagaan agar menikmati beragam kemudahan program yang dihadirkan pemerintah mesti dengan harga penetapan yang dapat diterima petani. "Kalau petani ASPEKPIR aman, sebab memang sudah bermitra dan berkembang. Jadi, petani swadaya yang harus mendapat dukungan dan dorongan," serunya.
Koyam Paling Bagus Buat Sawit Dibanding Pupuk Kandang Lain, Buktikan!
Bengkulu, katakabar.com - Petani kelapa sawit mesti selektif memilih pupuk kandang sebelum menggunakan untuk tanaman, khususnya kelapa sawit. Soalnya meski sama-sama pupuk kandang, kotoran hewan ternak memiliki kualitas yang berbeda. Itu sebabnya, penting memahami kotoran hewan agar terasa manfaat dan menghasilkan buah yang banyak dan berkualitas. "Pupuk organik dari kotoran ternak punya komposisi yang berbeda. Kotoran ayam memiliki kandungan unsur hara yang paling bagus. Misal berat 100 gram terdapat Nitrogen (N) sebesar 1 persen, Phospor (P) 0,8 persen, dan Kalium (K) 0,4 persen," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (16/9). Rosmala menjelaskan, pupuk ini sangat cocok dipakai pada tanaman kelapa sawit lantaran kandungan NPK cukup besar. Apalagi pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi bisa dimanfaatkan untuk pupuk kelapa sawit. Walau kandungannya tidak sebesar kotoran ayam. Di mana kadar Nitrogen sekitar 0,4 persen, Phospor 0,2 persen, dan Kalium 0,17 persen. "Jika petani kelapa sawit tidak bisa membeli pupuk dari kotoran ayam, masih bisa memanfaatkan kotoran sapi meski nilai kandungan NPK lebih rendah dari kotoran ayam," sarannya. Nah, pupuk kandang kambing memiliki komposisi Nitrogen 0,6 persen, Phospor 0,3 persen, dan Kalium 0,17 persen. Bila ingin pupuk alternatif lain, bisa gunakan kotoran kambing, imbuhnya. Pengamat Pertanian Bengkulu, Zainal Muktamar mengulas, Kalium unsur hara makro berperan besar dalam pertumbuhan dan produktivitas sawit. "Fungsi utama Kalium adalah untuk meningkatkan resistensi tanaman terhadap kekeringan, racun, dan hama. Selain itu, Kalium berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas buah yang dihasilkan," bebernya. Kalium sebutnya, mendukung proses sintesis protein dan hidrokarbon dalam tanaman. Kalau tidak didukung unsur Kalium tanaman sawit rentan terjangkit penyakit,seperti daun kuning dan lainnya. Tapi, kelebihan Kalium pada tanaman kelapa sawit tidak baik bisa membuat kandungan minyak pada buah sawit menjadi sedikit. "Kelebihan Kalium dapat menyebabkan kekurangan unsur hara lain, seperti Magnesium (Mg) dan Boron (B), serta dapat menurunkan rasio minyak dalam tandan buah sawit," terangnya.
Dinas TPHP Bengkulu Minta Petani Sawit Lakukan Pemupukan Dengan Benar
Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu lewat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu meminta petani kelapa sawit melakukan pemupukan dengan benar. Pupuk kimia unsur penting untuk menyuburkan tanaman. Di mana penggunannya harus sesuai dosis, dan bila berlebihan bisa berdampak negatif kepada tanaman sawit. Beragam jenis pupuk yang digunakan untuk tanaman sawit, seperti NPK, urea, dan KCL. Tapi pupuk-pupuk ini sering kali disalahartikan para petani lantaran dinilai satu-satunya pupuk yang dibutuhkan tanaman. Para Petani menilai tanaman yang sehat daunnya hijau berlebihan. Mereka pu menggunakan pupuk dalam porsi atau takaran yang besar. Dilansir dari laman elaeis.co. pada Rabu (9/8), Kepala Dinas TPHP Bengkulu, Rosmala Dewi mengatakan, penggunaan pupuk berlebihan bisa berisiko kepada tanaman kelapa sawit. Kelebihan pupuk pada tanaman kelPa sawit menimbulkan berbagai masalah, seperti tanaman mudah terserang hama dan penyakit. Hal ini disebabkan nutrisi pada tanaman berlebihan picu munculnya hama. "Hama mencari pohon yang memiliki nutrisi berlebihan. Itu sebabnya tanaman sawit yang kelebihan pupuk selalu diserang hama," jelasnya. Kata Rosmala, penggunaan pupuk berlebihan bisa merusak kesuburan tanah lantaran membuat tanah menjadi asam akibatnya penyerapan unsur hara terhambat, dan mengancam kelangsungan hidup mikroorganisme di dalam tanah. Untuk itu, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan petani untuk pemupukan tanaman sawit. Menurut penelitian, petani cukup memberikan pupuk pada sore hari. Terus, imbangi pemakaian pupuk kimia dengan pupuk organik atau majemuk. "Keseimbangan pemakaian pupuk orientasinya tidak cuma saat proses pertumbuhan, tapi untuk produksi yang bagus lantaran seluruh kebutuhan tanaman terpenuhi," bebernya. Cara lain yang bisa digunakan untuk menghindari keracunan pupuk kimia pada tanaman dengan mengaplikasikan pupuk kandang pada 10 hari sebelum menggunakan pupuk kimia. Apalagi penggunaan pupuk kandang dapat menetralisir sifat negatif dari pupuk kimia. "Petani kelapa sawit jangan hanya menggunakan pupuk kimia tapi harus menggunakan pupuk kandang," tambahnya.