Gaji

Sorotan terbaru dari Tag # Gaji

Cara Atasi Inflasi agar Gaji Tidak Habis Percuma Ekonomi
Ekonomi
16 jam yang lalu

Cara Atasi Inflasi agar Gaji Tidak Habis Percuma

Jakarta, katakabar.com - Cara mengatasi inflasi bukan hanya dengan meningkatkan penghasilan, tetapi  memastikan uang yang dimiliki dikelola dengan tepat. Tidak sedikit orang yang merasa gajinya terus naik dari tahun ke tahun, tetapi kondisi tabungannya justru tidak banyak berubah. Fenomena ini cukup umum terjadi. Ketika pendapatan meningkat, pengeluaran sering kali ikut naik. Di sisi lain, harga barang dan jasa juga terus mengalami penyesuaian akibat inflasi. Akibatnya, kenaikan gaji yang diperoleh terasa tidak terlalu berdampak pada kondisi keuangan secara keseluruhan. Lalu, bagaimana cara menghadapi inflasi agar keuangan tetap sehat dan tujuan finansial tetap berjalan? Apa Itu Inflasi? Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum pada periode tertentu. Ketika inflasi terjadi, daya beli uang akan menurun. Dengan jumlah uang yang sama, barang atau jasa yang bisa dibeli menjadi lebih sedikit dibanding sebelumnya. Sebagai contoh, jika beberapa tahun lalu Rp50.000 cukup untuk membeli kebutuhan tertentu, belum tentu jumlah yang sama masih memiliki daya beli yang setara saat ini. Lantaran itu, memahami cara mengatasi inflasi menjadi penting agar kondisi keuangan tidak tertinggal oleh kenaikan harga. Kenapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Stagnan? Ada beberapa alasan yang sering menyebabkan kondisi tersebut. 1. Pengeluaran Ikut Naik Saat penghasilan meningkat, banyak orang tanpa sadar meningkatkan gaya hidup. Misalnya: - Lebih sering makan di luar - Upgrade gadget - Menambah langganan hiburan - Belanja lebih sering Kondisi ini dikenal sebagai lifestyle inflation atau inflasi gaya hidup. 2. Tidak Memiliki Anggaran yang Jelas Tanpa perencanaan keuangan, kenaikan gaji sering kali habis begitu saja untuk berbagai pengeluaran yang tidak terkontrol. Akibatnya, porsi tabungan tidak ikut bertambah meskipun penghasilan meningkat. 3. Seluruh Dana Hanya Disimpan di Rekening Transaksi Menyimpan seluruh dana dalam satu rekening memang praktis, tetapi sering kali membuat uang lebih mudah digunakan untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak direncanakan. Karena itu, penting untuk memisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan masing-masing. Cara Mengatasi Inflasi Agar Keuangan Tetap Bertumbuh 1. Tingkatkan Porsi Tabungan Saat Gaji Naik Setiap kali mendapatkan kenaikan gaji, coba tingkatkan porsi tabungan terlebih dahulu sebelum menambah pengeluaran lainnya. Misalnya: - Kenaikan gaji Rp500.000 - Alokasikan sebagian untuk tabungan atau investasi - Sisanya digunakan untuk kebutuhan lain Cara sederhana ini dapat membantu kondisi keuangan berkembang lebih cepat. 2. Bangun Dana Darurat Dana darurat menjadi salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan. Dana ini dapat membantu menghadapi kondisi tidak terduga seperti: - Kehilangan pekerjaan - Biaya kesehatan - Kerusakan kendaraan - Kebutuhan mendesak lainnya Dengan dana darurat yang memadai, tujuan keuangan jangka panjang tidak mudah terganggu. 3. Pisahkan Uang Berdasarkan Tujuan Membagi dana sesuai tujuan dapat membantu pengelolaan keuangan menjadi lebih terstruktur. Misalnya: - Dana darurat - Dana liburan - Dana pendidikan - Dana investasi - Dana kebutuhan harian Cara ini membantu mengurangi risiko penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukannya. 4. Evaluasi Pengeluaran Secara Berkala Luangkan waktu untuk meninjau pengeluaran setiap bulan. Perhatikan apakah terdapat: - Langganan yang jarang digunakan - Pengeluaran impulsif - Biaya yang dapat dikurangi Penghematan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang. 5. Pertimbangkan Diversifikasi Aset Selain menabung, sebagian masyarakat memilih mengalokasikan dana ke berbagai instrumen sesuai tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Diversifikasi membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset saja dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Emas Masih Jadi Pilihan Banyak Orang Salah satu instrumen yang sering dipilih masyarakat untuk tujuan jangka panjang adalah emas. Alasannya karena emas telah lama dikenal sebagai salah satu aset yang digunakan untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Saat ini, pembelian emas juga semakin mudah karena dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi. Namun perlu dipahami bahwa harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai kondisi pasar. Karena itu, emas tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Investasi Emas Online Kini Lebih Praktis Menghadapi inflasi tidak selalu berarti harus mencari penghasilan tambahan yang lebih besar. Kamu juga perlu tahu bagaimana mengelola uang yang sudah dimiliki agar lebih terencana dan sesuai tujuan keuangan. Bagi yang ingin mulai mengenal investasi emas, Investasi emas online neobank dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan. Melalui aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat membeli emas digital dari mitra yaitu Treasury dan Lakuemas. Bisa beli dengan nominal kecil dan memantau perkembangan investasi langsung melalui smartphone. Sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami karakteristik produk, manfaat, biaya, risiko, serta ketentuan yang berlaku. Harga emas dapat naik maupun turun sesuai kondisi pasar sehingga investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Investasi mengandung risiko. Calon investor wajib memahami informasi produk sebelum melakukan transaksi investasi. Jika ingin mempelajari fitur Emas di neobank, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/infoneoemas PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

KI Ungkap Mismatch Ekspektasi Rekrutmen 2026: 62 Persen Rekruter Mengira Calon Utamakan Gaji Nasional
Nasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:05 WIB

KI Ungkap Mismatch Ekspektasi Rekrutmen 2026: 62 Persen Rekruter Mengira Calon Utamakan Gaji

Jakarta, katakabar.com - Kalibrr Indonesia (KI) sebagai perusahaan penyedia platform lowongan kerja, bersama Jakpat sebagai platform mobile survei daring melalui inisiatif Kalibrr Communities, mengungkap adanya gap ekspektasi antara perusahaan dan pencari kerja dalam proses rekrutmen di Indonesia. Temuan ini menunjukkan perbedaan prioritas antara kandidat dan rekruter menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat drop-off kandidat dalam proses rekrutmen. Di tengah kondisi pasar kerja yang semakin kompetitif, perusahaan saat ini menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan kandidat berpengalaman dan memiliki kemampuan spesifik. Persaingan antarperusahaan untuk merebut kandidat berkualitas membuat proses rekrutmen tidak lagi hanya bergantung pada penawaran gaji, tetapi juga pengalaman rekrutmen hingga employer brandingi. Berdasarkan hasil survei, mayoritas pencari kerja menempatkan lingkungan dan budaya kerja yang lebih baik (54 persen) serta peluang karier dan pengembangan diri yang lebih jelas (54 persen) sebagai faktor utama dalam keputusan pindah kerja. Tetapi di sisi lain, rekruter masih menganggap kenaikan gaji signifikan (62 persen) sebagai faktor utama yang mendorong kandidat berpindah kerja. Selain itu, 55 persen pencari kerja menyebut reputasi perusahaan sangat penting dalam pengambilan keputusan karier, sementara 87 persen rekruter percaya employer branding sangat memengaruhi ketertarikan kandidat terhadap perusahaan. “Perusahaan saat ini tidak hanya bersaing soal gaji, tetapi juga soal pengalaman dan kepercayaan. Kandidat semakin kritis dalam menilai employer branding, transparansi proses rekrutmen, hingga peluang pengembangan karier yang ditawarkan perusahaan,” ujar Permata Karina, selaku Head of Commercial di Kalibrr Indonesia. Studi ini juga menemukan pengalaman kandidat masih menjadi tantangan utama dalam proses rekrutmen. Sebanyak 60 persen pencari kerja menilai rekruter kurang memberikan kejelasan terkait jenjang karier sejak awal proses rekrutmen, kemudian 50 persen menyebut komunikasi selama proses rekrutmen masih kurang transparan. Sementara, di tahap akhir rekrutmen, 46 persen rekruter mengaku kandidat menolak atau menghilang setelah penawaran kerja diberikan. Menurut Permata Karina, kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan rekrutmen saat ini bukan hanya soal menemukan kandidat yang tepat, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu membangun proses rekrutmen yang relevan, transparan, dan memberikan pengalaman positif bagi kandidat. “Ketika ekspektasi kandidat tidak dipahami sejak awal, perusahaan berisiko kehilangan kandidat potensial di tengah proses rekrutmen. Karena itu, strategi rerkrutmen saat ini perlu lebih kandidat-sentris dan berbasis data,” tambahnya. Melalui studi ini, Kalibrr Indonesia mendorong perusahaan untuk membangun strategi rekrutmen yang lebih efektif, diantaranya melalui employer branding, transparansi proses rekrutmen, serta komunikasi karier yang lebih relevan dengan kebutuhan kandidat saat ini. Sebagai platform rekrutmen berbasis teknologi, Kalibrr Indonesia membantu perusahaan menjangkau kandidat yang lebih tepat sasaran sekaligus membangun pengalaman rekrutmen yang lebih kompetitif di tengah pasar tenaga kerja yang semakin dinamis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi rekrutmen dan employer branding dari Kalibrr Indonesia, kunjungi www.kalibrr.com/id-ID/employers.

Cara Freelancer Kelola Uang: Gaji Diri Sendiri dan Simpan di Deposito Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Juni 2025 | 12:00 WIB

Cara Freelancer Kelola Uang: Gaji Diri Sendiri dan Simpan di Deposito

pembayaran sebesar Rp9 juta dari proyek besar. Sesuai aturan gaji sendiri, kamu sisihkan Rp4 juta untuk kebutuhan bulanan. Sisa Rp5 juta bisa kamu pecah jadi dua: a. Rp3 juta untuk tabungan dana darurat yang disimpan di rekening biasa b. Rp2 juta untuk deposito dengan tenor 3 bulan Dana tabungan bisa digunakan jika kamu butuh uang cepat dalam keadaan mendesak, sedangkan dana di deposito akan tetap aman dan terkunci selama tenor tertentu, sekaligus menghasilkan bunga.

SSS Jalin Kerja Sama Dengan BRI Pelayanan Payroll Karyawan Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 28 Desember 2023 | 21:58 WIB

SSS Jalin Kerja Sama Dengan BRI Pelayanan Payroll Karyawan

Panyabungan, katakabar.com - PT Sawit Sukses Sejati (SSS) yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit jalin kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Panyabungan untuk pelayanan payroll karyawan. Payroll maksudnya skema penggajian dari perusahaan kepada karyawan untuk jangka waktu tertentu di mana tanggal pencairannya sudah ditetapkan. Sistem ini memudahkan perusahaan untuk proses penggajian karyawan, sebab perhitungan dilakukan secara otomatis dan akurat. Payroll sangat membantu, khususnya bagi perusahaan berskala besar dengan jumlah karyawan ratusan hingga ribuan. Direktur PT SSS, M Syawal Ginting dan Pemimpin Branch Office BRI Panyabungan, Rian Darmawan sudah teken kesepakatan kerja. "MoU ini awal yang baik, nantinya perbankan dan perusahaan perkebunan kelapa sawit sama-sama diuntungkan. Kita terus berkoordinasi pantau jalannya nota kesepahaman ini di lapangan,” jelas Rian lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (28/12). Menurut Rian, pihaknya sudah sampaikan beberapa fitur dan aplikasi BRI yang bisa diakses karyawan PT SSS. BRI sepakat mengenai peletakan 1 unit mesin ATM di Kecamatan Muara Batang Gadis untuk payroll karyawan begitu tertuang di kesepakatan kerja sama. "Terima kasih atas kerja sama ini. Harapannya, kerja sama nantinya dapat membantu sejahterakan pegawai perkebunan. BRI selalu memberi makna dan pelayanan terbaik untuk seluruh rakyat Indonesia," terangnya.