Taput,katakabar.com-Rehabiltasi Jaringan Irigasi di Dusun Hutabagasan Desa Sitampurung, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah rusak kembali.

Informasi yang didapat dari berbagai sumber oleh media ini, proyek saluran irigasi itu merupakan anggaran tahun 2022 bersumber dari dinas PUTR Taput dengan menelan anggaran Rp400 juta lebih dan baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah pernah ambruk dinding saluran irigasi tersebut.

Ketika awak media melakukan peninjauan kelokasi (16/11/2022) didapati fakta bahwa, telah terjadi kerusakan di beberapa titik, serta dinding saluran di perkirakan sudah bergeser dan tidak menutup kemungkinan dinding saluran akan jebol kembali.

Dimana dinding saluran irigasi terlihat retak retak dan rembesan air dari dinding saluran dan juga pergeseran dinding saluran tersebut.

Salah seorang pemilik lahan sawah di sekitar lokasi irigasi menyanyangkan atas pekerjaan saluran irigasi tersebut, dimana saat saluran tersebut jebol sisa sisa material tidak di angkut sehingga lahan persawahanya tidak bisa diolah.

"Saluran irigasi ini sudah pernah jebol sebelumnya saat baru selesai di kerjakan, namun bapak lihatlah, batu sisa saluran irigasi ini tidak di buang, sebagian sawahku ini di olah lagi," ucap pemilik lahan dengan nada kesal.

Lain lagi dengan pemilik lahan marga sihombing disekitar lokasi irigasi tersebut, dianya sangat menyayangkan atas kualitas pekerjaan irigasi tersebut.

"Tolong lah dulu di kerjakan kembali irigasi ini, dipastikan dinding irigasi ini akan jebol kalau tidak di perbaiki kembali," ucap marga sihombing pemilik lahan tersebut.

Terpisah, Erikson Tamba PPK Dinas PUTR Taput Rehabilitasi irigasi desa Sitampurung, Rabu ( 23/11/2022) di ruang kerjanya mengatakan akan meninjau proyek irigasi tersebut.

"Ini kan masih tahap pemeliharaan, kalau memang pekerjaan tersebut sudah retak retak dan mengalami rembesan air, akan kita suruh rekanan untuk membongkarnya untuk diperbaiki kembali," ucap Erikson Tamba

Dia memastikan pengawas kegiatan dan juga PPK akan turun kelokasi besok.

"Besok kami bersama pengawas akan turun kelokasi lae, kalau memang rusak sama dengan di foto yang lae tunjukkan, kita akan suruh di bongkar, dan apabila tidak di kerjakan, kita tidak akan mencairkan jaminan pemeliharaan,"pungkasnya.

Murhasir Manalu koordinator Lapangan LSM ICW ( Indonesiaan Corruption Watch) wilayah Tapanuli Utara, menyikapi pekerjaan Rehabilitasi Irigasi tersebut.

"Kita sangat menyesalkan kualitas pekerjaan rehabilitasi irigasi itu, sebelumnya dinding parit semen itu sudah pernah ambruk begitu selesai di kerjakan, berarti pengerjaannya tidak sesuai dengan RAB, kita akan segera laporkan kepihak penegak hukum," tegasnya.

Lanjutnya, negara sudah menggelontorkan dana ratusan juta untuk pekerjaan irigasi tersebut, jadi ia meminta supaya Aparat Penegak Hukum (APH) segera memeriksa hasil pekerjaan dan seharusnya proyek pekerjaan irigasi tersebut dapat meningkatkan swasembada pangan sesuai dengan program Bupati Tapanuli Utara.

"Seharusnya proyek ini dapat meningkatkan ketahanan pangan petani sesuai dengan visi misi Bupati Taput, ini malah bisa petani yang di rugikan kalau pengerjaanya asal jadi begini,"pungkasnya.