Home / Sawit / ASPEKPIR Ajari Petani Praktik Pengelolaan Pelepah Sawit Jadi Produk UKMK di Bantan
ASPEKPIR Ajari Petani Praktik Pengelolaan Pelepah Sawit Jadi Produk UKMK di Bantan
ASPEKPIR taja sosialisasi praktik pengelolaan pelepah sawit ke petani di Bantan. Foto: Ari/katakabar.com.
Bengkalis, katakabar.com - Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah II Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Kabupaten Bengkalis taja sosialisasi praktik pengelolaan pelepah kelapa sawit jadi produk Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK), berupa Lidi sawit siap Ekspor, pakan ternak dari daun sawit, dan Biochar, di Aula kantor Desa Bantan tengah Kecamatan Bantan kabupaten Bengkalis, Kamis (30/10).
Kegiatan sosialisasi dan praktik pengelolaan pelapah kelapa sawit ini diikuti sebanyak 90 petani kelapa sawit se Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Menurut DPP ASPEKPIR diwakili Sutikno, pelepah kelapa sawit selama ini dianggap limbah kalau dikelola dan dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi produk UKMK bernilai ekonomi tinggi mampu menaikkan perekonomian keluarga.
"Pelepah kelapa sawit selama ini dianggap limbah kalau dikelola dan dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi produk UKMK bernilai ekonomi tinggi mampu menaikkan perekonomian keluarga," ujar Sutikno, kepada katakabar.com, Kamis siang.

Kegiatan dihadiri Bupati Bengkalis, Kasmarni, diwakili Asisten I, Andres Wasono. Ia menekankan kepada para peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan sosialisasi ini dengan baik, sebab program ini dapat mengubah cara kita yang menganggap pelepah kelapa sawit dari dulu hanya sebagai sampah ternyata banyak manfaat yang bisa dijadikan sebagai usaha untuk peningkatan ekonomi UKMK.
"Bisa diolah menjadi pakan ternak, bisa jadi pupuk, bahkan lidi kelapa sawit siap ekspor, sehingga atomatis kesempatan untuk bekerja juga pasti ada," jelasnya.
Ketua DPD ASPEKPIR Kabupaten Bengkalis, Abdul Kadir Siregar berharap dengan adanya program sosilaisasi pengelolaan berbagai produk dari kelapa sawit ini agar dimanfaatkan dengan baik.
"Kita siap untuk menampung setiap olahan dari anggota dan petani kelapa sawit lainnya," terangnya.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Paser dan Kutai Timur Pilot Project
Multi Pihak Dorong Kesetaraan gender dan Praktik Kerja Inklusif Industri Sawit








Komentar Via Facebook :