Setahun

Sorotan terbaru dari Tag # Setahun

Labamu Jalin Kerja Sama Setahun dengan AEON MALL Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Senin, 05 Januari 2026 | 14:48 WIB

Labamu Jalin Kerja Sama Setahun dengan AEON MALL Indonesia

Jakarta, katakabar.com - PT Labamu Sejahtera Indonesia (Labamu) resmi menjalin kerja sama selama setahun dengan AEON MALL Indonesia untuk mendukung operasional merchant food court di pusat perbelanjaan AEON MALL di Indonesia. Kerja sama ini dimulai pada 8 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Di kerja sama tersebut, Labamu menyediakan sistem penerimaan pembayaran yang digunakan oleh merchant food court di AEON MALL BSD City, AEON MALL Jakarta Garden City, AEON MALL Sentul City, AEON MALL Tanjung Barat, dan AEON MALL Delta Mas. Sistem ini terintegrasi dengan infrastruktur operasional yang telah dimiliki oleh AEON MALL Indonesia untuk membantu menjaga kelancaran transaksi harian, khususnya di area food court dengan tingkat aktivitas pengunjung yang tinggi. Area food court memiliki kebutuhan operasional yang dinamis, dengan jam kunjungan yang padat serta berbagai jenis merchant. Lantaran itu, keandalan sistem, kecepatan proses transaksi, dan stabilitas operasional menjadi faktor penting mendukung aktivitas harian. Melalui kerja sama ini, Labamu mendukung AEON MALL Indonesia dalam memastikan sistem pembayaran dapat berjalan secara konsisten sesuai kebutuhan operasional di lapangan. Bagi Labamu, kolaborasi dengan AEON MALL Indonesia menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional bisnis ritel, khususnya di lingkungan pusat perbelanjaan dengan aktivitas yang dinamis. Selama periode kerja sama satu tahun ke depan, Labamu akan terus mendukung operasional sistem penerimaan pembayaran bagi merchant food court di lima pusat perbelanjaan AEON MALL Indonesia, dengan tujuan membantu meningkatan efisiensi operasional serta mendukung pengalaman transkasi yang lebih baik bagi merchant maupun pengunjung.

Target PSR Belum Separuh, Dosen Universitas Jambi Dorong BPDPKS Permudah Proses Nasional
Nasional
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 17:40 WIB

Target PSR Belum Separuh, Dosen Universitas Jambi Dorong BPDPKS Permudah Proses

Jambi, katakabar.com - Capaian target Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) masih rendah, sebab realisasi belum separuh. Padahal tenggatnya tinggal setahun lagi. Tercatat dari 2017 hingga 2022 atau lima tahun terakhir baru tercapai 278.200 hektar dari target 540.000 hektar sepanjang 2017 hingga 2024. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Dr. Ir. Rosyiani, MS menuturkan, perlu komitmen dari berbagai pihak untuk dapat mencapai target nasional yang telah ditetapkan. “BPDPKS perlu memberikan perhatian lebih kepada petani rakyat. Perkebunan kelapa sawit di Jambi baru sebesar 66,66 persen diantaranya petani swadaya, artinya sumbangan mereka cukup besar,” kata Rosyani dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (21/10). Waktu tinggal setahun, ujar Rosyani, bagaimana pun target harus direalisasikan sepenuhnya, sebab jika banyak tanaman yang tidak diremajakan, ada efek domino. Petani menerima dampaknya secara langsung karena sawit tidak produktif lagi bahkan nol. “BPDPKS sudah tahu berapa targetnya. Tahun 2024 harus semua tercapai. Bagi petani swadaya yang sudah punya ISPO dan RSPO jangan bertele-telelah untuk setujui pengajuan PSR. Apalagi, sebagian besar syarat-syaratnya sama dan sudah dimiliki,” jelasnya. Soal adanya laporan sulitnya penerbitan STDB dan Rekomendasi Teknik (Rekomtek) yang ditemui di beberapa daerah. “Komitmen pemerintah dan semua elemen pelaksana harus diperkuat. Proses harus dipermudah dan dipercepat agar target bisa tercapai," terangnya. Menurutnya, kerugian besar bisa muncul apabila banyak perkebunan kelapa sawit tidak diremajakan. Petani semakin berkurang pendapatannya, semakin miskin. Dalam perhitungan ekonomi itu ada yang namanya Maximum Sustainable Yield (MSY). Jadi, dalam perkebunan kelapa sawit, puncaknya umur 14 tahun. Dari titik nol, kembali lagi ke nol pada umur tanaman 30 tahun. Sebelum itu, harus segera diremajakan,” bebernya sambil menggambarkan grafik. “Saya berharap, BPDPKS lebih memperhatikan petani swadaya sama seperti BPDKS memperhatikan perusahaan-perusahaan besar. Kalau saya lihat, BPDPKS lebih memperhatikan perkebunan besar,” imbuhnya.