Home / Advertorial / Bupati Rohul Terima Penghargaan Kemenkes RI 'Kabupaten Bebas Frambusia'
Advertorial Khusus
Bupati Rohul Terima Penghargaan Kemenkes RI 'Kabupaten Bebas Frambusia'
Bupat Rohul, Sukiman saat terima penghargaan. Foto Kominfo Rokan Hulu.
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Bupati Rokan Hulu, H Sukiman terima penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai 'Kabupaten Bebas Frambusia'.
Orang Nomor Satu di 'Negeri Seribu Suluk' nama lain dari Kabupaten Rokan Hulu menerima penghargaan atas kepedulian Lingkungan Kabupaten Bebas Frambusia dari Kemenkes RI di Acara Peringatan Hari NTDS.
Sertifikat bebas penyakit Frambusia diterima Sukiman didampingi mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rokan Hulu, dr Bambang Triono di Hotel Grand Sahid, Jakarta, pada Rabu (6/3) lalu.
"Penghargaan ini jadi pertanda masyarakat kita saat ini sudah miliki kesadaran betapa penting menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari berbagai penyakit termasuk Frambusia," ujar Bupati Rokan Hulu, Sukiman kepada Wartawan, pada Rabu (13/3) kemarin.
Mantan Kepala Dinkes Rokan Hulu, Bambang Triono menyatakan, Frambusia dikenal sebagai Frambesia Tropica atau Patek. Jenis penyakit ini menular bisa melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit yang terinfeksi.
"Awalnya, Frambusia hanya menyerang kulit. Tapi, seiring berjalannya waktu, penyakit ini dapat menyerang tulang dan sendi," ulasnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB ini, Bambang baru dilantik menuturkan, masyarakat agar terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama mencegah dan menghilangkan penyakit Frambusia di Kabupaten Rokan Hulu.
"Secara berkala kami melakukan pemeriksaan kepada anak sekolah, baik di sekolah-sekolah ataupun di desa -desa dengan tujuan untuk menscreening penyakit Frambusia sejak dini, sehingga dapat segera ditangani," terangnya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Dinkes di seluruh sekolah SD di Kabupaten Rokan Hulu, kata Bambang, terdapat 808 siswa yang memiliki sakit kulit yang mengarah ke penyakit Frambusia.
"Tapi, dari hasil screening yang dilakukan, total 767 siswa dinyatakan negatif melalui pemeriksaan Rapit Diagnostic Tes (RDT)," bebernya.
Sebagai komitmen bersama di puncak acara peringatan tersebut ditandai dengan peletakan tangan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Deputi WHO Dr Momoe, Direktur Jendral kesehatan Masyarakat, Dr Maria Sumiwi yang disaksikan oleh 102 Kepala Daerah Kabupaten dan Kota se Indonesia.
Kegiatan itu usung tema Unite Act Eliminate dan tema nasional Bersatu dan Beraksi, Mewujudkan Indonesia Bebas Penyakit Tropis Terabaikan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah Kepala Daerah dalam rangka pengendalian NTDs di wilayahnya dan berharap agar masyarakat dapat hidup lebih bersih dan sehat.
"Menurut WHO, di Indonesia ada 11 Penyakit menular yang termasuk NDTs dan yang kita urus terlebih dahulu cuman 5, yakni Filariasis, Cacingan, Schistosomiasis, Kusta dan Frambusia," ucapnya.
Menurut Menkes RI, bagaimana cara agar bisa bebas dari penyakit ini adalah menjaga lingkungan yang bersih, sehat dan pola hidup yang sehat seperti sebelum makan, cuci tangan pakai sabun lebih dulu.
Diketahui, dari 416 Kabupaten dan 98 kota se Indonesia, hanya 99 kabupaten dan kota yang menerima Sertifikat bebas Frambusia.
Untuk Provinsi Riau hanya 4 Kabupaten yang menerima, yakni, Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar dan Bengkalis. (Adv Khusus)








Komentar Via Facebook :