Nanovest Ekspansi ke Pasar Global, Sepakati Kerja Sama Strategis Dengan Fasset
Jakarta, katakabar.com - Nanovest kerja sama strategis dengan global crypto exchange Fasset, perusahaan aset digital berbasis di Uni Emirat Arab. Kerja sama ini langkah strategis untuk memperluas bisnis ke pasar Dubai sekaligus membangun konektivitas transaksi aset digital lintas negara. Melalui langkah ini, Nanovest dan Fasset menyatukan kekuatan untuk menghadirkan infrastruktur yang memungkinkan pengguna mengakses, memindahkan, dan berinvestasi dalam aset digital secara lebih global, cepat, dan efisien. Kolaborasi ini berfokus pada tiga hal utama, yakni integrasi infrastruktur untuk mendukung transaksi lintas negara, distribusi dan pertukaran aset digital di kedua platform, serta pengembangan produk berbasis tokenisasi ke depannya. Dengan mengintegrasikan sistemnya ke dalam infrastruktur Fasset, Nanovest akan memanfaatkan jaringan dan teknologi global Fasset untuk mempermudah aliran dana internasional dan meningkatkan akses pengguna terhadap peluang investasi di berbagai pasar. Raafi Hossain, Co-Founder & CEO Fasset, mengatakan kami sangat antusias untuk bermitra dengan Nanovest seiring dengan ekspansi di Asia Tenggara. "Dengan menggabungkan kekuatan lokal Nanovest dan infrastruktur global Fasset, kami dapat menghadirkan penyelesaian lintas batas yang lebih cepat dan memperluas akses ke aset yang di tokenisasi bagi pengguna di berbagai pasar," ujar Raafi. Di saat yang sama, kerja sama ini juga membuka peluang distribusi aset digital secara lebih luas. Aset yang tersedia di Nanovest berpotensi menjangkau pengguna global melalui platform Fasset, sementara proyek tokenisasi global dari Fasset juga dapat diakses oleh pengguna Nanovest di Indonesia. Ke depan, kedua perusahaan akan terus mengeksplorasi pengembangan aset berbasis tokenisasi untuk menghadirkan lebih banyak instrumen investasi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar global. Billy Surya Jaya, Direktur Utama Nanovest, menambahkan kerja sama strategis ini langkah nyata Nanovest percepat ekspansi global. "Melalui kehadiran di pasar UAE hingga global dan kolaborasi dengan Fasset, kami ingin menghadirkan akses investasi yang lebih luas, didukung oleh teknologi yang lebih kuat, serta pengalaman yang lebih seamless bagi pengguna, baik di Indonesia maupun di pasar internasional," jelasnya. Nanovest platform crypto exchange asal Indonesia yang beroperasi sesuai dengan regulasi OJK dan berfokus pada penyediaan akses investasi yang aman, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Sementara, Fasset platform aset digital dan teknologi blockchain berskala internasional yang menyediakan infrastruktur dan solusi keuangan digital untuk mendukung akses global terhadap aset digital.
Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis
Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi jalin mitra kerja sama strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bidang inovasi dan pengembangan. Penandatanganan yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak, ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan. Fokus kolaborasi mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, Tjahjono Herawan, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks. “Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan yang disrupsi, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Ia menegaskan PT RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan meningkatkan daya saing komoditas global. Sedang, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kerja sama ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi yang kami kembangkan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi industri perkebunan dan masyarakat secara luas,” ucap Miftachul Anwar. Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.
Fatmawati City Center: Pilihan Hunian Modern Tiga Lantai di Kawasan Strategis Jaksel
Jakarta, katakabar.com - Fatmawati City Center hadir sebagai kawasan hunian terpadu tawarkan kenyamanan tinggal, sekaligus kemudahan akses di salah satu lokasi strategis Jakarta Selatan. Menghadirkan landed house modern dengan konsep tiga lantai siap huni, proyek ini menjadi pilihan ideal bagi masyarakat urban yang menginginkan hunian praktis, fungsional, dan bernilai investasi tinggi dalam satu kawasan terintegrasi. Salah satu unggulan yang ditawarkan adalah Cluster Botany Garden, yang dirancang dengan konsep hunian modern dan lingkungan yang tertata. Melalui tipe Akasia dengan luas tanah 45 m² dan luas bangunan 102 m², hunian ini dilengkapi dengan tiga kamar tidur yang nyaman, menjadikannya cocok untuk keluarga muda maupun profesional aktif. Usung desain modern memberikan kesan elegan sekaligus fungsional untuk menunjang gaya hidup masa kini. Fatmawati City Center juga memberikan berbagai nilai tambah bagi para penghuninya. Setiap unit landed telah dilengkapi dengan fitur smart door lock untuk meningkatkan keamanan serta kitchen cabinet yang siap digunakan, sehingga penghuni dapat langsung menempati rumah tanpa perlu melakukan banyak penyesuaian tambahan. Dari sisi fasilitas, kawasan ini dilengkapi dengan sistem keamanan one gate system yang memberikan rasa aman dan privasi bagi seluruh penghuni. Tidk cuma itu, tersedia clubhouse sebagai sarana rekreasi dan aktivitas sosial, serta area lifestyle yang berada tepat di depan cluster, yakni SOHO Botany Garden, yang menghadirkan beragam tenant mulai dari kafe, studio pilates, hingga berbagai kebutuhan gaya hidup lainnya. Kehadiran The Brickhall sebagai pusat hiburan turut melengkapi pengalaman tinggal yang lebih dinamis dan menyenangkan. Keunggulan lainnya terletak pada aksesibilitas yang sangat baik. Fatmawati City Center memiliki lokasi yang strategis, dekat dengan MRT Fatmawati serta berada tepat di seberang akses pintu tol JORR, sehingga memudahkan mobilitas penghuni menuju berbagai area penting di Jakarta dan sekitarnya. Selain tawarkan kenyamanan hunian, Fatmawati City Center juga menghadirkan berbagai promo menarik yang sayang untuk dilewatkan. Unit rumah ditawarkan dengan harga cash mulai dari Rp 2,8 M*, dilengkapi dengan berbagai keuntungan seperti free PPN 100%*, free IPL selama 1 tahun, serta free biaya alih hak satu kali. Penawaran ini memberikan kemudahan lebih bagi calon pembeli maupun investor untuk memiliki hunian di kawasan premium Jakarta Selatan. Dengan kombinasi lokasi strategis, desain modern, fasilitas lengkap, serta berbagai penawaran menarik, Fatmawati City Center menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang mencari hunian berkualitas sekaligus investasi menjanjikan di Jakarta.
Peran Strategis BBM Subsidi Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 H Divre III Palembang
Palembang, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang catat pemanfaatan dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar memiliki peran penting dan strategis dalam menjaga kelancaran operasional kereta api selama masa angkutan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Tercatat sebanyak 130.608 liter selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 hingga 30 Maret 2026. Penggunaan energi tersebut menjadi elemen vital dalam mendukung kelancaran operasional kereta api serta proses bisnis transportasi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), khususnya pada layanan angkutan penumpang. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan seluruh penggunaan BBM subsidi tersebut dialokasikan untuk menunjang operasional perjalanan kereta api penumpang, dengan rincian: 1. Lokomotif KA Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP): 32.801 liter 2. Lokomotif KA Bukit Serelo relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP): 34.788 liter 3. Lokomotif KA Rajabasa relasi Kertapati – Tanjungkarang: 38.769 liter 4. Genset untuk tiga rangkaian KA tersebut: 24.250 liter Penggunaan BBM tersebut mencerminkan tingginya intensitas operasional KAI Divre III Palembang dalam melayani kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Menurut Aida, BBM memiliki peran strategis dalam mendukung operasional perusahaan. Selain sebagai sumber tenaga utama bagi lokomotif kereta api diesel, BBM juga menjadi penopang pelayanan publik melalui pemanfaatan subsidi yang dikelola secara optimal dan bertanggung jawab. “KAI memastikan bahwa penggunaan BBM subsidi dilakukan secara efisien, transparan, dan sesuai peruntukannya dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Hal ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan layanan bagi masyarakat sekaligus mendukung efisiensi biaya logistik nasional,” jelas Aida. Di sisi lain, ulas Aida, BBM dimanfaatkan untuk mengoperasikan genset sebagai sumber listrik utama (head-end power) pada rangkaian kereta. Fasilitas ini berperan penting dalam mendukung kenyamanan pelanggan melalui penyediaan penerangan, pendingin udara, serta fasilitas pendukung lainnya selama perjalanan. Dalam operasionalnya, KAI Divre III Palembang telah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan Biosolar B40, yakni campuran 40 persen bahan nabati berbasis kelapa sawit dan 60 persen sendiri bio solar. Penggunaan energi ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang tidak hanya berkontribusi dalam menekan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan performa mesin dan mendukung ketahanan energi nasional Berdasarkan data dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperoleh alokasi kuota BBM subsidi (Solar/Gas Oil) sebesar 214.342.000 liter untuk tahun 2026, sebagaimana tertuang dalam Keputusan BPH Migas Nomor 99/P3JBT.KOM/BPH.DBBM/2025. Kuota tersebut terdiri dari 191.022.000 liter untuk kereta penumpang dan 23.320.000 liter untuk kereta barang. KAI berharap pemanfaatan BBM subsidi dapat terus dilakukan secara tepat sasaran guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna jasa kereta api serta mendukung efisiensi sistem logistik nasional. Melalui pengelolaan energi yang optimal dan berkelanjutan, PT KAI terus berperan sebagai penggerak konektivitas dan pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Bagian Selatan, terutama pada momentum penting seperti Angkutan Lebaran. “Ketersediaan BBM merupakan aspek yang sangat penting dalam menjaga keandalan layanan, keselamatan perjalanan, serta kesinambungan operasional. Dengan dukungan energi yang terjaga dan komitmen Semakin Melayani, KAI Divre III Palembang berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” sebut Aida.
Final Week #BittimeMiningPoints, Hadirkan Peluang Strategis di Tengah Bear Market
Jakarta, katakabar.com - Di tengah tekanan harga dan sentimen pasar aset kripto yang lebih berhati-hati, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan Bittime Mining-Points. Program ini merupakan peluang bagi para trader untuk mengoptimalkan aktivitas mereka sekaligus berkesempatan memperoleh total hadiah hingga Rp1,600,000,000. #BittimeMiningPoints dirancang agar setiap aktivitas trading dan referal yang dilakukan pengguna dapat terkonversi menjadi poin. Di mana memasuki fase final sprint pada program ini, tercatat 10 pengguna teratas telah mengumpulkan total rewards prize pool hingga Rp300 juta dan terus bertambah hingga kampanye berakhir. Hal ini menunjukkan fenomena bear market dapat dimanfaatkan sebagai momentum menambah jumlah aset dengan nilai di bawah harga pasar, sekaligus kesempatan mendapatkan hadiah tambahan melalui program berbasis insentif. Lebih lanjut, pekan terakhir program ini menjadi kesempatan terakhir bagi para trader untuk memaksimalkan akumulasi poin dan memperkuat posisi di leaderboard. Setelah periode kompetisi berakhir, program akan memasuki Redemption Period, di mana peserta dapat melakukan klaim dan penukaran reward sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui #BittimeMiningPoints, Bittime menegaskan komitmennya untuk terus relevan dengan dinamika pasar dan memberikan inovasi bagi penggunanya. Di tengah bear market, ketika banyak pelaku pasar memilih menunggu, Bittime mendorong pendekatan yang lebih proaktif dan strategis mengubah aktivitas trading menjadi potensi reward tambahan yang signifikan. Di Indonesia sendiri, program insentif pada platform aset kripto umumnya hadir dalam bentuk promosi terbatas atau program loyalitas jangka pendek. Melalui Bittime Mining Points, Bittime mengadopsi pendekatan insentif yang terstruktur dengan mengaitkan aktivitas trading dan referral terhadap mekanisme penguatan ekosistem secara menyeluruh. Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bittime dalam mendorong penggunaan platform yang bertanggung jawab serta mendukung perkembangan industri aset kripto nasional. Diketahui investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.
India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta gelsr perayaan Hari Republik India ke 77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/1) malam. Acara ini jadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South. Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Indonesia, korps diplomatik, serta komunitas India di Indonesia, mencerminkan erat dan hangatnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam sambutan pembuka, Duta Besar India untuk Republik Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan bahwa Hari Republik India bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan refleksi atas nilai-nilai dasar yang membentuk perjalanan India sebagai sebuah bangsa. “Peringatan ini mengajak kita mengenang pengesahan Konstitusi India, sekaligus menegaskan kembali komitmen abadi kami terhadap demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum,” ujar Duta Besar Sandeep Chakravorty. Ia mengingatkan kembali sejarah kedekatan India dan Indonesia sejak awal kemerdekaan, termasuk peran Presiden Soekarno sebagai Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik India pertama pada tahun 1950. Menurutnya, Konstitusi India dirancang sebagai dokumen hidup yang mampu mempersatukan bangsa dalam masa damai maupun masa sulit, serta menjadi landasan bagi kebijakan luar negeri India yang berbasis persahabatan dan saling menghormati. Tahun Penting bagi Hubungan India–Indonesia Duta Besar Sandeep menyoroti tahun 2025 merupakan periode yang sangat bersejarah bagi hubungan bilateral India–Indonesia. Kunjungan kenegaraan Presiden RI, H Prabowo Subianto ke India dan partisipasi perdana kontingen TNI dalam Parade Hari Republik India menjadi simbol kuat kemitraan yang kian erat. “Partisipasi 352 personel TNI, termasuk pasukan defile dan marching band, dalam Parade Hari Republik India untuk pertama kalinya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat India,” jelasnya. Ia juga menyinggung bergabungnya Indonesia ke dalam forum BRICS, yang menurut India menambah dimensi baru dalam hubungan kedua negara. India menyatakan kesiapan untuk menyambut kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS mendatang. Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, dan Global South Di bidang ekonomi, India menilai Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan. Nilai perdagangan bilateral kedua negara hampir mencapai 30 miliar dolar AS pada 2025, dengan Indonesia menjadi mitra dagang terbesar kedelapan India dan India sebagai salah satu tujuan ekspor utama Indonesia. “Sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia, serta sesama pemimpin Global South, India dan Indonesia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dan memperkuat kisah pertumbuhan masing-masing,” tegas Duta Besar Sandeep. Selain ekonomi, kerja sama pertahanan, konektivitas, teknologi digital, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan juga terus mengalami penguatan. India turut menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam berbagai forum global, termasuk kerja sama AI dan inisiatif maritim. AHY: India dan Indonesia Memilih Berjalan Bersama Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat India atas peringatan Hari Republik ke-77. “Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah konstitusi dan bendera, tetapi sebuah gagasan hidup bahwa bangsa yang besar dan beragam dapat memilih demokrasi, menjunjung pluralisme, dan melangkah maju dengan penuh keyakinan,” ucap AHY. AHY menekankan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, hubungan Indonesia–India memiliki arti strategis yang semakin besar. “Di dunia yang terasa semakin terpecah, Indonesia dan India memilih untuk berjalan bersama. Kita berbagi tanggung jawab sebagai negara demokrasi dan negara maritim besar untuk menjaga kawasan tetap terbuka, stabil, dan sejahtera,” tuturnya. Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dengan India, khususnya di bidang infrastruktur, logistik, energi bersih, manufaktur, dan inovasi digital. Perayaan Hari Republik India ke 77 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional Indonesia, antara lain Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri PPN, Rachmat Pambudy, Kepala BRIN, Arif Satria, Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, Wakil Menteri Kemenimipas, Silmy Karim, Wakil Menteri Kemenpar, Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kemenham, Mugiyanto, serta Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria. Hadir pula Duta Besar India untuk ASEAN, Srinivas Gotru bersama anggota korps diplomatik. Mitra Selamanya Menutup sambutannya, Sandeep Chakraborty, menegaskan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra yang tangguh dan sejalan dalam visi menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil. “Dalam visi ini, kami melihat Indonesia sebagai mitra yang kuat dan tangguh. India dan Indonesia adalah mitra selamanya,” ujarnya.
Kedutaan Besar India Tegaskan Komitmen Perluasan Kerja Sama Strategis dengan Sumsel
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India untuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama strategis dengan pemerintah daerah di Indonesia melalui dialog langsung dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, didampingi Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, Rabu (14/1) kemarin. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, menjadi platform penting untuk memperdalam pemahaman bersama, serta menjajaki peluang kerja sama konkret yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Diskusi mencakup sektor pertambangan batu bara, penguatan komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan, serta pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran pemuda. Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan ketertarikan India terhadap potensi daerah, serta menegaskan kesiapan Sumatera Selatan untuk bermitra secara aktif. “Sumatera Selatan memiliki sumber daya alam yang kuat dan terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas ekspor. Kami memandang kerja sama dengan India sebagai peluang strategis, termasuk melalui pertukaran pemuda untuk mempererat hubungan budaya dan memperluas wawasan generasi muda,” ujar Herman Deru. Duta Besar Sandeep Chakravorty menyambut positif pandangan tersebut dan menegaskan bahwa India melihat Sumatera Selatan sebagai mitra penting dalam penguatan hubungan bilateral di tingkat daerah. “India memandang Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan potensi besar, baik dalam hal sumber daya alam maupun kapasitas sumber daya manusia. Kami ingin membangun kemitraan yang konkret, saling menguntungkan, dan berkelanjutan, sejalan dengan eratnya hubungan India dan Indonesia,” timpal Dubes Chakravorty. Pada konteks pengembangan sumber daya manusia, Kedutaan Besar India juga menegaskan keterbukaan terhadap partisipasi pemuda Sumatera Selatan dalam program pertukaran dan peluang beasiswa pendidikan tinggi di India, dengan mekanisme seleksi yang akan disepakati bersama. “Investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda. Melalui pertukaran dan pendidikan, kami berharap dapat memperkuat hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi utama kemitraan jangka panjang kedua negara,” tambahnya. Kedutaan Besar India memandang pertemuan ini sebagai langkah signifikan dalam memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia di tingkat subnasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi baru yang lebih terstruktur dan berdampak. Pertemuan turut dihadiri oleh para kepala OPD dan pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Komit Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis
Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)/Krakatau Steel Group mengawali tahun 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. Langkah konkret ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi merupakan cerminan dari kekuatan operasional dan strategi bisnis Krakatau Steel Group dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional. Kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) ini merefleksikan kekuatan positioning Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional. Komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. Hal ini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif. “Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat. Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan industri dalam negeri akan semakin solid,” ujar Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang sinergi berkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang telah terjalin sebelumnya. Kolaborasi ini telah terbukti menghasilkan kinerja ekspor yang membanggakan, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000 ton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan dikelola dengan model bisnis yang kompetitif. Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan pondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo, meyatakan bahwa kerja sama antara Krakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang pertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah industri hilir. “Dan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang, sejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan berkualitas” beber Hernowo. Rekam Jejak Global Tembus Pasar Amerika Serikat Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal Lestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja lapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton pada Februari 2025. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri baja Indonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan bahwa produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima oleh pasar internasional. Percepatan Industrialisasi Nasional Kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri. Dengan industri baja nasional yang semakin solid, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.
Wujudkan Kemandirian Energi Nasional Lewat Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) memperkuat kolaborasi strategis dukung visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional. Kerja sama ini difokuskan pada percepatan hilirisasi batu bara menjadi menjadi produk energi alternatif seperti Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME) dan Methanol melalui penguatan rantai mineral, batu bara, dan energi nasional. Langkah transformatif ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara MIND ID dan Pertamina dan disaksikan oleh Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, dan Managing Director Industrialization, Ardy Muawin, Jumat (9/1). Inisiatif ini menjadi wujud nyata peran aktif MIND ID dalam menjalankan mandat yang diberikan pemerintah dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi melalui pemanfaatan teknologi hilirisasi batu bara. Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, menyampaikan kerja sama antara MIND ID dan Pertamina mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam pembangunan sistem energi nasional. Sebagai negara besar Indonesia sangat membutuhkan diversifikasi energi yang mampu menopang pembangunan. “Kolaborasi dan sinergi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Sigit. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan kerja sama ini bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan rantai nilai mineral, batu bara, dan energi di dalam negeri. Melalui kerja sama dengan Pertamina, ucapnya, MIND ID berkomitmen mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. "MIND ID melalui Bukit Asam yang nantinya berperan sebagai pemasok, bersama-sama dengan Pertamina, akan betul-betul mengawasi setiap tahap kerja sama ini hingga nantinya dapat direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh Bangsa dan Negara," jelasnya. Dalam kolaborasi ini Pertamina memainkan peran sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi. Dengan keunggulan jaringan distribusi yang dimiliki, Pertamina memastikan hasil hilirisasi batu bara, seperti Dimethyl Ether (DME), Synthetic Natural Gas (SNG), dan metanol dapat terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat dan industri sebagai substitusi energi impor. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan kolaborasi ini adalah tonggak sejarah bagi kedaulatan energi Indonesia. “Sebagai tulang punggung energi nasional, kami berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi Pertamina untuk mendukung hilirisasi ini melalui kerjasama dengan MIND ID. Ini adalah langkah nyata kami mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan memastikan energi yang lebih terjangkau tersedia bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah," ulas Simon Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional akan mencapai 10 juta metrik ton (MT) pada 2026, sementara produksi domestik baru mencapai 1,3–1,4 juta MT. Sinergi MIND ID-Pertamina melalui pemanfaatan Coal to DME dan Coal to SNG menjadi solusi strategis untuk menutup defisit tersebut menggunakan kekayaan alam domestik, sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional.
Bram Hertasning: WFA Strategis Kendalikan Mobilitas Nasional Selama Nataru 2025-2026
Jakarta, katakabar.com - Bram Hertasning menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) jadi instrumen strategis kendalikan mobilitas nasional selama periode Natal dan Tahun Baru 2025-2026 yang memiliki tingkat pergerakan masyarakat tinggi dan kompleks. Penerapan WFA secara selektif dinilai mampu menekan kepadatan lalu lintas, meningkatkan keselamatan perjalanan, sekaligus menjaga distribusi aktivitas ekonomi tetap merata. Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 diperkirakan kembali menjadi fase mobilitas nasional dengan tingkat intensitas dan kompleksitas yang tinggi. Pergerakan masyarakat tidak hanya terjadi dalam pola mudik dan arus balik, tetapi mencakup mobilitas wisata, aktivitas ekonomi daerah, hingga pergerakan perkotaan yang berlangsung secara bersamaan dan dalam rentang waktu yang relatif panjang. Kepala Bidang Kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Pelayaran serta Penerbangan di Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan, Bram Hertasning, menilai kondisi tersebut menuntut pendekatan pengelolaan transportasi yang lebih komprehensif dan adaptif. Menurutnya, pengendalian lalu lintas pada periode libur besar nasional tidak lagi bisa mengandalkan rekayasa teknis di lapangan semata. “Pada periode Nataru, mobilitas masyarakat bersifat masif, multi-arah, dan berlangsung cukup panjang. Oleh karena itu, kebijakan transportasi perlu dilengkapi dengan instrumen pengendalian permintaan perjalanan yang bersifat strategis,” kata Bram melalui keterangan resmi. Ia menjelaskan, penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada periode Nataru 2025/2026 menjadi salah satu instrumen manajemen mobilitas yang relevan dan diperlukan. WFA bukan dimaksudkan untuk menurunkan produktivitas kerja, melainkan untuk menyebarkan waktu dan pola perjalanan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan pergerakan secara serentak. “Dengan WFA, beban jaringan jalan, simpul transportasi, dan kawasan wisata dapat ditekan karena pola perjalanan menjadi lebih tersebar,” jelasnya. Bram menambahkan, penerapan WFA secara selektif dan adaptif, khususnya pada 22–24 Desember serta 29–31 Desember 2025, berpotensi menjadi langkah preventif yang efektif. Kebijakan tersebut dinilai mampu menurunkan kepadatan lalu lintas, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta memberikan ruang pengelolaan yang lebih optimal bagi petugas di lapangan. Dari sisi ekonomi, Bram menegaskan bahwa WFA justru dapat berperan sebagai pengungkit aktivitas ekonomi selama Nataru. Mobilitas yang lebih merata membuat konsumsi masyarakat tidak terakumulasi pada hari-hari tertentu saja, tetapi terdistribusi di berbagai daerah dalam durasi yang lebih panjang. “Kondisi ini mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan, memperkuat peran UMKM dan ekonomi lokal, serta tetap menjaga kesinambungan produktivitas nasional, terutama di sektor-sektor yang memungkinkan fleksibilitas kerja,” ucapnya. Lebih lanjut, Bram menekankan kebijakan WFA pada Nataru 2025-2026 perlu diposisikan sebagai kebijakan negara yang strategis, terukur, dan terkoordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah. Koordinasi tersebut penting agar pelaksanaan WFA selaras dengan pengaturan transportasi, pariwisata, dan pelayanan publik lainnya. “Pada konteks ini, WFA bukan sekadar fleksibilitas kerja, tetapi merupakan instrumen tata kelola mobilitas modern yang adaptif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan transportasi nasional,” beber Bram.