Trainer

Sorotan terbaru dari Tag # Trainer

Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar PPKPT Serba Serbi
Serba Serbi
8 jam yang lalu

Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar PPKPT

Jakarta, katakabar.com - KLTC® gelar program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT) angkatan ke 8 bakal berlangsung di akhir tahun 2026. Program intensif selama 160 jam ini dirancang untuk mencetak trainer profesional melalui pendekatan praktis dan terstruktur. Dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta dukungan berbagai sertifikasi nasional dan internasional, PPKPT menjadi bagian dari upaya KLTC® dalam meningkatkan kualitas trainer dan pengembangan SDM di Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhan pelatihan di berbagai sektor, kualitas trainer menjadi faktor krusial yang menentukan efektivitas pengembangan SDM. Tetapi, tidak semua individu yang berperan sebagai trainer memiliki standar kompetensi yang memadai. Kondisi ini mendorong perlunya program pendidikan dan pelatihan profesi trainer yang lebih terstruktur, komprehensif, dan berorientasi pada praktik. Melalui PPKPT, KLTC® menghadirkan program intensif selama 160 jam yang dilaksanakan selama 8 hari, dirancang khusus untuk membentuk trainer profesional dengan pendekatan yang aplikatif. Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga pada penguasaan teknik fasilitasi, pemahaman psikologi peserta, serta kemampuan menciptakan pengalaman belajar yang efektif. PPKPT angkatan ke 8 nantinya akan dibuka untuk 20 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta wajib berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari profesional, praktisi, hingga individu yang ingin mengembangkan karier sebagai trainer. Pendaftaran PPKPT ini akan segera dibuka pada bulan Juni 2026 mendatang. Salah satu keunggulan program ini terletak pada pendekatannya yang mengintegrasikan berbagai metode dan disiplin ilmu. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam praktik langsung, simulasi, serta proses evaluasi yang dirancang untuk memastikan kesiapan peserta dalam menjalankan peran sebagai trainer profesional. Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai sertifikasi yang mendukung kompetensi mereka, di antaranya Certified Hypnotherapist, Certified NLP Practitioner, Certified NLP Coach, Certified Public Speaker, hingga Certified Trainer. Sertifikasi ini berasal dari berbagai lembaga nasional dan internasional, yang turut memperkuat kredibilitas peserta dalam menjalankan profesinya. Menurut Direktur KLTC®, keberadaan program seperti PPKPT menjadi semakin relevan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah. Trainer tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan yang mampu membantu individu dan organisasi berkembang secara berkelanjutan. “Menjadi trainer bukan sekadar berbicara di depan peserta, tetapi tentang bagaimana menciptakan perubahan dalam diri peserta. Karena itu, dibutuhkan proses pembelajaran yang serius, terstruktur, dan mendalam, agar seorang trainer benar-benar siap menjalankan perannya,” ujar Dr. Puguh Dwi Kuncoro. Melalui program ini, KLTC® menargetkan lahirnya trainer profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang proses belajar manusia. Jadi, setiap trainer yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan SDM di berbagai bidang. KLTC® berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan profesi trainer yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat standar kualitas trainer di Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi antara ilmu, praktik, dan pengalaman, KLTC® berharap dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengembangan SDM yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Kenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan MB di Balik KLTC Group Dorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia Lifestyle
Lifestyle
Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB

Kenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan MB di Balik KLTC Group Dorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

Yogyakarta, katakabar.com - Di tengah maraknya pelatihan pengembangan diri dan kepemimpinan di Indonesia, muncul satu pertanyaan yang jarang dibahas secara terbuka. Apakah semua pelatihan itu benar-benar menghasilkan perubahan? Tidak sedikit program yang berjalan tanpa dampak nyata, bahkan melahirkan trainer yang belum memiliki kesiapan memadai untuk membimbing orang lain. Menyikapi kondisi tersebut, Puguh Dwi Kuncoro hadir dengan pendekatan yang lebih terarah melalui Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group). Sebagai konsultan manajemen bisnis (MB), Puguh melihat langsung bagaimana kualitas kepemimpinan memengaruhi kinerja organisasi. Ia menemukan banyak persoalan di tempat kerja tidak semata-mata disebabkan oleh sistem atau strategi, tetapi oleh lemahnya kapasitas kepemimpinan di dalam tim. Dari pengalaman inilah, ia mulai menaruh perhatian pada bagaimana proses pengembangan pemimpin dan trainer seharusnya dilakukan secara lebih serius, terstruktur, dan berkelanjutan. Berangkat dari keresahan tersebut, Puguh mendirikan Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC®) Group sebagai wadah untuk membangun ekosistem pengembangan kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan pola pikir. Bagi Puguh, menjadi pemimpin bukan sekadar soal kemampuan berbicara di depan, melainkan kemampuan memengaruhi, membangun kepercayaan, dan menciptakan perubahan nyata di lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut tidak datang secara instan. Puguh memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang psikologi dan manajemen, dengan gelar Doktor (Psy.D) yang berfokus pada Leadership dan Industrial Organizational Psychology. Ia juga menempuh pendidikan lanjutan di bidang manajemen strategis dan pengembangan sumber daya manusia, yang semakin memperkaya perspektifnya dalam melihat kepemimpinan sebagai sebuah sistem yang dapat dibangun secara terstruktur. Selain aktif sebagai praktisi, Puguh juga terlibat dalam dunia akademik dan jejaring internasional. Ia berperan sebagai Fellow, Distinguished Professor, dan Pengajar di berbagai institusi, serta terlibat dalam sejumlah lembaga akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan global. Keterlibatan ini memberinya sudut pandang yang lebih luas terhadap standar kualitas kepemimpinan dan pengembangan SDM di tingkat internasional. Salah satu fokus utama yang ia dorong adalah peningkatan kualitas Trainer di Indonesia. Ia menilai peran Trainer sangat krusial, sebab mereka berada di garis depan dalam proses pembelajaran dan pengembangan individu. Tetapi, tanpa standar yang jelas dan proses pembinaan yang memadai, profesi ini rentan diisi oleh individu yang belum siap secara kompetensi maupun pengalaman. Melalui KLTC®, Puguh kembangkan pendekatan pelatihan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada praktik. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi dilibatkan dalam proses refleksi, simulasi, dan evaluasi yang mendorong perubahan nyata. Pendekatan ini dirancang agar setiap individu tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkannya dalam konteks kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Upaya tersebut mulai menunjukkan dampak melalui berbagai program yang dijalankan KLTC®, termasuk inisiatif untuk mencetak Trainer yang lebih terstandar dan berkualitas. Peserta yang mengikuti program tidak hanya berasal dari satu daerah, tetapi datang dari berbagai wilayah di Indonesia, menunjukkan kebutuhan yang semakin luas terhadap pengembangan kepemimpinan yang lebih serius dan terarah. “Kami melihat banyak orang ingin berkembang, ingin menjadi trainer, ingin berkontribusi. Tetapi tanpa proses yang tepat, niat baik saja tidak cukup. Di sinilah pentingnya membangun sistem pelatihan yang benar-benar membentuk, bukan sekadar mengajarkan,” ujar Puguh Dwi Kuncoro. Ke depan, Puguh bersama KLTC® Group berkomitmen untuk terus memperluas kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem yang mendukung lahirnya pemimpin dan trainer yang berkualitas. Harapannya, semakin banyak individu yang tidak hanya siap memimpin, tetapi juga mampu membawa perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

SiberMate Hadirkan AI Personal Trainer di NCSC 2025, Dorong Kesadaran Keamanan Siber Nasional Default
Default
Minggu, 16 November 2025 | 11:11 WIB

SiberMate Hadirkan AI Personal Trainer di NCSC 2025, Dorong Kesadaran Keamanan Siber Nasional

Jakarta, katakabar.com - SiberMate komitmen memperkuat budaya keamanan digital di Indonesia dengan menghadirkan AI Personal Trainer untuk kesadaran keamanan siber di ajang National Cyber Security Connect (NCSC) 2025. Event tahunan ini pertemukan para pemimpin industri, praktisi keamanan siber, penyedia solusi teknologi, serta berbagai institusi yang berfokus pada ketahanan digital nasional. Inovasi terbaru dari SiberMate ini dirancang untuk membantu perusahaan meningkatkan literasi dan kesadaran siber dengan cara yang lebih adaptif, personal, dan mudah dipahami oleh seluruh karyawan baik teknis maupun non-teknis. Berbeda dari pelatihan konvensional bersifat satu arah, AI Personal Trainer menghadirkan pengalaman interaktif berbasis percakapan yang mampu menyesuaikan gaya belajar dan risiko perilaku setiap individu. “Seluruh inovasi SiberMate berangkat dari kebutuhan nyata perusahaan untuk memiliki pelatihan keamanan yang lebih personal dan terukur,” ujar Rifki Reinaldo, Founder dan CEO SiberMate. “Dengan AI Personal Trainer, kami ingin memastikan setiap karyawan benar-benar memahami peran mereka dalam menjaga keamanan informasi bukan hanya demi organisasi, tapi juga demi keamanan digital pribadi mereka," ucapnya. Partisipasi SiberMate di NCSC 2025 tidak sekadar menampilkan produk, tetapi jadi momentum untuk memperluas kolaborasi strategis dan memahami tantangan nyata di lapangan. Melalui interaksi langsung dengan peserta dari berbagai sektor, tim SiberMate membuka diskusi mengenai bagaimana pendekatan berbasis AI dapat mempercepat perubahan perilaku dan membangun budaya keamanan yang berkelanjutan di tempat kerja. Selama dua hari penyelenggaraan acara, SiberMate aktif terlibat dalam agenda utama NCSC 2025. Di hari pertama, Rifki menampilkan demo langsung bertajuk “The Future of Cybersecurity Awareness” yang memperlihatkan bagaimana teknologi AI dapat mengubah cara perusahaan melatih tim mereka menghadapi ancaman digital yang terus berevolusi. Sesi ini mendapat perhatian luas dari para peserta karena menampilkan masa depan edukasi keamanan siber yang lebih interaktif, responsif, dan terukur secara hasil. Hari kedua, Rifki tampil sebagai keynote speaker, membawakan topik tentang tantangan membangun budaya ketahanan siber di tengah kompleksitas ancaman modern. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pendekatan yang menempatkan manusia sebagai lapisan pertahanan utama, didukung oleh teknologi AI yang mampu memantau dan membimbing perilaku pengguna secara berkelanjutan. Acara NCSC 2025 sendiri dihadiri oleh berbagai perusahaan teknologi, institusi pemerintah, organisasi keuangan, akademisi, serta ratusan profesional IT dan eksekutif C-level. Kehadiran SiberMate di tengah ajang prestisius ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem keamanan digital nasional dan membuktikan bahwa masa depan keamanan siber bergantung pada kolaborasi antara manusia, teknologi, dan budaya kesadaran yang kuat. “Teknologi hanyalah setengah dari solusi,” tutup Rifki. “Separuh lainnya adalah manusia yang sadar risiko dan siap bertindak dengan bijak di dunia digital,” timpalnya.