Home / Sawit / Di PKS Lubuk Dalam, Holding PTPN Tunjukkan Inovasi Limbah Sawit Jadi Energi ke Mahasiswa Unilak
Di PKS Lubuk Dalam, Holding PTPN Tunjukkan Inovasi Limbah Sawit Jadi Energi ke Mahasiswa Unilak
Mahasiswa Unilak saat berkunjung ke PKS Lubuk Dalam. Foto: Ist/katakabar.com.
Siak, katakabar.com - Di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lubuk Dalam, Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) tunjukkan inovadi limbah sawit jari energi ke mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak).
Total 60 mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis Universitas Lancang Kuning (Unilak) kunjungan lapangan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lubuk Dalam milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo Regional III, di penghujung September 2025 lalu.
Kegiatan ini wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai inovasi pengelolaan limbah sawit yang dikembangkan menjadi energi terbarukan.
Di kunjungan itu, para mahasiswa melihat langsung proses pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO), sekaligus saksikan bagaimana limbah sawit yang sebelumnya hanya dipandang sebagai residu kini diolah menjadi energi listrik ramah lingkungan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg).
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-angin, menjelaskan keterlibatan mahasiswa di kegiatan ini strategi perusahaan dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai industri sawit berkelanjutan.
Menurutnya, sektor sawit memiliki potensi besar dalam menghadirkan solusi atas tantangan global, termasuk perubahan iklim.
“Kami ingin generasi muda melihat bahwa kelapa sawit merupakan sektor strategis yang dapat menghadirkan inovasi, energi bersih, serta peluang ekonomi baru. Melalui kunjungan ini, mahasiswa bisa langsung menyaksikan bagaimana limbah sawit dapat menjadi energi terbarukan yang bermanfaat luas,” jelas Irwan.
Inovasi yang dijalankan PalmCo melalui PLTBg Lubuk Dalam sebelumnya juga mendapat pengakuan dari pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberikan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) kepada PTPN IV PalmCo, menjadikannya perusahaan perkebunan sawit pertama yang menerima sertifikat tersebut. Berdasarkan verifikasi Tim MRV KLHK, PLTBg Lubuk Dalam berhasil menekan emisi hingga 33.799 ton CO₂e dalam empat tahun terakhir.
Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unilak, Dr. Vonny Indah Sari, yang hadir mendampingi mahasiswa, turut memberikan apresiasi kepada PTPN IV PalmCo atas kesempatan yang diberikan.
“Inisiatif PTPN IV PalmCo yang memanfaatkan komoditas sawit, termasuk limbahnya sebagai energi terbarukan, adalah hal yang luar biasa. Kami menyaksikan bagaimana sawit itu pohon kehidupan. Seluruh bagiannya memiliki manfaat, bahkan hingga ke limbahnya sekalipun,” ucap Vonny.
Ia menambahkan, kunjungan ini sangat berharga bagi mahasiswa. “Mereka tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga mendapat pengalaman lapangan langsung tentang bagaimana industri sawit dikelola secara modern dan ramah lingkungan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” tuturnya.
Mahasiswa pun menilai inisiatif PTPN IV Regional III membuktikan industri kelapa sawit tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Hal ini sekaligus menepis anggapan miring tentang sawit yang kerap dikaitkan dengan isu lingkungan.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa dapat bertanya langsung kepada manajemen PKS Lubuk Dalam mengenai peluang riset, prospek bisnis, hingga tantangan pengembangan energi terbarukan berbasis sawit.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Kolaborasi GPPI dan BRIN
Penguatan Perkebunan Sawit Dukung Ketahanan Energi Berbasis IT di 2nd IPORICE 2025
Binus Film Goes to Bali
Minikino Short Film Market Tampilkan Karya Mahasiswa dan Workshop AI Filmmaking








Komentar Via Facebook :