Worshop

Sorotan terbaru dari Tag # Worshop

ION Launch Workshop Pamerlkan Potensi Open Network UMKM Indonesia Ekonomi
Ekonomi
14 jam yang lalu

ION Launch Workshop Pamerlkan Potensi Open Network UMKM Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia Open Network (ION) dorong pengembangan ekosistem digital terbuka yang dinilai dapat memperluas akses UMKM Indonesia ke perdagangan digital, layanan logistik, hingga pembiayaan dalam satu jaringan yang saling terhubung. Hal tersebut terlihat dalam penutupan ION Launch Workshop di SMESCO, Jakarta, Jumat (22/5) lalu, yang menampilkan berbagai aplikasi berbasis open network hasil pengembangan developer dari Indonesia dan India selama empat hari pelatihan intensif. Workshop tersebut dihadiri Chairman Apindo sekaligus Mission Governance ION, Shinta Kamdani, Mission Governance ION sekaligus Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, Founding MD dan CEO ONDC India sekaligus Mission Governance ION, T Koshy, serta Steering Committee ION, Dr Bayu Prawira Hie. CEO Indonesia Economic Forum (IEF) sekaligus salah satu penggerak ION, Sachin V. Gopalan, menjelaskan workshop tersebut dirancang untuk menunjukkan bagaimana pengembangan aplikasi digital kini dapat dilakukan jauh lebih cepat melalui dukungan AI dan open network. Ia mengatakan, berbagai aplikasi yang ditampilkan dalam workshop dibangun dari nol hingga siap didemonstrasikan hanya dalam beberapa hari. “Biasanya pengembangan software seperti ini membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan, tetapi kali ini bisa dilakukan hanya dalam dua sampai tiga hari dengan bantuan AI,” ujarnya. Menurut Sachin, konsep open network memungkinkan produk dan layanan dari satu aplikasi dapat diakses oleh berbagai aplikasi lain dalam satu jaringan terbuka. Hal itu dinilai berbeda dengan model platform digital konvensional yang cenderung tertutup. “Ke depannya akan ada ratusan aplikasi buyer di Indonesia. Semua saling terhubung sehingga siapa pun bisa membeli dari mana saja. Itulah kekuatan network dibandingkan platform,” jelasnya. Ia menambahkan ION dibangun untuk mengurangi hambatan bagi pelaku usaha maupun pengembang aplikasi dalam masuk ke ekosistem digital. Demonstrasi Marketplace hingga Kredit UMKM Di sesi demonstrasi, sejumlah perusahaan dan pengembang mempresentasikan aplikasi berbasis ION yang mencakup marketplace UMKM, distribusi rantai pasok, social commerce, hingga layanan pembiayaan UMKM. Salah satu demonstrasi memperlihatkan bagaimana penjual dapat mempublikasikan katalog produk ke dalam jaringan terbuka sehingga dapat diakses oleh berbagai aplikasi pembeli secara bersamaan. Sistem tersebut juga memungkinkan transaksi, pelacakan pengiriman, hingga sistem rating berjalan lintas aplikasi. “Seller app yang sudah terkoneksi akan langsung tersedia di seluruh buyer app dalam jaringan,” jelas salah satu peserta dalam demonstrasi. Selain itu, terdapat demonstrasi aplikasi social commerce yang menghubungkan kampanye influencer dengan penjualan produk melalui open network. Platform tersebut menggunakan AI untuk memprediksi performa konten dan meningkatkan konversi penjualan. Perusahaan pengembang menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan untuk mendorong adopsi open network dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang sudah aktif menggunakan media sosial dan mobile commerce. “Yang paling penting adalah network effect dan adopsi solusi agar ekosistem ini berhasil dalam jangka panjang,” ucap salah satu perwakilan perusahaan teknologi yang mengikuti workshop. Peserta lain dari perusahaan teknologi Ayantram juga memanfaatkan teknologi AI dan voice interaction dalam demonstrasi mereka. Salah satu peserta menjelaskan bahwa sistem tersebut digunakan untuk membantu pencarian produk, menerjemahkan katalog, hingga mendukung proses transaksi secara lebih natural dan multibahasa. “AI membantu kami memahami permintaan pengguna, menerjemahkan katalog dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, hingga memandu pengguna dari proses pencarian produk sampai pemesanan,” tutur salah satu peserta workshop dari Ayantram. Ia menambahkan penggunaan AI juga membantu pengalaman pengguna menjadi lebih mudah digunakan dalam berbagai alur transaksi digital. Workshop juga menampilkan solusi kredit UMKM yang memungkinkan produk pembiayaan dari lembaga keuangan langsung tersedia di berbagai aplikasi konsumen dalam jaringan ION. “Produk kredit yang dipublikasikan langsung tersedia untuk jutaan konsumen di berbagai aplikasi dalam jaringan,” ulas salah satu peserta dari perusahaan teknologi asal India. UMKM Dinilai Lebih Mudah Masuk Ekosistem Digital Beberapa peserta workshop yang berasal dari sektor UMKM dan pengembang aplikasi lokal menyebut ION berpotensi mempermudah proses digitalisasi usaha kecil di Indonesia. Salah satu peserta mengatakan penggunaan open network membuat data penjual menjadi lebih terintegrasi sehingga proses transaksi dan distribusi produk menjadi lebih mudah. “Kesimpulan dari workshop hari ini, data penjual akan lebih terpusat sehingga mempermudah ke depannya,” kata salah satu peserta workshop. Peserta lain yang mengembangkan platform untuk ribuan UMKM binaan mengatakan bahwa ION membuka peluang baru agar produk UMKM dapat lebih mudah dipublikasikan ke jaringan digital yang lebih luas. “Kami membawahi lebih dari 10 ribu UMKM. Setelah belajar mengenai ION, kami membuat aplikasi agar UMKM bisa mempublish produk mereka ke network,” terangnya. ION Dinilai Bisa Perluas Inklusivitas Digital Sandeep Chakravorty mengatakan berbagai use case yang ditampilkan dalam workshop menunjukkan bahwa open network memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia. “Untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung apa yang bisa dicapai hanya dalam dua hari. Semua use case yang ditampilkan sangat menarik dan menunjukkan potensi besar pengembangan open network,” kupasnya. Ia juga menilai keterbukaan ekosistem digital akan menjadi faktor penting dalam memperluas partisipasi UMKM dan pengembang lokal di Indonesia. “Saya sangat mendukung inisiatif ini dan berharap dapat mencapai critical mass sehingga benar-benar memberikan dampak,” lanjutnya. Shinta Kamdani menilai implementasi ION berpotensi memperluas akses digital bagi UMKM Indonesia, terutama setelah melihat berbagai demonstrasi aplikasi yang dikembangkan dalam waktu singkat. “Saya baru kembali dari berbagai aktivitas dan bertemu banyak UMKM. Ini membuka peluang besar agar UMKM bisa lebih terkoneksi, baik dari sisi aksesibilitas maupun affordability,” urainya. Ia juga menilai open network dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif karena memungkinkan lebih banyak pelaku usaha memanfaatkan AI dan e-commerce secara terbuka. “Sangat penting ketika ini benar-benar diluncurkan, masyarakat bisa excited dan memanfaatkannya. Open network dapat membuka banyak kemungkinan baru,” timpalnya. Sementara, T Koshy mengapresiasi hasil workshop yang dinilai berhasil menunjukkan potensi besar pengembangan aplikasi berbasis open network dalam waktu singkat. “Ini baru hasil pekerjaan sekitar tiga hari. Bayangkan jika program seperti ini dilakukan setiap bulan di kota dan desa, maka dalam enam bulan akan ada ratusan aplikasi yang dibangun,” imbuhnya. Menurutnya, dalam beberapa tahun ke depan, open network berpotensi mengubah lanskap perdagangan digital Indonesia secara signifikan. Diharapkan Jadi Fondasi Baru Ekonomi Digital ION tidak hanya ditujukan sebagai proyek teknologi, tetapi diharapkan berkembang menjadi fondasi baru perdagangan digital yang lebih terbuka di Indonesia. Dengan konsep open network, pelaku usaha kecil tidak lagi bergantung pada satu platform tertentu untuk menjangkau pasar, melainkan dapat terhubung ke berbagai aplikasi dan layanan dalam satu ekosistem yang saling terkoneksi. Melalui workshop tersebut, ION juga ingin menunjukkan bahwa pengembangan teknologi digital kini tidak lagi eksklusif bagi perusahaan besar. Dengan dukungan AI dan sistem terbuka, pengembang lokal, startup, hingga UMKM dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membangun solusi digital sendiri sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

BPDP dan Aspekpir Kolaborasi Taja Workshop Inovasi Sawit Buat Kaum Hawa di Muaro Jambi Sawit
Sawit
Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19 WIB

BPDP dan Aspekpir Kolaborasi Taja Workshop Inovasi Sawit Buat Kaum Hawa di Muaro Jambi

Muaro Jambi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir Indonesia) kolaborasi taja Workshop Inovasi Sawit untuk Perempuan di Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (17/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis BPDP dan Aspekpir Indonesia dalam peningkatan kapasitas petani dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kelapa sawit melalui pengembangan produk turunan bernilai tambah. Workshop ini juga memuat narasi strategis BPDP terkait kandungan sawit pada produk kosmetik dan perawatan tubuh, pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan, serta kegiatan promosi kelapa sawit dan produk turunannya sebagai komoditas unggulan nasional. Dalam sesi materi, dijelaskan bahwa minyak sawit dan turunannya banyak digunakan dalam industri kosmetik dan perawatan tubuh karena memiliki sifat melembapkan, melembutkan, serta mampu membersihkan dan menstabilkan tekstur produk. Beberapa kandungan turunan sawit yang umum digunakan, yakni asam palmitat dan asam stearat sebagai emolien dan pembentuk tekstur krim, gliserin sebagai humektan untuk menjaga kelembapan kulit, SLS dan SLES sebagai bahan pembersih dan pembentuk busa pada sabun dan sampo, serta tocotrienol (vitamin E dari sawit) yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk melindungi kulit dari radikal bebas. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam rantai nilai industri sawit, serta mendorong tumbuhnya UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan yang mandiri dan berdaya saing. Selain itu, kegiatan promosi sektor kelapa sawit dan produk turunannya juga terus digencarkan dalam forum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat citra positif sawit Indonesia. Di kegiatan tersebut hadir Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, Region Head PTPN IV Regional IV, Jambi Khayamuddin Panjaitan, serta Camat Sungai, Bahar Agus Riyadi, ST, Ketua DPD I Aspekpir Jambi Roy Asnawi. Adapun pembicara dan instruktur praktik di kegiatan tersebut, yakni dr. Irdawati Novita, C.M.C, C.H.M (Dokter estetika medis/medical aesthetician), Dr. Duta Setiawan (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura) dan Ilham Setiadi (Eksportir Lidi Sawit). Workshop menghadirkan materi sekaligus praktik langsung pembuatan fresh care berbahan sawit, snack stik dari umbut sawit, serta pengolahan lidi sawit siap ekspor. Selain keterampilan teknis produksi, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran, pengemasan, hingga branding produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Menurut Helmi Muhansyah, kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Ia menyebut sawit sebagai miracle crop karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari pangan, energi, hingga produk kosmetik dan kebutuhan rumah tangga. “Sebagian besar produk yang kita gunakan sehari-hari mengandung turunan sawit. Bahkan sekitar 80 persen produk di ritel modern memiliki kandungan sawit,” ujarnya. Dijelaskan Helmi, kekuatan sawit tidak hanya terlihat pada angka devisa, tetapi juga pada dampaknya terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga petani. “Kalau pendapatan keluarga stabil, maka kesejahteraan meningkat. Begitu pula negara, stabilitas ekonomi ditopang oleh devisa yang kuat, dan sawit menjadi salah satu penopangnya,” ucapnya. Sementara, Ketua DPD I Aspekpir Jambi, Roy Asnawi, menegaskan kegiatan ini langkah konkret mendorong peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga petani sawit. “Kita ingin ibu-ibu tidak hanya bergantung pada hasil panen TBS, tetapi mampu menciptakan nilai tambah dari turunan sawit. Ini bagian dari penguatan ekonomi keluarga petani,” tuturnya. Roy menyatakam inovasi produk seperti fresh care, snack stik umbut sawit, hingga kerajinan lidi sawit memiliki potensi pasar yang besar jika dikelola secara serius dan profesional. Ia berharap dari Sungai Bahar akan lahir kelompok-kelompok usaha perempuan berbasis sawit yang mampu berkembang hingga tingkat nasional bahkan ekspor. “Kalau petani kuat, keluarga kuat. Kalau keluarga kuat, daerah juga akan kuat. Sawit harus menjadi sumber kesejahteraan bersama,” imbuh Roy. Kegiatan ini melibatkan 80 peserta perempuan yang berasal dari petani sawit dan UMKM di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Melalui kolaborasi BPDP dan Aspekpir, workshop ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi menjadi titik awal lahirnya UMKM sawit yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing di Kabupaten Muaro Jambi.

Minikino Short Film Market Tampilkan Karya Mahasiswa dan Workshop AI Filmmaking Lifestyle
Lifestyle
Sabtu, 27 September 2025 | 16:52 WIB

Minikino Short Film Market Tampilkan Karya Mahasiswa dan Workshop AI Filmmaking

Denpasar, katakabar.com - Sebagai bagian dari rangkaian inisiatif 15th Binus Film Anniversary Roadshow, Program Studi Film Binus University membawa pengalaman sinematik dan edukatif ke Pulau Bali melalui acara Minikino Short Film Market. Rombongan Binus Film, yakni Ekky Imanjaya, Azalia Muchransyah, dan Michelle Louisa (intern) menghadirkan rangkaian kegiatan yang meliputi screening film, networking dengan para filmmaker internasional, serta workshop untuk meningkatkan keterampilan sinematik generasi muda. Acara dimulai dengan Meet and Greet Screening yang digelar di pertengahan September 2025 lalu, di Mash Denpasar cafe lantai 1. Di kegiatan ini, tim Binus Film berkesempatan berjejaring dengan filmmaker dan programmer dari berbagai festival internasional, termasuk Shortshorts (Jepang), Glasgow Short Film Festival (Skotlandia), dan Tribeca Film Festival (AS). Lepas itu, berlangsung Binus Market Screening di Ruang Audio Visual, Dharma Negara Alaya. Lima film terbaik karya mahasiswa Binus Film ditayangkan, antara lain Libas (8 menit), Lahap (10 menit), Uji Kaji (19 menit, film thesis semester 8), A Cup of Love (10 menit, Production Workshop II semester 4), dan Bisikan Malam (11 menit). Acara ini dihadiri sekitar 60 peserta, termasuk mahasiswa dan dosen ISI Denpasar, komunitas film lokal seperti Remaja Loloan Timur dan Singaraja Menonton, serta tamu istimewa seperti Dr. David Hanan dari University of Melbourne dan aktris Bali Ayu Laksmi. Selain itu, Binus Film taja Workshop AI Filmmaking di SMAS K Santo Yoseph Denpasar. Workshop ini dipandu Azalia Muchransyah Primadita, dosen produksi film BINUS University, dan diikuti oleh 50 peserta yang antusias, aktif berdiskusi, dan mencoba memanfaatkan teknologi AI untuk produksi film. Acara Minikino Short Film Market menjadi sarana bagi mahasiswa Binus Film untuk pamerkan karya kreatifnya, memperluas jejaring profesional, serta mempelajari tren terkini dalam industri film. Binus University berharap kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda Bali dan Indonesia untuk terus berkarya, mendorong kolaborasi lintas komunitas, serta memperkuat posisi mahasiswa sebagai talenta kreatif yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Workshop Gratis dan Terbatas: Praktik Berkelanjutan Report Bagi Perusahaan Keuangan Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 12 Desember 2024 | 18:39 WIB

Workshop Gratis dan Terbatas: Praktik Berkelanjutan Report Bagi Perusahaan Keuangan

Semarang, katakabar.com - LindungiHutan taja workshop gratis bertajuk “Empowering Financial Officers: Practical Insights on Sustainability Reporting” di pekan kedua Desember 2024 secara daring. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para profesional perusahaan keuangan di Indonesia tentang laporan keberlanjutan (sustainability report) yang dapat mendukung perkembangan bisnis. Workshop hadirkan tiga pembicara, yakni Regina Inderadi (Sustainability Expert & GHG Verifier Head of External ISSP Indonesia), Disya Berliani Salsabila, S.T, CSRS, CSP (Sustainability Consultant PT Properindo Enviro Tech), dan Muthi'ah Aini Rahmi (Product Assistant LindungiHutan).