Oleh: Agung Marsudi, Founder Duri Institute
katakabar.com - Sudah lama tidak mengikuti dinamika politik Bengkalis, kabupaten yang dikenal kaya sumberdaya migas tapi kondisi masyarakatnya masih jauh dari kata "sejahtera" seperti isi slogan "Bermasa" yang diharapkan. Kabupaten yang dinahkodai pasangan Kasmarni-Bagus Santosa kini ibarat naik Roro, wira-wiri menjalani rutinitas, menyeberang lautan, mengikuti gejolak gelombang politik Prabowo.
Pada posisi dan relasi kuasa tertentu. Titik, garis, bidang, ruang, (proyek dan peluang) meski telah dimonetisasi sedemikian rupa, tapi faktanya "uangnya" mulai tak ada. Berbeda dengan kondisi Indonesia dua dekade sebelumnya. Kini aliran dan level keuangan daerah termasuk Bengkalis sepertinya memprihatinkan. Negeri "bawah minyak, atas minyak" tapi minyaknya sedang "rest".
Dan kondisi itu disuarakan dengan lantang di panggung politik nasional, Jakarta oleh bupati Siak, Afni. Kabupaten Bengkalis sepertinya memilih jalan aman. Sehingga kapal pembangunan daerah berjalan laksana "auto pilot".
Apa kabar Bu Kasmarni? Apa kabar Bagus? Sebagai warga biasa, dulu saya mendukung dan memiliki ekspektasi tinggi pada pasangan ini? Pasangan ideal untuk memajukan kabupaten Bengkalis hingga 2029. Slogan Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa) begitu ikonik, dan menarik.
Kini saya mendengar, jangankan masyarakat bisa menikmati ruang bermasa yang selesa, para anggota dewan saja mengeluh, soal gaji, perjalanan dinas, dan reses (sudah dilaksanakan tapi uang resesnya tidak cair), padahal ketiganya penting untuk menjaga kelangsungan demokrasi, sekaligus amunisi. Gaji adalah hak dasar, reses adalah hak konstitusi. Perjalanan dinas adalah hak operasional. Jika wakil rakyatnya saja mengeluh, apalagi rakyat kecil.
Apa kabar Bengkalis? Bagaimana dengan political stunt 2029? Meski sudah lama tidak pulang ke Duri, saya masih sering mendengar pantun, "Gendang gendut tali kecapi, kenyang perut senanglah hati".
Apa tanda Bengkalis bermarwah,
Berlainan suku hidup serumah.
AADB Ada Apa Dengan Bengkalis
Diskusi pembaca untuk berita ini