Sulit Bedakan Penyebab Demam, Prodia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 10 Maret 2026 | 12:10 WIB

Sulit Bedakan Penyebab Demam, Prodia Hadirkan Pemeriksaan

Jakarta, katakabar.com - Demam masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah tropis. Tetapi, gejala seperti demam, nyeri otot, nyeri sendi, atau ruam kulit seringkali memiliki penyebab yang serupa, sehingga sulit dibedakan hanya berdasarkan gejala klinis. Kondisi ini kerap menyebabkan ketidakpastian dalam penanganan, bahkan tidak jarang pasien harus menjalani pemeriksaan berulang untuk memastikan diagnosis. Menjawab tantangan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) menghadirkan inovasi terbaru melalui peluncuran Panel Arbovirus (Multiplex PCR), sebuah pemeriksaan laboratorium yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi penyebab infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk secara lebih cepat dan akurat, terutama pada fase awal penyakit. Di Indonesia, infeksi arbovirus seperti dengue masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Gejala awal infeksi virus yang berbeda sering kali tidak spesifik dan dapat menyerupai satu sama lain. Hal ini membuat diagnosis berbasis gejala menjadi kurang akurat, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan yang tepat. Panel Arbovirus dari Prodia menggunakan teknologi Real-Time (RT-PCR), yakni metode molekuler yang mendeteksi materi genetik (RNA) virus secara langsung. Berbeda dengan pemeriksaan berbasis antibodi yang memerlukan waktu untuk terbentuk, metode ini memungkinkan deteksi virus pada fase awal infeksi. Dengan pendekatan multiplex, beberapa jenis virus dapat diperiksa secara bersamaan dalam satu kali pemeriksaan, sehingga memberikan hasil yang lebih efisien dan komprehensif. Melalui satu kali pengambilan sampel darah, Panel Arbovirus membantu dokter mengidentifikasi kemungkinan penyebab demam secara lebih pasti. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi kebutuhan pemeriksaan berulang, tetapi juga membantu mempercepat pengambilan keputusan klinis terkait penanganan pasien. “Dalam praktik klinis, gejala demam seringkali tidak spesifik, sehingga diperlukan pemeriksaan yang mampu mengidentifikasi penyebab secara lebih akurat sejak awal. Pendekatan molekuler seperti multiplex PCR menjadi salah satu solusi untuk membantu memastikan diagnosis dan mendukung penanganan yang lebih tepat,” ujar perwakilan medis Prodia. Panel Arbovirus direkomendasikan untuk individu yang mengalami demam dalam beberapa hari pertama, terutama jika gejala tidak khas, berubah-ubah, atau hasil pemeriksaan awal belum memberikan kepastian. Pemeriksaan ini juga relevan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko tinggi penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Dengan hasil yang lebih cepat dan akurat, Panel Arbovirus memberikan manfaat tidak hanya bagi tenaga medis, tetapi juga bagi pasien dan keluarga, antara lain membantu mengurangi ketidakpastian, meminimalkan pemeriksaan tambahan, serta memberikan ketenangan dalam proses penanganan penyakit. Peluncuran layanan ini bagian dari komitmen Prodia dalam menghadirkan inovasi diagnostik berbasis teknologi molekuler untuk mendukung deteksi dini dan penanganan penyakit secara lebih tepat. Melalui pendekatan yang lebih akurat, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kepastian diagnosis lebih cepat dan menjalani penanganan yang sesuai sejak awal. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau mendatangi cabang Prodia terdekat.

Daop 7 Madiun Intensifkan Pemeriksaan Jalur KA Migitasi Gangguan Pasca Pencurian Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 11 Januari 2026 | 10:50 WIB

Daop 7 Madiun Intensifkan Pemeriksaan Jalur KA Migitasi Gangguan Pasca Pencurian

Madiun, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berkomitmen penuh jaga keselamatan perjalanan kereta api. Itu menyikapi terjadinya aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar–Rejotangan beberapa waktu lalu, manajemen Daop 7 Madiun bergerak cepat dengan meningkatkan pengawasan dan melakukan inspeksi mendalam di titik-titik rawan. Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi pimpin langsung kegiatan cek lintas pada Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) di petak jalan antara Stasiun Blitar–Rejotangan. Kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas prasarana tetap prima dan terbebas dari segala bentuk potensi bahaya, baik faktor alam maupun tindakan oknum tidak bertanggung jawab. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan langkah ini merupakan bagian dari penguatan sistem keamanan dan kualitas prasarana. "Pasca temuan hilangnya sejumlah baut penambat rel, kami tidak tinggal diam. Tim teknis dan keamanan dikerahkan untuk menyisir kembali setiap jengkal jalur guna memastikan kondisi rel tetap terjaga," ujar Tohari. Di kegiatan inspeksi tersebut, Deputy VP Daop 7 Madiun yang didampingi oleh tim Quality Control (QC) OP 7B, KUPT Jalan Rel 7.11 Blitar, serta Tim Polsuska Daop 7 Madiun, melakukan pemeriksaan mendalam terhadap: 1. Kondisi Jembatan BH 537: Memastikan struktur jembatan dan bangunan hikmat dalam kondisi kokoh. 2. Lingkungan Jalur Rel: Memantau ruang manfaat jalan (Rumaja) agar bersih dari rintangan atau potensi gangguan keamanan. 3. JPL 211: Pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan kereta api (Perka) serta fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang. "Pemeriksaan langsung di lapangan seperti ini membantu kami mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini. Setiap temuan, sekecil apa pun, akan segera ditindaklanjuti agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali," tegas Tohari. KAI Daop 7 Madiun mengimbau kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api untuk turut serta menjaga keamanan prasarana KA. Hilangnya komponen kecil seperti baut penambat rel dapat berdampak besar pada keselamatan ratusan nyawa penumpang. "Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas KAI atau kepolisian setempat jika melihat aktivitas mencurigakan di area jalur rel. Keselamatan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama," seru Tohari.

Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Pemkab Kepulauan Meranti Cegah PTM Riau
Riau
Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:09 WIB

Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Pemkab Kepulauan Meranti Cegah PTM

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus perkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM), melalui Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas. Program ini dikemas dalam kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dan Senam Sehat, resmi dibuka Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, Kamis (9/10). Kegiatan ini bagian dari program strategis nasional Quick Win yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi penyakit secara dini, serta mencegah keparahan penyakit. Pemeriksaan dilakukan di Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). “Kegiatan Ini bentuk nyata komitmen kita untuk mewujudkan masyarakat Meranti yang sehat,” kata H Asmar. Menurut data hingga 18 September 2025, capaian PKG di Kabupaten Kepulauan Meranti telah mencapai 26.449 jiwa atau 12,3 persen dari total sasaran sebanyak 215.586 jiwa. Angka ini menempatkan Kepulauan Meranti sebagai salah satu dari tiga kabupaten dan kota dengan capaian PKG tertinggi di Provinsi Riau. Sebelum pembukaan resmi, perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), menyampaikan pembangunan kesehatan sebagai upaya bersama meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat masyarakat. Hal ini penting di tengah transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan diabetes. Data Dinas Kesehatan mencatat, kasus hipertensi di Meranti meningkat dari 33.725 kasus pada 2023 menjadi 35.357 kasus pada 2024. Sementara itu, kasus diabetes melitus (DM) naik dari 1.965 kasus menjadi 2.413 kasus pada periode yang sama. Peningkatan angka PTM tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga menurunkan produktivitas masyarakat dan melemahkan daya saing negara secara sosial dan ekonomi. Kegiatan PKG ini menjadi tindak lanjut dari surat edaran Gubernur Riau terkait percepatan pelaksanaan PKG periode Februari hingga Agustus 2025. Pemerintah daerah berharap, melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatannya dapat meningkat.

Subbid Provos Bid Propam Polda Riau Gelar Gaktibin Personel Polres Kepulauan Meranti Riau
Riau
Selasa, 12 Agustus 2025 | 15:01 WIB

Subbid Provos Bid Propam Polda Riau Gelar Gaktibin Personel Polres Kepulauan Meranti

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor atau Polres Kepulauan Meranti gelar giat Gaktiblin, dan giat pemeriksaan terhadap personel yang tidak melengkapi identitas diri maupun penampilan yang tidak sesuai dengan aturan Polri, Selasa (12/8). Kegiatan dimulai dengan apel pagi di pimpin Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Maitertika H SH MH, sekaligus arahan terhadap personel Polres Kepulauan Meranti, dan pengarahan PS. Paur 1 Susbbid Provos Bidpropam, Iptu Junaidi, dan Tim Subbid Provos Bid Propam Polda Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan tindakan langsung bagi personel yang berpenampilan rambut panjang. Pengecekan Urine dan Senjata Api atau Senpi terhadap Personel Polres Kepulauan Meranti. Kegiatan Gaktiblin dilaksanakan Subdit Provos Bid Propam Polda Riau kepada oersonel Polres Kepulauan Meranti disaksikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, mulai kelengkapan identitas seluruh personel, seperti KTA, dan kelengkapan identitas sesuai ketentuan, kerapian, dan penampilan personel dengan rambut panjang, bagi personel yang tidak sesuai ketentuan akan diberikan tindakan disiplin dan perintah penyesuaian.

Hadiri Apel Operasi PLK 2025, H Asmar Tekankan Sinergi untuk Tertib Lalu Lintas Riau
Riau
Senin, 14 Juli 2025 | 15:11 WIB

Hadiri Apel Operasi PLK 2025, H Asmar Tekankan Sinergi untuk Tertib Lalu Lintas

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning atau OPLK 2025, digelar di Mapolres Kepulauan Meranti, Senin (14/7). Apel ini menandai dimulainya pelaksanaan operasi lalu lintas yang berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Eksternal Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, yang bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan operasi. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan, Operasi Patuh Lancang Kuning bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcar Lantas. “Diharapkan dengan adanya Operasi Patuh Lancang Kuning ini, masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan dan pelanggaran dapat diminimalisir,” ucapnya. Kapolres mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kelengkapan keselamatan berkendara demi kenyamanan di jalan raya. Penegakan hukum melalui penilangan akan dilakukan terhadap pelanggaran yang ditemukan selama operasi. Sementara, Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab terhadap pelaksanaan operasi ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kepulauan Meranti.

Sambut Tim BPK Lakukan Pemeriksaan Terperinci LKPD 2024, Ini Harapan Bupati Bengkalis Riau
Riau
Jumat, 11 April 2025 | 20:52 WIB

Sambut Tim BPK Lakukan Pemeriksaan Terperinci LKPD 2024, Ini Harapan Bupati Bengkalis

Bengkalis, katakabar.com - Bupati Bengkalis, Kasmarni diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten atau Sekdakab Bengkalis, dr Ersan Saputra TH sambut kehadiran Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK Perwakilan Riau di Kabupaten Bengkalis untuk melaksanakan pemeriksaan terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2024. Kehadiran Tim BPK Perwakilan Riau ini diawali dengan pelaksanaan Entry Brifing Pemeriksaan/Audit Terperinci, yang digelar di Ruang Dang Merdu lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Jumat (11/4). Di kegiatan itu, Sekdakab Bengkalis menyampaikan, pemeriksaan terinci ini kelanjutan atas pemeriksaan pendahuluan yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan tindak lanjut atas LKPD unaudited yang telah diserahkan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis kepada BPK Perwakilan Provinsi Riau pada 27 maret 2025 lalu. "Melalui pelaksanaan pemeriksaan terinci ini kami sangat mengharapkan, kiranya tim pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Riau dapat memberikan bimbingan, dorongan dan arahan serta petunjuk kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, sehingga nantinya dapat menjadi bahan evaluasi agar bisa lebih baik lagi kedepannya," kata Ersan dilansir dari laman Diskominfotik Bengkalis, Jumat sore. Dari hasil pemeriksaan terinci ini nantinya, harap mantan Dirut RSUD Kecamatan Mandau ini, Kabupaten Bengkalis dapat meraih hasil yang terbaik, sehingga dapat kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian dari BPK RI Perwakilan Riau untuk 12 kalinya. "Kami dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen serta siap berkoordinasi dan akan mendukung seluruh proses pemeriksaan agar nantinya berjalan dengan optimal," terangnya. Terkhusus kepada Kepala Perangkat Daerah, PPTK, Bendahara dan Pejabat Teknis lainnya, termasuk pengelola aset, Bupati Bengkalis, Kasmarni melalui Ersan Saputra menekankan untuk mendukung maksimal, serta membangun komunikasi dan kooperatif dengan permintaan dokumen, data dan informasi oleh Tim Pemeriksa serta manfaatkan momen pemeriksaan ini untuk mengkonsultasikan hal-hal yang dirasa perlu.

Pos Pemeriksaan Sawit Didirikan di Semua Jalan di Kuansing, Ini Penyebabnya. Sawit
Sawit
Senin, 13 Januari 2025 | 21:36 WIB

Pos Pemeriksaan Sawit Didirikan di Semua Jalan di Kuansing, Ini Penyebabnya.

Teluk Kuantan, katakabar.com - Bupati Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Dr Suhardiman Amby bakal mendirikan pos lintas buah kelap sawit di setiap ruas jalan yang dilalui truk pengangkutan TBS. Tapi, sebelum itu tim audit yang dibentuk saat ini sedang mendata seluruh peron atau loading ramp serta pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di kabupaten tersebut. Pendirian pos pemeriksaan sawit tersebut bertujuan memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Selama ini, jual beli sawit dari kawasan hutan ditaksir menyebabkan PAD bocor hingga mencapai Rp243 miliar per tahun.