Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang 8,47 Persen
Jakarta, katakabar.com - Triwulan I, Januari hingga Maret 2026, Kereta Api Indonesi (KAI) Bandara catat kinerja positif dengan total volume penumpang mencapai 1,7 juta penumpang penumpang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1,6 juta penumpang atau tumbuh 8,47 persen (year-on-year). Pertumbuhan ini didorong peningkatan mobilitas masyarakat serta kepercayaan pengguna terhadap layanan transportasi kereta api bandara yang semakin andal, tepat waktu, dan nyaman. Di wilayah Yogyakarta, layanan KA Bandara mencatat total 697 ribu penumpang, meningkat 12,11% dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 621 ribu penumpang. Secara rinci, layanan YIA PSO mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 20,16 persen, dari 390 ribu menjadi 469 ribu penumpang. Sementara itu, layanan YIA Xpress tercatat 227 ribu penumpang. Adapun di wilayah Sumatera Utara, total penumpang mencapai 1,1 juta penumpang, tumbuh 6,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 900 ribu penumpang. Layanan KA Srilelawangsa relasi Medan – Bandara Kualanamu mencatat kenaikan 7,75 persen menjadi 406 ribu penumpang, sedangkan relasi Medan – Binjai – Kualabingai meningkat 5,26 persen menjadi 651 ribu penumpang. Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan capaian ini hasil dari konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperluas aksesibilitas transportasi publik berbasis rel. “Kinerja positif pada Triwulan I 2026 ini menjadi bukti bahwa layanan KA Bandara semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung perjalanan yang efisien dan terintegrasi. Ke depan, KAI Bandara akan terus menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan konektivitas, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder guna mendukung mobilitas masyarakat yang berkelanjutan,” jelasnya. KAI Bandara optimistis tren pertumbuhan ini akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat, khususnya menjelang periode libur panjang dan momentum hari besar nasional. KAI Bandara juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing, datang lebih awal ke stasiun, serta memanfaatkan layanan digital pembelian tiket KA Bandara dapat dipesan mulai H 7 keberangkatan melalui aplikasi KA Bandara agar perjalanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id
Hisense ASEAN 2026 PC: Perkuat Lokalisasi Dorong Pertumbuhan Bersama Mitra Regional
Kuala Lumpur, katakabar.com - Hisense, merek global terkemuka di bidang elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga, sukses menggelar Hisense ASEAN Partner Conference 2026 di Kuala Lumpur pada 31 Maret hingga 1 April 2026. Mengusung tema “Innovating a Brighter Life, Win-win for Future”, konferensi ini menegaskan komitmen Hisense dalam memperdalam strategi lokalisasi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan bersama mitra di kawasan ASEAN. Konferensi dibuka dengan pengalaman langsung yang kaya serta pameran produk yang beragam, menghadirkan empat zona tematik utama yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan komersial Technology Life Zone, Health Life Zone, Art Life Zone, dan Business Zone. Berbagai produk unggulan Hisense turut dipamerkan, termasuk RGB MiniLED 116 inci UX TV, Air Conditioner U8, serta kulkas RQ600. Pameran ini menegaskan keunggulan Hisense dalam inovasi teknologi mutakhir, riset dan pengembangan mandiri, serta portofolio produk premium, sekaligus menunjukkan kemampuan komprehensif perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan klien komersial ASEAN yang semakin beragam dan meningkat. Selain pameran produk, lokasi acara juga menghadirkan dua zona pengalaman interaktif Indoor Golf Interactive Experience Area dan 2026 World Cup Zone, yang memadukan semangat olahraga dengan keseruan interaksi. Mantan pesepak bola profesional Malaysia, Syed Adney, turut hadir sebagai tamu spesial. Ia bersama Hisense secara resmi meluncurkan 2026 ASEAN World Cup ESG Plan, serta berdiskusi mendalam dengan para tamu undangan mengenai topik penting seperti praktik tanggung jawab sosial di bidang olahraga regional dan tanggung jawab sosial perusahaan. Inisiatif ESG ini melanjutkan berbagai program sosial Hisense di ASEAN, termasuk pengembangan talenta sepak bola usia muda serta donasi peralatan rumah tangga untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di panti asuhan. Sejak memasuki pasar ASEAN, Hisense mencatat pertumbuhan stabil dan berkualitas tinggi berkat dukungan kuat dari mitra. Dalam tiga tahun terakhir, Hisense mencatat tingkat pertumbuhan rata-rata (CAGR) sebesar 18,7%, dengan bisnis merek tumbuh pada CAGR 27,4%. Segmen peralatan rumah tangga Hisense mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 19,4%, sementara kanal e-commerce melonjak hingga 46%. Sejumlah produk premium seperti TV layar besar dan mesin cuci wash & dry secara konsisten menempati tiga besar di berbagai negara ASEAN. Bisnis B2B Hisense juga menunjukkan terobosan signifikan melalui implementasi proyek-proyek utama, termasuk proyek commercial display di Indonesia dan proyek Kelin Electrical. Seiring dengan pengembangan bisnisnya, Hisense juga mendorong 29 perusahaan untuk membangun basis di Thailand melalui pengembangan Kawasan Industri Thailand, sehingga memperkuat pertumbuhan industri regional dan mewujudkan visi “berakar dan tumbuh menjadi hutan” (“taking root and growing into a forest”) di ASEAN. Clara Chang, Presiden Hisense ASEAN, menegaskan keberhasilan Hisense di ASEAN didukung oleh dua faktor utama: inovasi teknologi berbasis kebutuhan lokal dan fokus pada pengalaman pengguna. “Menghadapi dinamika global dan pasar yang terus berkembang, Hisense akan semakin mengedepankan pendekatan yang berpusat pada pelanggan, serta memperkuat pengembangan di berbagai aspek, mulai dari merek, produk, layanan hingga digitalisasi,” ujar Clara. “Kedepannya, Hisense akan terus mengimplementasikan strategi “Local for Local” dengan menghadirkan solusi berbasis tiga pilar utama teknologi, kesehatan, dan seni serta meningkatkan kualitas layanan melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi,” imbuhnya. Melalui penguatan lokalisasi dan komitmen terhadap keberlanjutan, Hisense optimistis dapat menghadirkan pengalaman hidup yang lebih cerdas, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat ASEAN, sekaligus tumbuh bersama mitra menuju masa depan yang lebih sejahtera.
2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Catat Pertumbuhan Angkutan dan Perluas Manfaat Sosial
Tanjungkarang, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang catatkan kinerja positif sepanjang Januari hingga Desember 2025 lalu. Peningkatan terjadi pada sektor angkutan penumpang, angkutan barang, serta realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), seiring komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, dan andal. Manajer Humas PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyampaikan pada 2025 lalu jumlah penumpang yang dilayani mencapai 1.168.670 pelanggan, meningkat 6,77 persen dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.094.578 pelanggan. “Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Zaki. Di sektor angkutan barang, Divre IV Tanjungkarang berhasil mengangkut 28.389.349 ton barang sepanjang tahun 2025, meningkat 1,39 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebanyak 28.000.174 ton. Kinerja positif tersebut didukung oleh optimalisasi operasional, peningkatan keandalan sarana dan prasarana, serta komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kelancaran distribusi logistik, khususnya angkutan batu bara sebagai komoditas utama. “KAI Divre IV Tanjungkarang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui perawatan sarana dan prasarana secara konsisten guna mendukung keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan kereta api,” ujar Zaki. Selain kinerja operasional, ulas Zaki, Divre IV Tanjungkarang juga meningkatkan kontribusi sosial melalui program TJSL. Sepanjang 2025 lalu, KAI Divre IV Tanjungkarang telah menyalurkan dana sebesar Rp1.251.775.800, meningkat 53,66 persen dibandingkan 2024 silam sebesar Rp814.625.481. Sedang Dana TJSL tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program, sambung Zaki, seperti pengembangan sarana pendidikan, dukungan tempat ibadah, peningkatan kesehatan masyarakat, bantuan korban bencana alam, serta pengembangan fasilitas umum dan lingkungan. Program ini, ucapnya, bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah operasional. “Kami berharap program TJSL ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mempererat hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat,” tandasnya.
Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lewat Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah percepat pengembangan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi dari hulu ke hilir sebagai strategi utama mendorong hilirisasi mineral dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Proyek kolaborasi Grup MIND ID, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan konsorsium Huayou (HYD) ini diharapkan menjadi motor bagi peningkatan daya saing industri nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem rantai industri baterai secara terintegrasi, mulai dari pertambangan nikel, smelter, high pressure acid leaching (HPAL), produksi precursor dan katoda, hingga manufaktur sel baterai. Dengan total nilai investasi proyek diperkirakan mencapai US$ 7 miliar hingga US$ 8 miliar, pemerintah terus melanjutkan pengembangan fasilitas baterai dari tahap awal berkapasitas 10 gigawatt (GW) yang telah beroperasi sejak 2023. Ke depan, kapasitas produksi akan ditingkatkan dengan tambahan 20 GW guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai dan kendaraan listrik. “Kita ingin proyek ini memberikan nilai tambah maksimal bagi bangsa. Hilirisasi harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat industri strategis di dalam negeri,” ujar Bahlil usai penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) oleh konsorsium ANTAM-IBI-HYD, di penghujung Januari 2026 lalu. Bahlil menjelaskan rantai industri ekosistem baterai kendaraan listrik memiliki dampak yang sangat besar terhadap kemajuan ekonomi. Bukan hanya meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil menerangkan, Indonesia memiliki sumber bahan baku nikel, yang nantinya akan dipasok oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang berkolaborasi dengan konsorsium. Pemerintah pun menargetkan kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan negara, dengan porsi di atas 50%, bahkan di kisaran 60%–70%. “Ini implementasi Pasal 33. Kekayaan alam harus dikelola negara dan diprioritaskan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” jelasnya. Sementara, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya Farhan Arif, menyatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi sekaligus membangun kemandirian teknologi baterai di dalam negeri. “Sejak awal, misi utama IBC adalah menyukseskan proyek Dragon dan Titan. Kerja sama dengan Huayou ini merupakan kelanjutan dari proyek Titan, setelah sebelumnya bersama LG. Kami ingin memastikan hilirisasi ini benar-benar memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia,” kata Aditya. Menurut Aditya, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan kapasitas produksi, tetapi juga penguatan penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional. “Harapannya, partnership ini menjadi learning curve bagi Indonesia, sehingga ke depan kita tidak hanya menjual sumber daya, tetapi juga mampu memproduksi baterai dengan teknologi kita sendiri,” sebutnya.
Tokocrypto Catat Pertumbuhan Signifikan, Perkokoh Stabilitas Bisnis
Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto, pedagang aset kripto Nomor 1 di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid dan berkelanjutan sepanjang 2025. Kinerja positif ini ditandai dengan peningkatan jumlah pengguna, ekspansi produk, serta penguatan ekosistem industri kripto nasional. Capaian tersebut diperkuat dengan suksesnya pergelaran Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026 yang didukung penuh oleh Xendit sebagai mitra strategis. Hingga akhir 2025, Tokocrypto telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna, dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan (YoY) mencapai 75 persen. Jadi sepanjang 2025, total nilai transaksi Tokocrypto tercatat melampaui Rp160 triliun dengan pangsa pasar lebih dari 40 persen, mencerminkan kuatnya kepercayaan serta tingginya aktivitas perdagangan pengguna. Dari sisi produk, Tokocrypto menyediakan lebih dari 480 pasangan perdagangan berbasis rupiah (IDR pairs), menempatkannya sebagai salah satu exchange kripto di Indonesia dengan pilihan IDR pair terbanyak. Selain itu, Tokocrypto telah menjalin lebih dari 100 kemitraan brand strategis serta secara aktif mendorong edukasi kripto nasional melalui 168+ inisiatif literasi yang menjangkau lebih dari 125 ribu peserta di 50+ kota, termasuk menjadi exchange pertama yang menggelar kegiatan literasi kripto secara offline di Papua. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan strategi perusahaan yang fokus pada kepercayaan, inovasi, dan tata kelola yang kuat. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk memposisikan diri sebagai pemimpin pasar. “Pertumbuhan perusahaan tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam produk, serta patuh terhadap regulasi. Saat ini, Tokocrypto menjadi salah satu dari sedikit startup dan exchange kripto resmi di Indonesia yang memiliki pondasi keuangan yang solid dan berkelanjutan,” kata Calvin. Dari sisi pengembangan produk, Tokocrypto terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mulai dari layanan staking dengan lebih dari 80 aset kripto, fitur AI Analysis untuk analisis sentimen pasar, Rewards Hub, hingga pengembangan fitur lanjutan seperti QRIS Deposit dan Futures atau Derivatif yang akan segera hadir di tahun ini. Seluruh inovasi ini dibangun di atas standar keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat untuk melindungi pengguna. Momentum pertumbuhan Tokocrypto juga tercermin dalam keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026, sebuah forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri, regulator, dan komunitas kripto. Acara ini didukung oleh Xendit yang juga memaparkan “Journey, Milestone dan Industry Revolution” Salah satu sorotan utama ICO 2026 adalah pemaparan Dataxet Sonar tentang “2025 Social Media Crypto Insight”, yang menunjukkan percakapan media sosial terkait kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan. Data tersebut juga mencatat volume percakapan kripto meningkat hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya minat dan diskursus publik terhadap aset digital. Selain itu, Indonesia Crypto Network (ICN) dan Coinvestasi memaparkan laporan “2025 Indonesia Crypto & Web3 Industry Report” yang mengungkap fakta penting terkait profil investor kripto nasional. Salah satu temuan paling mencolok adalah dominasi Generasi Z sebagai tulang punggung investor kripto Indonesia, khususnya pada rentang usia 18 hingga 34 tahun. Bagi generasi ini, kripto telah menjadi bagian dari percakapan finansial sehari-hari melalui konten digital, komunitas, dan jejaring sosial. ICO 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Dr. Arief Wibisono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Subani, Direktur Utama Bursa CFX, Robby, Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia, Sandiaga Uno, Co-Founder Saratoga sekaligus Indonesia Strategic Investor, Rifai Taberi, Direktur Government Relations Xendit, Prasetyo Katon, Head of Insights Dataxet Sonar, serta Niki Sekar Dewayani, Head of Community Coinvestasi. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri, regulator, investor, dan komunitas dalam membangun ekosistem kripto Indonesia yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Tokocrypto turut mempertegas komitmennya terhadap kontribusi sosial berkelanjutan dengan menyerahkan donasi kepada Yayasan Indonesia Setara, yayasan yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan yayasan, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi komunitas. Di kegiatan sama, Sandiaga, menyampaikan apresiasi atas perhatian Tokocrypto terhadap program-program yayasan, serta menilai penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook 2026 sebagai ruang dialog dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk membaca arah industri, memperluas literasi publik, dan memperkuat ekosistem industri kripto di Indonesia. “Terima kasih atas dukungan Tokocrypto untuk program-program Yayasan Indonesia Setara. Kolaborasi seperti ini penting agar dampak sosial bisa lebih luas, sekaligus memperkuat literasi publik dan sinergi lintas pemangku kepentingan melalui Indonesia Crypto Outlook 2026 demi mendorong ekosistem industri kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia,” tutur Sandiaga. Dengan kinerja bisnis yang solid dan peran aktif dalam pengembangan ekosistem, Tokocrypto menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam mendorong pertumbuhan industri kripto Indonesia menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan.
India Stack: Infrastruktur Publik Digital India Pertumbuhan Inklusif dan Transformasi Global
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India menegaskan komitmen India mendorong transformasi digital yang inklusif melalui pengembangan dan penerapan India Stack, sebuah ekosistem Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah menjadi pondasi utama bagi kemajuan layanan publik dan ekonomi digital India. India Stack merupakan kumpulan Application Programming Interface (API) terbuka dan Digital Public Goods yang memungkinkan pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi secara digital. Infrastruktur ini dirancang dengan prinsip tanpa uang tunai, tanpa kertas, dan tanpa kehadiran fisik, guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Komponen utama India Stack meliputi Aadhaar sebagai identitas digital nasional, Unified Payments Interface (UPI) untuk sistem pembayaran instan, DigiLocker untuk penyimpanan dokumen digital, e-Sign, e-KYC, Direct Benefit Transfer (DBT), serta berbagai platform layanan publik lainnya, termasuk sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial. Dikonseptualisasikan sejak awal tahun 2000-an dan mulai diimplementasikan pada 2009 melalui program Aadhaar, India Stack dikembangkan sebagai sistem yang aman, interoperable, dan dapat diskalakan. Meskipun berangkat dari pengalaman India, kerangka kerja ini tidak terbatas pada satu negara dan dapat diadaptasi oleh negara maju maupun negara berkembang. India Stack mencerminkan pendekatan India dalam membangun infrastruktur digital yang berorientasi pada kepentingan publik serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Lima Lapisan Utama India Stack India Stack beroperasi melalui lima lapisan utama. Lapisan cashless mendukung transaksi keuangan digital secara real-time melalui UPI dan sistem pembayaran interoperable lainnya. Lapisan paperless memungkinkan penyimpanan dan pertukaran dokumen resmi secara elektronik. Lapisan presence-less menyediakan verifikasi identitas digital tanpa kehadiran fisik melalui Aadhaar. Lapisan consent memastikan perlindungan data pribadi melalui mekanisme persetujuan yang transparan dan berbatas tujuan. Sementara, lapisan commerce yang didukung oleh Open Network for Digital Commerce (ONDC) mendorong terciptanya ekosistem perdagangan digital yang terbuka, kompetitif, dan inklusif, khususnya bagi UMKM. Penerapan India Stack telah memberikan manfaat langsung bagi ratusan juta warga India. Infrastruktur ini memainkan peran penting dalam memperluas inklusi keuangan, meningkatkan akses layanan publik, serta mendorong kewirausahaan dan inovasi digital. Melalui mekanisme DBT, penyaluran subsidi dan bantuan pemerintah kini dilakukan secara langsung ke rekening penerima, sehingga mengurangi kebocoran dan praktik korupsi. Keberhasilan India Stack telah menjadikannya model global bagi pembangunan infrastruktur publik digital. India secara aktif berbagi pengalaman dan praktik terbaik dengan negara-negara sahabat dalam membangun DPI sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun tantangan terkait perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan inklusivitas digital masih terus dihadapi, India Stack telah membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat tata kelola layanan publik. Komitmen Kerja Sama Internasional Kedutaan Besar India menegaskan kesiapan India untuk terus memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Indonesia, dalam pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur publik digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong transformasi digital, inovasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat global. Artikel ini ditulis oleh Debnath Shaw, mantan Komisioner Tinggi untuk Tanzania dan Duta Besar untuk Azerbaijan. Pernah bertugas di Misi India di Hong Kong, Beijing (dua kali), Bonn, dan Dhaka, serta di Kantor Pusat dalam berbagai posisi. Pernah ditempatkan di Kementerian Pertahanan sebagai JS (PIC) 2005-07. Visiting Fellow di CSIS, Washington DC 2004-05.
Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Jakarta, katakabar.com - Ramainya kripto belakangan ini tempatkan aspek keamanan dan perlindungan investor kembali ke pusat perhatian. Di tengah pertumbuhan adopsi yang cepat, penguatan regulasi dan literasi dinilai penting agar ekosistem berkembang secara sehat dan inklusif. Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), mengungkapkan mayoritas investor kripto di Indonesia memiliki tingkat pendapatan yang relatif terbatas. Dari 1.225 responden survei, sebanyak 1.093 investor tercatat memiliki pendapatan bulanan di bawah Rp8 juta, sementara hanya 132 responden yang berpenghasilan di atas angka tersebut. Dari sisi demografi, sebagian besar investor berusia di bawah 35 tahun dan mayoritas merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi kripto di Indonesia banyak digerakkan oleh kelompok usia produktif awal yang secara finansial belum memiliki bantalan ekonomi yang kuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Jumlah investor juga terus meningkat, dengan total 19,56 juta investor hingga November 2025, naik dari 19,08 juta investor pada Oktober 2025. Data tersebut mempertegas bahwa kripto telah berkembang menjadi fenomena besar dalam sistem keuangan nasional, bahkan menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar negara dengan adopsi kripto tercepat di dunia. LPEM FEB UI dalam riset berjudul “Kontribusi Ekonomi Kripto terhadap Perekonomian Indonesia” menekankan bahwa potensi pertumbuhan aset kripto perlu dibarengi kebijakan strategis agar ekosistemnya tetap sehat dan berkelanjutan. Peralihan status kripto dari komoditas menjadi aset keuangan digital melalui Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 dinilai memperkuat posisi kripto dalam sistem keuangan, namun sekaligus meningkatkan risiko apabila tidak diiringi praktik pasar yang sehat, termasuk pengawasan terhadap platform ilegal dan perlindungan investor. Kuatkan Perlindungan Konsumen Kripto CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai temuan ini menegaskan perlindungan investor harus menjadi fokus utama, terutama karena mayoritas investor datang dari kelompok yang ruang amannya terbatas. “Ketika mayoritas investor kripto berpenghasilan di bawah Rp8 juta dan didominasi usia produktif awal, kita tidak bisa memandang kripto hanya dari sisi tren atau keuntungan sesaat. Tantangan utamanya adalah memastikan mereka punya pemahaman yang cukup, akses ke platform legal, dan perlindungan yang kuat,” ujar Calvin. Ia menambahkan, peralihan pengawasan aset kripto ke OJK perlu dimaknai sebagai momentum memperkuat praktik pasar yang sehat. “Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 adalah langkah penting karena menegaskan kripto sebagai aset keuangan digital. Tetapi, transisi ini harus diikuti dengan penguatan pengawasan, penindakan platform ilegal, serta standar perlindungan konsumen yang makin ketat agar ekosistemnya bertumbuh dengan cara yang benar,” jelas Calvin. Di sisi lain, riset LPEM FEB UI juga mencatat kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi investor kripto. Kanal seperti Twitter, Telegram, dan Discord disebut sangat mempengaruhi keputusan investasi sebesar 57,89 persen, disusul oleh influencer dan YouTuber kripto sebesar 30,77 persen. Kondisi ini memperkuat urgensi peningkatan literasi keuangan digital serta peninjauan ulang aturan periklanan kripto agar tidak menyesatkan masyarakat, terutama investor pemula. “Di era ketika informasi bergerak cepat di media sosial, literasi menjadi benteng pertama. Edukasi tidak boleh kalah cepat dari promosi, dan platform legal harus aktif membangun pemahaman yang seimbang tentang risiko dan kehati-hatian,” ucap Calvin. Tantangan Perkembangan Industri Kripto Tantangan lain yang disoroti adalah masih maraknya aktivitas di platform ilegal. Meski investor di platform legal tercatat lebih aktif dengan rata-rata 60 transaksi per tahun senilai Rp55 juta, transaksi di platform ilegal justru mencatat nilai jual beli lebih besar, mencapai rata-rata Rp88,7 juta per tahun. Akibatnya, potensi penerimaan pajak yang hilang diperkirakan mencapai Rp1,1–1,7 triliun per tahun. Kondisi ini dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga melemahkan ekosistem kripto yang legal dan terpercaya. Calvin menekankan upaya memberantas platform ilegal perlu dibarengi penguatan literasi dan kolaborasi multipihak agar manfaat kripto tidak berubah menjadi risiko sosial. “Kita perlu ekosistem yang aman dan inklusif, karena kripto punya potensi mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat bermodal kecil. Tapi tanpa literasi yang memadai, perlindungan data, dan penegakan terhadap pihak ilegal, kelompok yang paling rentan justru bisa menjadi pihak yang paling terdampak,” terang Calvin. Menurutnya, kolaborasi antara regulator, industri, komunitas, dan akademisi menjadi kunci agar perdagangan aset kripto dapat memperkuat ekonomi digital Indonesia secara aman dan berkelanjutan. “Kunci pertumbuhan yang sehat adalah kolaborasi. Regulator memastikan rambu dan penegakan, industri memastikan kepatuhan dan perlindungan pengguna, komunitas memperluas edukasi, dan akademisi menyediakan riset sebagai dasar kebijakan. Kalau ini berjalan bersama, kripto bisa memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keamanan investor,” sebut CEO Tokocrypto.
Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Jakarta, katakabar.com - Ramainya kripto belakangan ini tempatkan aspek keamanan dan perlindungan investor kembali ke pusat perhatian. Di tengah pertumbuhan adopsi yang cepat, penguatan regulasi dan literasi dinilai penting agar ekosistem berkembang secara sehat dan inklusif. Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), mengungkapkan mayoritas investor kripto di Indonesia memiliki tingkat pendapatan yang relatif terbatas. Dari 1.225 responden survei, sebanyak 1.093 investor tercatat memiliki pendapatan bulanan di bawah Rp8 juta, sementara hanya 132 responden yang berpenghasilan di atas angka tersebut. Dari sisi demografi, sebagian besar investor berusia di bawah 35 tahun dan mayoritas merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi kripto di Indonesia banyak digerakkan oleh kelompok usia produktif awal yang secara finansial belum memiliki bantalan ekonomi yang kuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Jumlah investor juga terus meningkat, dengan total 19,56 juta investor hingga November 2025, naik dari 19,08 juta investor pada Oktober 2025. Data tersebut mempertegas bahwa kripto telah berkembang menjadi fenomena besar dalam sistem keuangan nasional, bahkan menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar negara dengan adopsi kripto tercepat di dunia. LPEM FEB UI dalam riset berjudul “Kontribusi Ekonomi Kripto terhadap Perekonomian Indonesia” menekankan bahwa potensi pertumbuhan aset kripto perlu dibarengi kebijakan strategis agar ekosistemnya tetap sehat dan berkelanjutan. Peralihan status kripto dari komoditas menjadi aset keuangan digital melalui Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 dinilai memperkuat posisi kripto dalam sistem keuangan, namun sekaligus meningkatkan risiko apabila tidak diiringi praktik pasar yang sehat, termasuk pengawasan terhadap platform ilegal dan perlindungan investor. Kuatkan Perlindungan Konsumen Kripto CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai temuan ini menegaskan perlindungan investor harus menjadi fokus utama, terutama karena mayoritas investor datang dari kelompok yang ruang amannya terbatas. “Ketika mayoritas investor kripto berpenghasilan di bawah Rp8 juta dan didominasi usia produktif awal, kita tidak bisa memandang kripto hanya dari sisi tren atau keuntungan sesaat. Tantangan utamanya adalah memastikan mereka punya pemahaman yang cukup, akses ke platform legal, dan perlindungan yang kuat,” ujar Calvin. Ia menambahkan, peralihan pengawasan aset kripto ke OJK perlu dimaknai sebagai momentum memperkuat praktik pasar yang sehat. “Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 adalah langkah penting karena menegaskan kripto sebagai aset keuangan digital. Tetapi, transisi ini harus diikuti dengan penguatan pengawasan, penindakan platform ilegal, serta standar perlindungan konsumen yang makin ketat agar ekosistemnya bertumbuh dengan cara yang benar,” jelas Calvin. Di sisi lain, riset LPEM FEB UI juga mencatat kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi investor kripto. Kanal seperti Twitter, Telegram, dan Discord disebut sangat mempengaruhi keputusan investasi sebesar 57,89 persen, disusul oleh influencer dan YouTuber kripto sebesar 30,77 persen. Kondisi ini memperkuat urgensi peningkatan literasi keuangan digital serta peninjauan ulang aturan periklanan kripto agar tidak menyesatkan masyarakat, terutama investor pemula. “Di era ketika informasi bergerak cepat di media sosial, literasi menjadi benteng pertama. Edukasi tidak boleh kalah cepat dari promosi, dan platform legal harus aktif membangun pemahaman yang seimbang tentang risiko dan kehati-hatian,” ucap Calvin. Tantangan Perkembangan Industri Kripto Tantangan lain yang disoroti adalah masih maraknya aktivitas di platform ilegal. Meski investor di platform legal tercatat lebih aktif dengan rata-rata 60 transaksi per tahun senilai Rp55 juta, transaksi di platform ilegal justru mencatat nilai jual beli lebih besar, mencapai rata-rata Rp88,7 juta per tahun. Akibatnya, potensi penerimaan pajak yang hilang diperkirakan mencapai Rp1,1–1,7 triliun per tahun. Kondisi ini dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga melemahkan ekosistem kripto yang legal dan terpercaya. Calvin menekankan upaya memberantas platform ilegal perlu dibarengi penguatan literasi dan kolaborasi multipihak agar manfaat kripto tidak berubah menjadi risiko sosial. “Kita perlu ekosistem yang aman dan inklusif, karena kripto punya potensi mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat bermodal kecil. Tapi tanpa literasi yang memadai, perlindungan data, dan penegakan terhadap pihak ilegal, kelompok yang paling rentan justru bisa menjadi pihak yang paling terdampak,” terang Calvin. Menurutnya, kolaborasi antara regulator, industri, komunitas, dan akademisi menjadi kunci agar perdagangan aset kripto dapat memperkuat ekonomi digital Indonesia secara aman dan berkelanjutan. “Kunci pertumbuhan yang sehat adalah kolaborasi. Regulator memastikan rambu dan penegakan, industri memastikan kepatuhan dan perlindungan pengguna, komunitas memperluas edukasi, dan akademisi menyediakan riset sebagai dasar kebijakan. Kalau ini berjalan bersama, kripto bisa memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keamanan investor,” sebut CEO Tokocrypto.
Maksimalkan Potensi Pertumbuhan Aset Kripto dengan Bittime Fleksibel Staking
Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan dan berlisensi resmi di Indonesia hadirkan Fleksibel staking. Inovasi yang dirancang khusus untuk memberikan imbal hasil harian atau daily earn dengan nilai Annual Percentage Yield (APY) yang sangat kompetitif. Kepercayaan masyarakat terhadap Bittime juga tercermin dari performa bisnis yang luar biasa, di mana Bittime mencatatkan pertumbuhan Total Value Locked atau TVL yang mencapai 87persen. Lonjakan nilai aset yang dikunci di dalam platform ini menunjukkan tingginya minat pengguna untuk menyimpan dan mengembangkan aset mereka di ekosistem Bittime. Berbeda dengan fitur staking pada umumnya, melalui fitur Flexible Staking, Bittime berupaya memberikan solusi bagi para trader dan investor yang ingin memaksimalkan potensi pertumbuhan aset mereka tanpa harus kehilangan momentum saat ingin melakukan transaksi secara cepat. Keunggulan utama yang ditawarkan oleh program ini adalah kebebasan penuh bagi para pengguna dalam mengelola aset digital mereka. Berbeda dengan mekanisme staking tradisional yang mengharuskan aset dikunci dalam jangka waktu tertentu, Fleksibel Staking Bittime memungkinkan trader untuk memperdagangkan, menarik, atau memindahkan aset mereka kapan saja. Hal ini menciptakan keseimbangan yang ideal antara likuiditas dana dan pendapatan pasif, sehingga pengguna tetap bisa responsif terhadap pergerakan pasar yang sangat dinamis sambil terus mendapatkan keuntungan otomatis setiap hari. Dalam pelaksanaannya, Bittime mengedepankan aset-aset yang memiliki kredibilitas dan volume perdagangan tinggi di pasar global maupun lokal. Beberapa aset yang paling banyak diminati oleh komunitas meliputi USDT, Bitcoin (BTC), serta Ethereum (ETH). Selain itu, token asli dari ekosistem bursa ini, yaitu Palapa (PLPA), juga tercatat sebagai salah satu aset populer yang banyak digunakan oleh para investor untuk mengoptimalkan portofolio investasi mereka di dalam aplikasi. Menariknya, data pasar saat ini juga menunjukkan adanya tren positif pada beberapa aset tertentu yang mencatatkan pertumbuhan sangat signifikan. Aset-aset seperti Solana (SOL), XRP, serta instrumen unik seperti Tether Gold (XAUT) dan HYPE, menjadi sorotan utama karena performa pertumbuhannya yang tinggi dan melampaui rata-rata pasar. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.
Liga.Tennis Soroti Pertumbuhan Pasar, Perubahan Perilaku dan Peluang Ekonomi di Indonesia
Bali, katakabar.com - Minat terhadap olahraga raket di Indonesia terus meningkat secara signifikan, menciptakan peluang ekonomi baru di sektor olahraga dan gaya hidup. Laporan Global Padel Report 2025 dari Playtomic mencatat Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan padel tercepat di Asia Pasifik, sejajar dengan Singapura dan Thailand. Di kota-kota besar, padel berkembang dari sekadar aktivitas rekreasi menjadi “social currency” baru, yaitu medium untuk memperluas jejaring profesional, membangun komunitas lintas industri, dan memperkuat gaya hidup aktif masyarakat urban. Dibawa kali pertama oleh ekspatriat di Jakarta dan Bali, padel kini telah banyak digemari kalangan middle class masyarakat Indonesia. Fenomena ini selaras dengan pergeseran perilaku konsumen, terutama generasi muda dari rentang usia 30 hingga 40 tahun, yang semakin mengutamakan preventive health dan olahraga dengan learning curve yang cepat. Olahraga raket dipandang sebagai pilihan yang relevan karena ritme dinamis, durasi singkat, dan sifatnya yang sangat sosial. Kehadirannya dirasa sebagai lanjutan dari budaya badminton yang telah lama tertanam. Hal ini membuat adopsi olahraga raket lain berjalan lebih cepat dan menunjukkan potensi pasar jangka panjang. Seperti yang disampaikan oleh Founder Liga.Tennis, sebuah jaringan klub olahraga raket, Dmitry Scherbakov, Indonesia sedang memasuki era social fitness boom. Masyarakat tidak hanya mencari olahraga, tetapi ruang sosial, komunitas, dan pengalaman yang bermakna. Olahraga raket berada tepat di jantung perubahan ini karena sifatnya yang fun, mudah dimainkan, dan bersifat inklusif untuk semua usia dan tingkat kemampuan. Masifnya pertumbuhan olahraga raket di Indonesia memicu efek ekonomi berantai yang semakin terlihat. Fenomena global yang disebut sebagai “paddle effect” ini mendorong lahirnya brand apparel lokal, penyedia equipment dan perlengkapan, fasilitas fisioterapi dan sport recovery, akademi dan sekolah coaching, turnamen komunitas amatir hingga profesional, creator economy, dan pertumbuhan F&B di sekitar fasilitas olahraga. Hal ini turut menguatkan survei global yang menyebutkan bahwa aspek wellness semakin penting bagi masyarakat dunia. Mengutip laporan Global Wellness Economy Monitor 2024 dari Global Wellness Institute (GWI), ekonomi wellness global diperkirakan akan mencapai $9 triliun di tahun 2028 mendatang. Lebih jauh, Global Padel Report 2025 menyebutkan Indonesia mencatat salah satu angka produktivitas lapangan tertinggi secara global. Satu lapangan padel di Indonesia memiliki rata-rata gross merchandise value (GMV) lebih dari €6.000 per bulan atau setara dengan Rp110 juta, di mana angka ini tumbuh sebesar 173% YoY (2023–2024). Ruang pertumbuhannya juga sangat besar, dengan proyeksi Playtomic dan Monitor Deloitte yang memperkirakan jumlah lapangan padel di tahun 2026 akan mencapai sebanyak 85.000 di seluruh dunia atau dua kali lipat jumlah saat ini. Angka ini menunjukkan dua sinyal penting bagi investor dan operator, yaitu demand yang kuat dan sustainable serta efisiensi monetisasi per lapangan yang jauh di atas rata-rata pasar baru. “Ketika satu lapangan padel dibangun, yang bergerak bukan hanya pemainnya, tetapi ekonomi sekitarnya. Indonesia berada di titik percepatan pertumbuhan olahraga raket. Yang terjadi bukan hanya peningkatan jumlah pemain, tetapi lahirnya industri baru dengan potensi ekonomi yang sangat besar. Kami membangun bukan hanya klub olahraga, tetapi ekosistem olahraga raket terbesar di Indonesia yang menghubungkan coaching, communities, facilities, dan digital platforms,” tambah Dmitry Didirikan pada 2017 sebagai platform digital untuk menghubungkan komunitas olahraga raket, Liga.Tennis berkembang menjadi salah satu jaringan klub olahraga raket dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Sejak membuka klub fisik pertamanya di Bali pada 2019, Liga.Tennis telah melayani pemain dari berbagai tingkat, termasuk kunjungan Novak Djokovic, petenis dengan rekor 24 gelar tunggal Grand Slam, dalam perjalanannya ke Bali pada tahun yang sama. Saat ini Liga.Tennis mengoperasikan 6 klub di Bali dan 1 klub di Sumba-Nusa Tenggara Timur dengan 85% tingkat okupansi yang didukung fasilitas lengkap untuk bermain tenis, padel, squash, pickleball, sekolah tenis, hingga community courts yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan rekreasional maupun fokus pengembangan keterampilan. Didukung basis pengguna yang terus bertumbuh dan telah mendekati 100.000 pengguna di Liga App, Liga.Tennis melihat kombinasi faktor jumlah populasi yang besar, pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, dan supply yang masih jauh dari mencukupi, perusahaan menargetkan ekspansi hingga 77 klub di seluruh Indonesia dan regional market dalam satu dekade mendatang.