Selamatkan
Sorotan terbaru dari Tag # Selamatkan
KAI Services Apresiasi Aksi Heroik Petugas Sekurity Selamatkan Anak di Stasiun Cibatu
Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Services memberikan apresiasi kepada petugas keamanan bernama Fahmi Suparman atas aksi sigapnya selamatkan seorang anak yang berlari menuju rel saat Kereta Api Serayu akan memasuki Stasiun Cibatu, Garut, Jawa Barat. Berkat tindakan cepat tersebut, anak tersebut berhasil diselamatkan dari potensi bahaya di jalur rel kereta. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan keberaniannya, KAI Services memberikan sertifikat dan pin apresiasi yang diserahkan Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi KAI Services, Benny Rustanto, bersama Komisaris KAI Services, Samsul Bahri, di Loko Café Bandung, Rabu (11/3). Di kegiatan tersebut, Benny Rustanto, menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat Fahmi yang dinilai mencerminkan komitmen tinggi dalam menjaga keselamatan masyarakat di lingkungan stasiun. “Kami sangat mengapresiasi tindakan sigap yang dilakukan Saudara Fahmi. Tindakan ini mencerminkan dedikasi, kepedulian, serta tanggung jawab seorang petugas keamanan dalam menjaga keselamatan penumpang dan masyarakat di lingkungan stasiun. Kami berharap keteladanan yang ditunjukkan Saudara Fahmi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh petugas keamanan untuk selalu menjalankan tugas dengan kewaspadaan dan kepedulian yang tinggi,” kata Benny. Sementara, Fahmi Suparman mengaku bersyukur dan bangga atas penghargaan yang diberikan oleh KAI Services. Ia tidak menyangka tindakan spontan yang dilakukannya saat bertugas mendapatkan perhatian dan apresiasi dari perusahaan. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh perusahaan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan stasiun,” cerita Fahmi. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 23 Januari 2026, saat Fahmi sedang bertugas sebagai petugas Unit Pengamanan di Stasiun Cibatu. Pada saat itu, ia dengan sigap menghampiri dan menyelamatkan seorang bocah yang berlari menuju jalur rel ketika Kereta Api Serayu tengah memasuki area stasiun. Berkat kesigapannya, anak tersebut berhasil diselamatkan dari area berbahaya di jalur rel kereta. KAI Services menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa kereta api, sekaligus mendorong seluruh petugas di lapangan untuk selalu sigap dan peduli terhadap situasi di sekitarnya.
Selamatkan Lingkungan, Satreskrim Polres Kepulauan Meranti Tanam Bibit Pohon di Sekolah
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti taja sosialisasi program Green Policing Polres Kepulauan Meranti, di Taman Kanak Kanak (TK) Yayasan Eka yang berada di kawasan Jalan terubuk Kelurahan Selatpanjang Kota Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti Sabtu (13/12) kemarin. Di kegiatan itu personel Satreskrim Polres Kepulauan Meranti edukasi siswa peduli lingkungan dan kegiatan penanaman bibit pohon di lingkungan sekolah. "Sasarannya siswa TK Yayasan Eka. Selain edukasi, kita ajak siswa agar peduli lingkungan dari rumah dan lingkungan sekolah. Dengan melakukan kegiatan interaktif angkat tema peduli lingkungan dilaksanakan penanaman tiga bibit pohon Mangga di lingkungan Sekolah," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Roemin Putra. Menurutnya, adapun jonsep Green Policing sebagai pendekatan strategis, dan humanis menjaga ketertiban sosial, serta keberlanjutan lingkungan hidup, sekaligus menghadirkan pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman, dan krisis lingkungan. "Green Policing jawaban atas tantangan zaman seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, karhutla, hingga patologi sosial berbasis ekonomi dan ekologi," jelasnya. Kegiatan Green Policing ini, ulasnya, menjadi kebijakan Kapolda Riau dalam bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dengan melakukan penanaman pohon di sekolah sekolah dan pantai wilayah Kepulauan Meranti. Jadi, tambahnya, sebagai langkah melaksanakan kegiatan program Green policing Polres Kepulauan Meranti di sekolah-sekolah, yakni dengan melakukan kegiatan viralisasi kegiatan program Green Policing.
Amankan Aset Daerah, Kejari Inhu Selamatkan Uang Negara Rp14 Miliar
Indragiri Hulu, katakabar.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berhasil amankan dua bidang tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu yang dikuasai warga. Dari dua aset ini telah menyelamatkan keuangan negera senilai Rp14 miliar. Kajari Indragiri Hulu, Windro Tumpal Halomoan Haro Munthe, S.H, M.H melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha (Dadun) Indragiri Hulu, Samuel Pangaribuan, S.H, Selasa (4/2/2025) menjelaskan, aset Pemkab Inhu yang diamankan berupa tanah seluas 52.937 m2 terletak di Air Molek Kecamatan Pasir Penyu, dan aset Pemkab Inhu berupa tanah milik Kantor Inspektorat Kabupaten Inhu seluas 96 M2 di Kecamatan Rengat Barat. Menurut Samuel, tanah aset Pemkab Inhu yang berada di Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu seluas 52.937 m2 dengan rincian Kantor Desa Candi Rejo seluas 3.001 m2, Terminal dengan luas 11.358 m2, Balai Adat seluas 7.361 m2 dan Pasar Aur Gading dengan luas tanah 31.217 m2. Empat bidang tanah ini berniai Rp14.095.458.000. Sedang tanah aset Kantor Inspektorat Pemkab Inhu di Kecamatan Rengat Barat, seluas 96 m2 dengan nilai Rp12.288.000,
DMSI Usulkan 8 Langkah Strategis Selamatkan Produksi Sawit Nasional
Jakarta, elaeis.co - Dewan Minyak Sawit Indonesia atau DMSI usulkan delapan langkah strategis untuk mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam memperkuat peranan komoditas sawit. Ketua Umum DMSI, Sahat Sinaga yang paparkan gagasan ini di acara Dies Natalis ke-64 FMIPA Universitas Indonesia (UI) di Depok, Kamis (19/12) kemarin. Menurut Sahat, harus ada kebijakan yang diambil mengingat produksi sawit nasional pada 2024 turun 4 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 50,07 juta ton. Ini diakibatkan kurangnya perhatian pada penyakit kelapa sawit. Jika dibiarkan, produksi akan terus jeblok hingga 40 persen.