Mental

Sorotan terbaru dari Tag # Mental

Proses Hukum Berjalan Pemulihan Mental Prioritas Riau
Riau
4 jam yang lalu

Proses Hukum Berjalan Pemulihan Mental Prioritas

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Proses hukum kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Rokan Hulu terus berjalan. Surat pemanggilan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rokan Hulu kini telah diserahkan kepada keluarga korban melalui perangkat lingkungan setempat, menandai langkah nyata penegakan keadilan. Penyerahan surat tersebut dilakukan oleh Ketua RT, Suprianto, dan Ketua RW, Sulaiman Hasibuan, dan Kepala Dusun Suyanto, didampingi langsung oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Rokan Hulul, Ramlan Lubis. Kehadiran mereka memastikan proses berjalan lancar dan tetap mengedepankan perlindungan serta kenyamanan korban. Menurut Ramlan, kasus seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Perlindungan terhadap anak harus menjadi tanggung jawab bersama, baik dari sisi hukum maupun sosial. “Hak anak harus terpenuhi dan dilindungi sepenuhnya. Semua pihak wajib bahu-membahu menjaga anak dari segala bentuk kekerasan,” tegas Ramlan, Kamis (21/5). Lebih dari Sekadar Hukum Kunci Pemulihan Mental Di samping tuntutan proses hukum yang adil, LPAI menekankan satu hal yang tak kalah krusial, yakni pemulihan mental korban. Ramlan menegaskan, hukuman bagi pelaku harus ditegakkan, namun kesehatan jiwa anak juga harus segera dikembalikan. “Anak korban butuh pendampingan psikolog yang intensif. Trauma yang tidak ditangani sejak dini bisa membekas seumur hidup dan merusak masa depannya,” ujarnya. Lantaran itu, LPAI meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas korban dan tidak membiarkan tekanan publik memperburuk kondisi psikologis anak. Kasus ini bermula ketika LPAI melaporkan seorang oknum Wakil Ketua BPD Desa Koto Tandun, berinisial ANJ 37 tahun, diduga telah melakukan perbuatan asusila berulang kali terhadap bunga nama samaran 13 tahun. Kejadian diduga terjadi di dalam kendaraan pribadi pelaku saat mengantar-jemput korban ke sekolah, hingga membuat anak tersebut trauma berat dan meminta pindah sekolah. Meski sempat muncul kontroversi dengan adanya surat sangkalan dari keluarga, masyarakat dan LPAI tetap menuntut kejelasan. Proses hukum kini terus berjalan, dan janji negara untuk hadir melindungi generasi muda menjadi harapan besar semua pihak. “Jangan biarkan masa depan anak hancur. Negara hadir, masyarakat bergerak, keadilan harus ditegakkan,” tegas Ramlan.

Dukung Generasi Z, Maxy Academy Ajak Adisty Ambarpratiwi Bicara Ketahanan Mental di Era Digital Nasional
Nasional
Kamis, 31 Oktober 2024 | 11:19 WIB

Dukung Generasi Z, Maxy Academy Ajak Adisty Ambarpratiwi Bicara Ketahanan Mental di Era Digital

Surabaya, katakabar.com - Maxy Academy sukses gelar Maxy Talk di Surabaya usung tema "Empowering Gen Z to Overcome Every Challenge". Acara ini dihelat bagian dari inisiatif Maxy Academy untuk mendukung generasi muda dalam menghadapi berbagai tekanan sosial dan mental di era modern. Berfokus pada pentingnya ketahanan emosional dan strategi mengelola stres, acara ini berhasil menarik perhatian para peserta yang ingin memperkuat kesejahteraan mental mereka. Adisty Ambarpratiwi, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog yang berpraktik di Baby Bright Asia dan VITA School Surabaya, membuka sesi dengan penekanan pada pentingnya mengenali batas diri dan mengelola tekanan secara bijaksana. "Kesehatan mental adalah landasan bagi setiap keputusan yang kita buat. Ketika kita merasa stres atau cemas, itu adalah alarm alami yang menunjukkan bahwa tubuh kita mencapai batasnya," ujar Adisty.

Antara Kesehatan Mental Karyawan dan Produktivitas Pendidikan
Pendidikan
Senin, 18 Maret 2024 | 21:07 WIB

Antara Kesehatan Mental Karyawan dan Produktivitas

katakabar.com - 'Mental health needs a great deal of attention, and it is up to us to make healthy choices'. Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) hingga Maret 2020 menunjukkan, presentase indikasi gangguan Kesehatan mental pada responden bekerja cukup tinggi. Gangguan Kesehatan mental sesuai definisi Kemenkes RI (2017) adalah gangguan dalam hal berpikir (berkonsentrasi), gangguan suasana hati serta kendali emosi yang pada akhirnya dapat mengarah pada tindakan atau perilaku buruk. Hal ini dapat menurunkan produktivitas karyawan yang selanjutnya juga akan mempengaruhi perekononomian secara makro. Di lain pihak, banyak di antara para karyawan tidak menyadari gejala adanya gangguan kesehatan mental sampai kondisi mereka memburuk dengan indikasi, seperti depresi, serangan panik, imunitas menurun drastis, dan gangguan tidur yang cukup parah. School of Parenting sebagai platform digital yang fokus pada kesehatan mental keluarga, meluncurkan produk 'Mental Health Check-Ups untuk karyawan'. Lewat produk ini perusahaan dapat memfasilitasi para karyawannya untuk melakukan pemeriksaan umum terkait kesehatan mental mereka. Produk ini berupa assessment terkait hal-hal keseharian yang dialami dalam beberapa minggu terakhir seperti pola tidur, pola makan,kecemasan dan poin-poin lain yang dilanjutkan dengan konseling privat dengan psikolog mitra School of Parenting. Dari hal-hal keseharian yang tercatat oleh klien, gejala-gejala yang mengarah pada indikasi depresi dapat diantisipasi dan ditangani lebih dini. Demikian pula jika ditemukan indikasi masalah regulasi emosi,psikolog dapat memberikan saran-saran perawatan dan pengembangan Mengacu pada penelitian yang dilaporkan Harvard Business Review, di mana kebahagiaan karyawan meningkatkan produktifitas sebesar 31 persen, penjualan sebesar 37 persen dan ketepatan dalam mengerjakan tugas sebesar 19 perseb, makanya penting untuk mendukung kesejahteraan mental karyawan di tempat kerja demi menunjang performa kinerja mereka di perusahaan. Mental health needs a great deal of attention, and it is up to us to make healthy choices. Kontak: Denty Cerity +62 895-3460-18380 [email protected]