Saing

Sorotan terbaru dari Tag # Saing

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global di Asteng Ekonomi
Ekonomi
5 jam yang lalu

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global di Asteng

Gresik, katakabar.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik kian mengukuhkan posisinya sebagai hub hilirisasi terintegrasi berdaya saing global di Asia Tenggara. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek strategis sektor mineral di kawasan terkait fasilitas produksi brass mill dan brass cup serta pabrik manufaktur emas logam mulia, di penghujung April 2026 lalu. Proyek bagian dari 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II inisiasi BPI Danantara ini melibatkan kolaborasi strategis antara MIND ID, DEFEND ID, dan Pelindo. Skemanya, katoda tembaga dari smelter akan diolah menjadi brass cup dan brass mill berkapasitas 10.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan amunisi nasional. Sementara, untuk pengolahan emas, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan memproses hasil pemurnian logam menjadi emas batangan (bullion) guna memperkuat rantai pasok logam mulia domestik. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pengembangan industri derivatif di Gresik merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi daerah. Inisiatif ini diyakini mampu menjadi motor penggerak baru bagi struktur ekonomi Jawa Timur agar semakin kokoh dan berdaya saing. “Definisi maju tentu adalah kemampuan kita mengembangkan industri strategis yang membuat bangsa ini menjadi berdikari. Prasyarat untuk mewujudkan hal tersebut adalah adanya ekosistem yang mumpuni. Itulah sebabnya Jawa Timur ingin menjadi bagian penting dari rantai nilai (value chain) industri nasional," kata Emil saat meresmikan proyek tersebut di KEK Gresik. Emil menjelaskan, hilirisasi di KEK Gresik kini telah melompat ke tahap produk turunan tingkat dua dan tiga. Ia mencontohkan bagaimana katoda tembaga kini diolah lebih lanjut menjadi copper rod, copper foil, hingga brass cup yang merupakan bahan baku peluru. “Kita sudah bergeser ke arah industri derivatif. Katoda tembaga yang dihasilkan smelter kini diolah menjadi brass cup oleh Pindad untuk kebutuhan amunisi. Jadi, peluru yang biasanya diimpor untuk kebutuhan TNI, ke depan akan diproduksi di dalam negeri menggunakan bahan baku lokal," ucapnya. Kehadiran fasilitas brass mill ini diproyeksikan mampu menekan angka impor komponen amunisi TNI secara signifikan sekaligus memperkuat kemandirian pertahanan melalui integrasi produksi di kawasan yang sama. Secara sosial-ekonomi, proyek terintegrasi ini diperkirakan akan serap hingga 7.000 tenaga kerja terampil. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas BUMN yang melibatkan PT Freeport Indonesia sebagai penyedia bahan baku, PT Pindad, PT Antam, hingga PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai mitra infrastruktur pelabuhan. Guna mendukung transformasi KEK Gresik sebagai hub hilirisasi berdaya saing global, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen memperkuat efisiensi logistik melalui perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan, termasuk pelebaran akses jalan tol dan pembenahan jembatan guna memastikan kelancaran operasional KEK Gresik sebagai tulang punggung industri nasional. “KEK Gresik bukan lagi single commodity, melainkan multi-commodity hub. Dengan dukungan infrastruktur dari Pelindo dan ekosistem industri yang sudah 'nyambung', kawasan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja terampil,” sebut Emil. Dari sisi makroekonomi, posisi KEK Gresik di jantung aglomerasi Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Emil memaparkan wilayah ini menyumbang hampir separuh dari PDRB Jawa Timur. "Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kawasan Gerbangkertosusila mencapai hampir separuh dari perekonomian Jawa Timur. Mengingat Jawa Timur menyumbang seperenam ekonomi nasional, maka perputaran ekonomi di aglomerasi ini saja mencakup hampir 10 persen dari total ekonomi Indonesia. Ini adalah keunggulan kompetitif yang harus kita jaga," tandasnya.

Bupati Bengkalis Sambut Baik Guru FISIP UNRI Riset Perkuat Daya Saing Sawit Sawit
Sawit
Senin, 01 September 2025 | 11:04 WIB

Bupati Bengkalis Sambut Baik Guru FISIP UNRI Riset Perkuat Daya Saing Sawit

Bengkalis, katakabar.com - Bupati Bengkalis, Kasmarni, melalui Kepala Dinas Perkebunan Bengkalis, Mohammad Azmir sambut baik, dan akan berusaha bantu riset yang dilaksanakan tim UNRI Lewat model kelembagaan Adaptif yang dikerjakan oleh guru besar. "Kita sambut baik, dan berusaha bantu riset yang dilaksanakan tim UNRI. Hasil penelitian ini sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis, khususnya Dinas Perkebunan atau Disbun Bengkalis, mengingat luasnya kebun masyarakat di Kabupaten Bengkalis yang merupakan kebun swadaya," ujarnya kepada katakabar.com, Senin (1/9) pagi Menurut Azmir, dengan pembentukan kelembagaan yang tepat dapat memudahkan Disbun Bengkalis dalam mengelola pekebun yang nantinya berdampak pada peningkatan produktifitas kebun, secara otomatis meningkatkan kesejahteraan pekebun, sehingga visi besar kabupaten bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera atau Bermasa bisa terwujud. Diketahui, melalui model kelembagaan Adaptif , dua orang guru besar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP Universitas Riau atau UNRI, Prof. Dr. Zaili Rusli dan Prof. Dr. Seno Andri, pimpin riset penting di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis. Riset angkat tema “Model Kelembagaan Adaptif untuk Penguatan Daya Saing dan Ketahanan Petani Swadaya Kelapa Sawit”, tujuannya untuk membantu para petani sawit swadaya agar lebih kuat menghadapi tantangan pasar, dan pembangunan berkelanjutan. Di pelaksanaan riset ini, dua orang profesor gandeng tim peneliti lainnya dari FISIP UNRI, yakni Dr. Dadang Mashur, Dr. Zulkarnaini, Mimin Sundari Nasution, dan peneliti muda, Masrul Ikhsan. Kegiatan awal riset dilakukan dengan observasi, dan pengumpulan data primer, serta sekunder, dimulai dari Dinas Perkebunan atau Disbun Kabupaten Bengkalis. Selain itu, tim gelar Focus Group Discussion atau FGD dengan petani, kepala desa, pengurus KUD, Kepala Bidang PHP Dinas Perkebunan, Kepala UPT Pembibitan dan Pengembangan Perkebunan Kecamatan Banta, dan penyuluh pertanian setempat.

Segera Daftar! PHR Buka Lagi Program Magang Siapkan Naker Berdaya Saing Nasional
Nasional
Jumat, 29 November 2024 | 11:40 WIB

Segera Daftar! PHR Buka Lagi Program Magang Siapkan Naker Berdaya Saing

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR buka lagi peluang magang kerja bagi putra dan putri asli Riau lulusan S1, D4, atau D3. Pendaftaran program Magang Kerja PHR Angkatan (batch) ke 6 pada 2 hingga 8 Desember 2024. PHR menerima 80 magang kerja yang bakal ditempatkan di Riau (70 orang) dan Jakarta (10 orang). Corporate Secretary PHR, Rudi Arrifianto menjelaskan, program ini telah berjalan dari 2022 lalu memiliki segudang manfaat bagi para peserta. Terutama bagi mereka yang baru lulus, dan bersiap mengenal dunia kerja.