Kemarin

PHR Bongkar Keunggulan Operasi dan Inovasi Capai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatera di IPA Convex 2026

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif di ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Ajang tersebut sebuah perhelatan industri migas pertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas masa depan energi nasional. Sebagai salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia, kehadiran PHR tidak hanya memperlihatkan peran strategis perusahaan dalam pengelolaan migas, tetapi juga menampilkan capaian produksi, inovasi teknologi, serta komitmen keberlanjutan. “Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengembangan berbagai metode, termasuk MNK, PHR berkomitmen mendorong peningkatan produksi migas berkelanjutan,” kata Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin. Diketahui, sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) sebagai salah satu metode yang digencarkan guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields). Pada ajang IPA Convex kali ini, PHR juga akan berpartisipasi dalam sesi diskusi Technical Program-Special Session bertema _Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security_ . General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko tampil sebagai pembicara utama dengan memaparkan strategi pengelolaan lapangan tua yang tetap produktif melalui penerapan teknologi dan manajemen berkelanjutan. Sesi ini mengupas bagaimana perjalanan manajemen reservoir (reservoir management/RM) di Zona Rokan, sebuah operasi onshore terbesar di Indonesia dengan lebih dari 115 lapangan dan 12.600 sumur. Produksi dari area ini sekitar 151 ribu barel minyak per hari, serta 33 MMSCFD gas, dengan metode pemulihan primer, sekunder (waterflood), hingga tersier (steamflood dan CEOR). Ke depan, Blok Rokan diarahkan untuk terus berkembang melalui survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, ekspansi waterflood dan steamflood, serta penerapan inovasi digital berbasis AI/ML. Pesan utama dari materi ini adalah dengan manajemen reservoir yang disiplin, teknologi mutakhir, dan kepemimpinan yang kuat, lapangan matang seperti Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung energi Indonesia di masa depan. Tidak hanya di sesi utama, PHR Regional 1 Sumatra juga menunjukkan komitmen akademis dan teknis dengan total 13 keterlibatan dalam program Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop. Partisipasi ini menegaskan kontribusi aktif PHR dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi teknologi kepada komunitas migas nasional dan internasional. Tak kalah menarik, dalam momen IPA Convex 2026 kali ini juga akan ada penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk produksi operasi minyak dan gas bumi Wilayah Kerja Rokan. PHR akan membeli gas dari PEP, dengan perjanjian jual beli ini akan mendukung kebutuhan gas khususnya di WK Rokan untuk kegiatan operasi produksi minyak dan gas bumi. Inovasi dan Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra PHR Regional 1 Sumatra terus menunjukkan berbagai capaian inovasi dan kinerja produksi di masing-masing zona operasi. Di Zona Rokan, selain pengembangan MNK, PHR berhasil melaksanakan Put On Injection (POI) pertama pada proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) atau steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada Selasa, 14 Januari 2025. Keberhasilan penerapan metode steamflood ini menjadi bukti nyata inovasi anak bangsa dalam mengembangkan teknologi sektor migas sekaligus tonggak penting dalam pengembangan lapangan minyak di Zona Rokan. Melalui implementasi steamflood di lapangan NDD A14, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan. Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi para pekerja PHR untuk terus berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional. Di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi sebesar 67 BOPD dan proyeksi puncak produksi mencapai 379 BOPD pada 2026. Percepatan proyek dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item. Sementara di Zona 4, penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan, dengan menargetkan klaster sumur di Lapangan Benuang berhasil menciptakan efisiensi biaya yang signifikan sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas. Sejak mulai berproduksi pada 2 September 2025, implementasi teknologi ini menunjukkan hasil impresif. Hingga 5 Oktober 2025, produksi mencapai 3.388 BOPD, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD atau hampir tiga kali lipat, dengan rata-rata produksi harian mencapai 1.552 BOPD. Berbagai inovasi itu turut menunjang capaian produksi. Sepanjang tahun 2025, PHR Regional 1 Sumatra mencatat produksi lebih dari 30% produksi nasional, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi produksi nasional. Zona Rokan sebagai tulang punggung operasi berhasil mempertahankan stabilitas produksi di tengah tantangan lapangan tua, sementara Zona 1 dan Zona 4 menunjukkan tren peningkatan melalui optimalisasi sumur dan penerapan teknologi baru. Sejak 2025 hingga kini, PHR juga mencatat berbagai prestasi membanggakan. Di Zona Rokan, implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP) terbukti meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua, sekaligus meraih penghargaan dari SKK Migas atas keberhasilan menjaga produksi di atas target. Zona 1 berhasil mengembangkan digital monitoring system yang meningkatkan efisiensi operasi dan mendapat apresiasi sebagai inovasi digital terbaik di internal Pertamina. Sementara itu, Zona 4 mencatat keberhasilan program drilling, workover & well intervention yang mendongkrak produksi minyak dan gas, serta meraih penghargaan keselamatan kerja (Safety Performance Award) tingkat nasional. TJSL Selain capaian produksi dan teknologi, PHR juga menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh area operasi Regional 1 Sumatra. Di Zona 1, Program Edu Ekowisata Mangrove di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Di Zona Rokan, PHR mengembangkan Brand Mandau sebagai inisiatif ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu yang memberdayakan perempuan melalui produk unggulan Batik Mandau. Sementara di Zona 4, Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kabupaten Muara Enim, menjadi inovasi sosial berbasis potensi lokal dengan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah bambu dan batik. PHR Zona 1 juga ikut meramaikan pameran di booth SKK Migas dengan menampilkan UMKM difabel binaan Pertamina EP Rantau Field, yakni kedai kopi Inklusi Coffee yang dikembangkan di Rumah Kreatif Tamiang, Aceh Tamiang. Kehadiran UMKM binaan ini memperlihatkan komitmen PHR dalam mendukung ekonomi kaum difabel di wilayah operasi. Dengan kehadiran PHR di IPA Convex 2026, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan industri energi nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi.

Melongok Lele Sei Manasib di Tangan Rizky: Inovasi Pakan Mandiri Naikkan Omzet Puluhan Juta Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:23 WIB

Melongok Lele Sei Manasib di Tangan Rizky: Inovasi Pakan Mandiri Naikkan Omzet Puluhan Juta

Rokan Hilir, katakabar.com - Bagi para pembudidaya ikan di Sei Manasib, setiap memasuki masa panen lele bukan menjadi momen yang menghadirkan rasa lega. Lantaran di balik riak air kolam dan padatnya aktivitas budidaya, tersimpan kecemasan panjang akibat tingginya biaya produksi dan harga jual yang kerap tidak menentu. Kondisi itu pernah dirasakan langsung Muhammad Rizky 31 tahun, Sekretaris BUMDes, sekaligus penggerak Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Lele Sei Manasib. Bagi Rizky, usaha budidaya lele sempat terasa seperti perjuangan tanpa kepastian. Harga pakan yang terus melambung tinggi seakan berkejaran dengan harga jual ikan yang sering dimainkan tengkulak, membuat keuntungan kelompok semakin tergerus. “Antara biaya operasional terus membengkak dan margin keuntungan yang makin tipis, kami sempat berada di titik lelah. Bukan hanya lelah secara fisik karena merawat ikan setiap hari, tetapi juga lelah secara mental karena merasa kerja keras kami belum memberikan hasil yang pasti,” ulas Rizky. Berangkat dari kondisi tersebut, Rizky menyadari situasi itu tidak bisa terus dibiarkan. Ia percaya bahwa kelompok budidaya di Sei Manasib harus keluar dari ketergantungan dan mulai membangun sistem usaha yang lebih mandiri. Melalui Program Perikanan Riau PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), harapan baru mulai tumbuh. Kehadiran program pemberdayaan ini tidak hanya memberikan dukungan fasilitas, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dan pendampingan bagi kelompok pembudidaya untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Sebagai salah satu anggota kelompok yang paling vokal mendorong perubahan, Rizky bersama rekan-rekannya melakukan perjalanan ke Desa Bangko Jaya. Di sana, mereka belajar langsung dari kelompok binaan yang telah berhasil memproduksi pakan mandiri untuk budidaya lele serta mampu menembus pasar distribusi Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi). Dari pengalaman tersebut, Rizky mulai melihat peluang besar dalam pemanfaatan ikan rucah  hasil tangkapan sampingan yang sebelumnya sering dianggap limbah pesisir sebagai bahan baku pakan alternatif. Tetapi, perjalanan menuju keberhasilan tidak berjalan mudah. Pada tahap awal uji coba produksi pakan mandiri, formulasi yang mereka buat justru mengalami kegagalan. Pelet yang dicetak hancur dan berubah menjadi serbuk ketika ditebar ke kolam sehingga berdampak pada kualitas air. “Mesin vertikal itu membutuhkan tingkat presisi yang tinggi. Saya sempat salah dalam metode pengaturan putaran pisau sehingga pelet tidak bisa memadat dengan sempurna,” kenang Rizky. Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Rizky terus melakukan percobaan, mulai dari menyesuaikan kadar kelembaban adonan hingga melakukan kalibrasi mesin secara berulang. Hingga akhirnya, upaya tersebut membuahkan hasil ketika mesin berhasil menghasilkan butiran pelet yang padat dan berkualitas. Keberhasilan memproduksi pakan mandiri menjadi titik balik bagi kelompok budidaya lele Sei Manasib. Biaya operasional yang sebelumnya membebani kini dapat ditekan secara signifikan, sementara kualitas nutrisi pakan tetap terjaga. Tidak berhenti pada inovasi pakan, Rizky juga mulai mengembangkan strategi pemasaran kelompok. Ilmu tata niaga yang ia pelajari kemudian diaplikasikan untuk membuka jalur distribusi langsung ke Dapur SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, satu siklus produksi kelompok mampu menghasilkan sekitar 2,3 ton lele, dengan 519 kilogram di antaranya terserap langsung untuk kebutuhan program penyediaan pangan bergizi. Dalam tiga bulan terakhir, kelompok ini berhasil membukukan omzet hingga Rp32 juta. Perubahan tersebut perlahan menghapus rasa minder yang sebelumnya membayangi para pembudidaya. Kini mereka berdiri lebih percaya diri sebagai kelompok usaha masyarakat yang produktif dan mandiri, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan Pokdakan Lele Sei Manasib menunjukkan bagaimana program pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata apabila dijalankan secara konsisten dan berbasis potensi lokal. Menurutnya, PHR akan terus mendorong hadirnya program-program yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing. “PHR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun penguatan kapasitas kelompok usaha lokal. Kami percaya, kemandirian masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ucapnya. Ia menambahkan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terhadap operasional industri hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. “Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Dukungan tersebut sangat penting dalam menjaga keberlanjutan operasi dan ketahanan energi nasional, di mana PHR menjadi salah satu penopang utama produksi migas Indonesia,” jelasnya. Kini, bagi Rizky, kolam lele bukan lagi sekadar tempat mencari penghidupan. Di balik air kolam yang tenang, tumbuh keyakinan baru bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari perjuangan. “Air di kolam boleh saja menyusut saat kemarau panjang, tetapi tekad kami untuk mandiri tidak akan pernah ikut mengering. Dari keterbatasan, kami belajar bahwa selalu ada jalan bagi orang-orang yang mau terus berusaha dan tidak menyerah,” tandasnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Beton Precast Foam Concrete dari Campuran Sawit Hasil Inovasi Riset BPDP dan Universitas SK Sawit
Sawit
Minggu, 10 Mei 2026 | 10:45 WIB

Beton Precast Foam Concrete dari Campuran Sawit Hasil Inovasi Riset BPDP dan Universitas SK

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Universitas Syiah Kuala (SK), lahir inovasi riset yang dikembangkan, yakni material konstruksi berbasis perkebunan,  berupa Beton Precast Foam Concrete berbasis sawit. Produk ini memanfaatkan turunan kelapa sawit sebagai bagian dari komposisi foam concrete, menghasilkan beton ringan yang tetap kuat, efisien, serta lebih ramah lingkungan. Inovasi ini tak terbayangkan sebelumnya, dan menjadi langkah nyata tingkatkan nilai tambah komoditas sawit, tidak hanya sebagai sumber pangan dan energi, tetapi sebagai solusi di sektor konstruksi. Dari sisi pemanfaatan, beton pracetak ini dirancang untuk mendukung pembangunan yang cepat dan praktis. Bobotnya ringan memudahkan distribusi dan pemasangan di lapangan, sekaligus memberikan efisiensi dalam proses konstruksi. Karakteristik tersebut menjadikannya alternatif material yang potensial untuk berbagai kebutuhan pembangunan modern. Proses pembuatannya diawali dengan produksi busa menggunakan foam agent (merek dagang: FoaMac) yang dikembangkan dalam penelitian. Bahan ini dicampurkan dengan air dan diproses melalui foam generator untuk menghasilkan busa dengan densitas terkontrol. Busa tersebut kemudian dicampurkan dengan pasta semen yang terdiri dari semen, air, serta agregat halus atau bahan substitusi biomassa sawit seperti clinker boiler. Seluruh bahan diolah secara homogen menggunakan cement mixer hingga mencapai densitas target sekitar 1,2–1,4 g/cm³. Terus, campuran dituangkan ke dalam cetakan untuk membentuk bata foam atau panel pracetak, lalu melalui proses curing hingga mencapai kekuatan yang diinginkan. Guna monitoring dan evaluasi terhadap capaian program penelitian dan pengembangan industri beton ringan ini, tim Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melakukan kunjungan lapangan ke Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa (5/5) lalu. Kunjungan tersebut diwakili Prof. Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc., Ph.D bersama tim BPDP, yang meninjau langsung fasilitas produksi bata foam dan precast foam concrete yang telah dibangun dan dioperasikan. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat perkembangan implementasi hasil riset, mencakup pembangunan fasilitas industri, kesiapan teknologi produksi, serta penerapan produk pada konstruksi nyata. Observasi dilakukan secara menyeluruh terhadap alur produksi, mulai dari penyiapan bahan baku, proses pencampuran, hingga tahap pencetakan dan curing. Fasilitas yang dikunjungi merupakan wujud nyata dari kolaborasi riset antara Universitas Syiah Kuala dan BPDP mendorong hilirisasi teknologi pemanfaatan limbah biomassa sawit menjadi material konstruksi bernilai tambah tinggi. Program ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi berhasil mengimplementasikannya dalam skala industri. Sebagai luaran strategis, inisiatif ini telah melahirkan dua entitas bisnis, yakni PT Solusi Global Precast yang bergerak di industri bata foam dan precast foam concrete, serta UMKM sebagai pemasok foam agent. Produk yang dihasilkan meliputi bata foam, panel pracetak, penutup drainase, alas jembatan, hingga elemen konstruksi lain yang telah diaplikasikan, termasuk pada rumah contoh ramah gempa. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara BPDP, akademisi, dan industri dalam mengembangkan teknologi berbasis limbah biomassa sawit secara berkelanjutan. Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi menjadi dasar untuk penyempurnaan program serta perluasan implementasi industri beton ringan di Indonesia.

Inovasi Riset Perkebunan: BPDP Fasilitasi Pengembangan Traktor Otonom Pemupukan Sawit Sawit
Sawit
Kamis, 07 Mei 2026 | 15:05 WIB

Inovasi Riset Perkebunan: BPDP Fasilitasi Pengembangan Traktor Otonom Pemupukan Sawit

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus menunjukkan komitmen dorong inovasi berbasis riset di sektor perkebunan. Di antaranya melalui dukungan pendanaan program Grant Riset Sawit 2024, yang melahirkan teknologi autonomous intermittent fertilizer spreader, hasil kolaborasi tim peneliti INSTIPER bersama PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA). Teknologi ini merupakan traktor otonom yang dirancang khusus untuk kegiatan pemupukan di perkebunan kelapa sawit. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus presisi dalam aplikasi pupuk, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di sektor budidaya. Pada peluncuran dan pemaparan hasil riset tersebut, turut hadir Rahmat Widiana, menegaskan pentingnya peran riset aplikatif dalam mendukung transformasi sektor perkebunan. “BPDP melalui program grant riset mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan langsung di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi industri,” ujarnya. Tingkatkan Efisiensi hingga 60 Persen Hasil uji coba menunjukkan, penggunaan traktor otonom ini mampu meningkatkan efisiensi kegiatan pemupukan hingga 60 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, teknologi ini memungkinkan distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran melalui sistem yang telah terintegrasi dengan pengaturan dosis dan pola sebar. Pendekatan berbasis otomatisasi ini dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas kebun secara keseluruhan. Pengembangan teknologi ini hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri, yang menjadi salah satu fokus utama dalam skema Grant Riset BPDP. Sinergi ini memungkinkan proses riset berjalan lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan serta mempercepat proses hilirisasi inovasi. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga mendukung praktik perkebunan berkelanjutan melalui penggunaan input yang lebih terukur dan minim pemborosan. Komitmen BPDP Pada Inovasi Melalui program Grant Riset Sawit, BPDP secara konsisten mendorong pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional. Inovasi seperti traktor otonom ini menjadi contoh konkret bagaimana dukungan pendanaan riset dapat menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi industri. Ke depan, BPDP berharap semakin banyak riset-riset unggulan yang tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dengan dukungan yang berkelanjutan, sektor perkebunan diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026: Sarana BPDP Bangun Inovasi Citra Positif Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:02 WIB

Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026: Sarana BPDP Bangun Inovasi Citra Positif Sawit

Yogyakarta, katakabar.com - Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026 Dalam Mendukung Ketahanan dan Energi, yang digelar di pekan keempat April 2026 lalu, sarana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membangun inovasi dan citra positif kelapa sawit. Kegiatan yang dikemas lewat workshop dan konferensi mampu menarik peserta ini terlaksana hasil dari kolaborasi dengan dengan  AKPY STIPER. "Kelapa sawit komoditas unggulan memiliki manfaat luas, tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi sebagai bahan pangan dan produk turunan bernilai tinggi," tegas Direktur AKPY STIPER, Sri Gunawan. Menurutnya, pemahaman menyeluruh mengenai agribisnis sawit dari hulu hingga hilir menjadi hal wajib, khususnya bagi mahasiswa penerima beasiswa BPDP. “Seluruh mahasiswa, khususnya penerima beasiswa BPDP, harus memahami potensi besar agribisnis sawit. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan guna mendukung kemandirian pangan dan energi," jelasnya. Worshop ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan dan energi berbasis UMKM sawit. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan pelaku UMKM, mendorong hilirisasi serta inovasi produk berbasis pangan dan energi, serta memperkuat kelembagaan dan jejaring bisnis baik secara konvensional maupun digital. Rangkaian kegiatan workshop dan konferensi  membahas kebijakan dan strategi hilirisasi sawit berbasis UMKM, workshop teknis berupa pelatihan pengolahan produk pangan, energi, oleokimia, oleofood serta pemasaran digital, hingga expo dan networking yang menampilkan produk UMKM sawit sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku usaha, perusahaan, dan pemerintah. Perkuat citra positif sawit sebagai rangkaian Workshop dan Konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 menjadi salah satu penguat utama arah kegiatan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan kegiatan ini bukan sekadar forum peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik yang lebih luas. “Kegiatan workshop dan konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 implementasi dari program promosi BPDP yang memiliki mandat untuk membangun narasi positif industri kelapa sawit di tengah berbagai tantangan persepsi publik,” terangnya, via online (zoom meeting). Pada konteks tersebut, kata Helmi, BPDP menjalankan fungsi kampanye positif (positive campaign) sebagai upaya menyeimbangkan bahkan melawan berbagai kampanye negatif (black campaign) yang kerap muncul terhadap komoditas sawit. Ditegaskan Helmi, pendekatan yang dilakukan tidak lagi hanya bersifat top-down atau berbasis institusi semata, tetapi juga melibatkan langsung pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) sebagai aktor utama di lapangan. Melalui workshop ini, sambungnya, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis dan peluang usaha berbasis produk turunan sawit, tetapi juga didorong untuk memahami posisi strategis mereka dalam ekosistem industri sawit nasional. “Ketika UMKM merasakan langsung manfaat ekonomi dari sawit baik melalui produk pangan, energi, maupun turunan lainnya, maka secara alami mereka akan menjadi bagian dari narasi besar industri ini,” imbuhnya Untuk itu, harap Helmi, pelaku UMKM tidak hanya menjadi produsen atau pelaku ekonomi, tetapi juga berperan sebagai advokat yang mampu menyampaikan cerita positif tentang sawit kepada masyarakat luas. Itu sebabnya, tambahnya, efektivitas promosi sangat bergantung pada pengalaman nyata yang dirasakan pelaku usaha. Jegiatan seperti workshop dan konferensi ini dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari akademisi, pemerintah, hingga pelaku usaha agar tercipta pemahaman yang utuh dari hulu hingga hilir.

STT 2026: Konferensi Inovasi Global Terbesar di Asia Dorong Kota Berkelanjutan Lewat Teknologi Tinggi Internasional
Internasional
Minggu, 26 April 2026 | 18:14 WIB

STT 2026: Konferensi Inovasi Global Terbesar di Asia Dorong Kota Berkelanjutan Lewat Teknologi Tinggi

Tokyo, katakabar.com - Pemerintah Metropolitan Tokyo bakal gelar “SusHi Tech Tokyo 2026,” salah satu konferensi inovasi global terbesar di Asia. Usung konsep “Sustainable Cities through High Technology,” acara ini akan mempertemukan berbagai pelaku inovasi termasuk startup, investor, perusahaan, universitas, dan pemerintah dari seluruh dunia untuk menciptakan aksi dan solusi baru terhadap tantangan global. ■ Detail Acara - Hari Bisnis: 27–28 April 2026 - Hari Publik: 29 April 2026 - Tempat: Tokyo Big Sight (Hall Barat 1–4), Tokyo, Jepang ■ Gambaran Tempat dan Pameran Tempat acara ini akan menampilkan zona pameran yang dinamis, ruang networking, dan area pertemuan bisnis yang dirancang untuk mendorong interaksi dan kolaborasi antar peserta. ■ Skala Terbesar Sepanjang Sejarah SusHi Tech Tokyo 2026 akan diselenggarakan dalam skala terbesar hingga saat ini: - Sekitar 770 startup berpartisipasi dalam pameran - Sekitar 10.000 pertemuan bisnis - Sekitar 60.000 peserta - 158 sesi ■ Sorotan Utama 1. Partisipasi Startup Global Startup dari lebih dari 60 negara dan wilayah akan menampilkan teknologi mutakhir dan ide bisnis melalui pameran serta kompetisi pitch. 2. Platform Open Innovation Area khusus akan menghubungkan perusahaan dan startup, mempercepat kolaborasi dan pengembangan bisnis baru. 3. Pencocokan Bisnis Canggih Sistem berbasis AI dan aplikasi resmi akan memungkinkan pencocokan, penjadwalan pertemuan, serta peluang networking secara efisien. ■ Area Fokus Acara ini akan berfokus pada empat domain utama yang membentuk masa depan kota: - AI – Transisi menuju implementasi di dunia nyata - Robotika – Meningkatkan kolaborasi dan produktivitas manusia - Ketahanan – Mengatasi tantangan iklim dan bencana - Hiburan – Menciptakan pengalaman budaya dan digital baru ■ Konten Pengalaman Masa Depan Pengunjung akan merasakan teknologi mutakhir seperti robotika, VR/XR, drone, dan pencetakan 3D, yang memberikan gambaran imersif tentang kehidupan perkotaan di masa depan. ■ Tujuan “SusHi Tech Tokyo” lebih dari sekadar pameran ini adalah platform inovasi global yang dirancang untuk: - Menciptakan peluang bisnis internasional - Mengatasi tantangan perkotaan dan sosial - Memperkuat ekosistem startup global ■ Visi Masa Depan Melihat ke depan hingga tahun 2032, acara ini bertujuan untuk berkembang menjadi platform inovasi skala kota, menjadikan Tokyo sebagai pusat global di mana inovasi meluas tidak hanya di dalam venue tetapi ke seluruh kota. ■ Ringkasan SusHi Tech Tokyo 2026 menjadi platform unik di mana teknologi, bisnis, dan masyarakat bertemu menghadirkan para pemimpin global untuk bersama-sama menciptakan masa depan kota berkelanjutan.

IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub Akselerasi Inovasi, Teknologi dan Ekonomi Kreatif Nasional
Nasional
Selasa, 14 April 2026 | 09:56 WIB

IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub Akselerasi Inovasi, Teknologi dan Ekonomi Kreatif

Balikpapan, katakabar.com - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Kalimantan Timur resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026–2031, di Gedung Banua Patra, Balikpapan, Sabtu (11/4) lalu. Prosesi pelantikan ini menandai langkah strategis alumni Ganesha awal peningkatan ekonomi di Kalimantan Timur melalui inovasi teknologi. Ketua Umum IA-ITB Pusat, Agustin Peranginangin (Sipil '94), secara resmi melantik Arafat Bayu Nugroho (Teknik Kimia '94) sebagai Ketua Umum IA-ITB Kaltim. Agustin menekankan alumni ITB harus menjadi motor penggerak utama dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Fokus utama kepengurusan di bawah kepemimpinan Arafat Bayu Nugroho, yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Balikpapan, adalah pengembangan Ganesha Hub. Program ini dirancang sebagai ekosistem kewirausahaan yang memanfaatkan keahlian alumni di bidang teknologi dan kreativitas. "Kita harus menyiapkan kemandirian ekonomi Kaltim pasca era migas dan batu bara. Ganesha Hub hadir untuk mendorong ekonomi kreatif dan teknologi digital agar memiliki daya saing global," ujar Arafat dalam sesi wawancara usai pelantikan. Selain fokus pada kemandirian ekonomi, IA-ITB Kaltim juga mengusung dua pilar strategis lainnya: * Pemberdayaan SDM Lokal: Memberikan kontribusi nyata bagi putra-putri daerah Kaltim yang menempuh studi di ITB agar kembali membangun daerahnya. * Sinergi Konektivitas: Membangun database dan jaringan komunikasi yang solid antar alumni di seluruh wilayah Kaltim guna mendukung kolaborasi profesional. IA-ITB Kaltim membuka pintu kerja sama bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) nasional maupun daerah untuk bersinergi dalam program kemandirian ekonomi ini. Dengan semangat "In Harmonia Progressio," organisasi ini optimis menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ekosistem bisnis yang inovatif di Bumi Etam. Bagi pihak yang tertarik untuk berkolaborasi atau mengetahui lebih lanjut mengenai program Ganesha Hub, informasi lengkap tersedia melalui laman https://www.iaitbkaltim.com/ atau melalui email resmi [email protected].

Aktivasi Dupoin Futures Tampilkan Inovasi Trading Basis Teknologi di CFD FX Sudirman Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 11 April 2026 | 16:40 WIB

Aktivasi Dupoin Futures Tampilkan Inovasi Trading Basis Teknologi di CFD FX Sudirman

Jakarta, katakabar.com - Aktivasi brand PT Dupoin Futures Indonesia di kawasan Car Free Day (CFD) FX Sudirman, Jakarta, Minggu (5/4) lalu berhasil menarik ratusan pengunjung. Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan edukasi finansial yang lebih dekat, mudah diakses, sekaligus berbasis teknologi. Sekitar 500 orang tercatat mengunjungi booth Dupoin Futures selama kegiatan berlangsung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 pengunjung aktif berpartisipasi dalam berbagai aktivitas, mulai dari permainan interaktif, kuis ringan, hingga demo platform trading. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat untuk mencoba simulasi trading, serta berdiskusi langsung dengan tim Dupoin Futures. Berlokasi di area strategis depan FX Sudirman, booth ini menjadi pusat interaksi antara perusahaan dan masyarakat. Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah hadirnya fasilitas simulasi trading berbasis smart TV LED touch-screen yang terhubung langsung dengan platform Dupoin. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat merasakan pengalaman trading secara real-time dengan tampilan yang lebih interaktif dan mudah dipahami. Pendekatan ini menjadi inovasi tersendiri, mengingat metode edukasi berbasis perangkat layar sentuh seperti ini masih jarang digunakan oleh perusahaan pialang berjangka dalam aktivitas publik. Kolaborasi dengan Tidra Shoe Care turut menambah daya tarik kegiatan. Melalui kerja sama tersebut, Dupoin Futures menyediakan layanan pembersihan sepatu gratis bagi pengunjung yang berpartisipasi dalam aktivitas di booth. Program ini disambut positif dan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung di tengah suasana Car Free Day. Sebagai bentuk apresiasi, Dupoin Futures juga membagikan berbagai merchandise kepada pengunjung, di antaranya sandal, topi, payung, notebook, tumbler, hingga kaos kaki. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan daya tarik sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Head of Marketing PT Dupoin Futures Indonesia, Taufan, menyampaikan kegiatan ini bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dan inovatif. “Kami melihat Car Free Day sebagai momentum yang tepat untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis teknologi yang interaktif, kami ingin memperkenalkan trading berjangka dengan cara yang lebih mudah dipahami sekaligus mendorong peningkatan literasi finansial,” jelasnya. Lewat kegiatan ini, kata Taufan, Dupoin Futures berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap industri perdagangan berjangka yang legal dan teregulasi. Pemanfaatan teknologi interaktif dinilai mampu membantu masyarakat memahami konsep investasi secara lebih praktis, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih modern dan aplikatif.

Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur Tekno
Tekno
Senin, 06 April 2026 | 21:10 WIB

Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

Jakarta, katakabar.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) perkuat pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan timur Indonesia, dengan mengoptimalkan peran AI Center Makassar sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta digital. Upaya ini dilakukan untuk mendorong lahirnya solusi berbasis AI yang aplikatif serta mendukung percepatan transformasi digital nasional yang merata. Dalam agenda kunjungan kerja ke AI Center Makassar beberapa waktu lalu, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi meninjau langsung fasilitas serta berbagai inovasi yang dikembangkan oleh talenta digital lokal melalui sesi pameran dan pemaparan proyek. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Telkom dalam memberikan ruang eksplorasi bagi inovator lokal untuk mengembangkan kapabilitas serta memperluas pengetahuan terkait teknologi AI. Menurutnya, AI adalah teknologi strategis yang harus membawa dampak nyata bagi layanan publik dan industri. Inovasi hebat, ujar Rochmad, selalu membutuhkan kolaborasi erat antara perusahaan teknologi, komunitas pengembang, dan institusi pendidikan untuk percepat adopsi dan menghasilkan ekosistem yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. “Pemanfaatan AI bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat dan industri,” kata Faizal. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, AI Center Makassar hadir melalui implementasi pilar AI Connect dalam inisiatif strategis Telkom AI Center of Excellence (AI CoE). Pilar ini terintegrasi dengan AI Campus, AI Playground, AI Hub, dan AI Native dalam membangun ekosistem AI yang komprehensif, mulai dari kolaborasi riset, pengembangan talenta, hingga implementasi solusi di berbagai sektor. Melalui fasilitas ini, Telkom membuka ruang kolaborasi yang inklusif bagi talenta digital lokal untuk berjejaring, mengembangkan kapabilitas, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Sejumlah solusi yang dipresentasikan antara lain pemanfaatan machine learning untuk klasifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), model pengelompokan sekolah berbasis unsupervised learning untuk rekomendasi bantuan operasional pendidikan, serta penggunaan deep learning dalam analisis citra endoskopi guna mendukung identifikasi penyakit lambung. Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan data dan teknologi AI dalam mendukung pengambilan keputusan strategis serta peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor. Faizal juga mengapresiasi kapabilitas talenta digital lokal yang dinilai memiliki potensi besar dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga siap diimplementasikan secara praktis. Penguatan kolaborasi lintas ekosistem menjadi kunci agar berbagai inovasi tersebut dapat berkembang lebih jauh di skala nasional dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. “Talenta digital Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menghadirkan solusi berbasis AI yang relevan dan aplikatif. Dengan kolaborasi yang tepat, inovasi yang dikembangkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan efisiensi dan kualitas layanan di berbagai sektor,” terangnya. Kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi interaktif bersama talenta digital dan komunitas teknologi di Makassar guna membahas peluang serta tantangan implementasi AI di lapangan. Forum ini menjadi wadah kolaborasi untuk perkuat sinergi dalam pengembangan inovasi berbasis AI. Melalui rangkaian kegiatan ini, Telkom menumbuhkan optimisme bahwa AI Center Makassar dapat terus berkembang sebagai simpul kolaborasi unggulan di kawasan timur Indonesia. Ke depan, fasilitas ini diharapkan mampu melahirkan talenta digital yang tangguh dan adaptif serta inovasi berbasis AI yang memberikan dampak nyata bagi percepatan transformasi digital nasional.

Binus University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar Demi Masa Depan Berkelanjutan Pendidikan
Pendidikan
Selasa, 10 Maret 2026 | 11:58 WIB

Binus University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar Demi Masa Depan Berkelanjutan

Semarang, katakabar.com - Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, generasi muda dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta inovasi yang mampu memberikan solusi bagi masa depan yang berkelanjutan. Pada kenyataannya, masih banyak pelajar yang memiliki ide kreatif dan potensi besar, tetapi belum memiliki ruang kompetitif dan ekosistem yang tepat untuk mengembangkan gagasan tersebut menjadi inovasi nyata. Melihat kebutuhan tersebut, Binus University @Semarang menghadirkan sebuah wadah kompetisi nasional yang dirancang untuk mendorong kreativitas, pemikiran kritis, serta kemampuan problem solving generasi muda Indonesia. Pada tahun 2026 ini, Binus University @Semarang menyelenggarakan SMARTA 2026 (Semarang Smart Talent Competition) dengan mengusung tema “Youth Innovation for Sustainable Future.” Kompetisi nasional ini terbuka bagi pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia yang ingin menunjukkan ide, kreativitas, serta inovasi mereka di bidang teknologi, bisnis, dan kreativitas. SMARTA 2026 menjadi bagian dari komitmen Binus University @Semarang dalam menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus, yakni ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pendekatan inovatif dalam proses pendidikan. Melalui kompetisi ini, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi masa depan. Di kompetisi SMARTA 2026, peserta dapat memilih lima cabang kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan di berbagai bidang. Cabang pertama adalah SMARTA LOGIKA (Innovation Tech Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Computer Science dan Digital Psychology. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengembangkan ide teknologi inovatif serta melatih kemampuan berpikir adaptif dalam menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang. Cabang kedua adalah SMARTA IDEA (Idea Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Smart Industrial Engineering. Kompetisi ini mendorong peserta untuk menciptakan ide inovatif, berupa desain produk atau alat yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan sehari-hari, khususnya yang berorientasi pada keberlanjutan dan ramah lingkungan. Cabang berikutnya adalah SMARTA BIZTECH (Business Case Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Information System. Kompetisi ini mengajak peserta untuk merancang solusi bisnis berbasis teknologi yang mengintegrasikan User Experience (UX), Artificial Intelligence (AI), dan smart technology dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu terdapat SMARTA DIGITAL (Business Model Canvas Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Digital Business. Kompetisi ini dirancang untuk menginspirasi generasi muda dalam mengembangkan ide bisnis digital yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi masa depan. Sementara, bagi pelajar yang memiliki minat di bidang kreativitas visual, SMARTA juga menghadirkan SMARTA KREATIVA (Motion Poster Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Kompetisi ini mendorong peserta untuk menyampaikan pesan inovasi dan keberlanjutan melalui pendekatan visual yang kreatif dan komunikatif. Seluruh rangkaian kompetisi SMARTA 2026 dapat diikuti secara gratis oleh pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia. Peserta yang lolos ke tahap final akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, termasuk workshop dan pembinaan langsung dari akademisi Binus University @Semarang. Grand Final SMARTA 2026 akan dilaksanakan secara onsite di Binus University @Semarang pada 9 Mei 2026. Direktur Kampus Binus University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom, menyampaikan kompetisi ini menjadi bagian dari upaya Binus membangun generasi inovator masa depan yang siap menghadapi transformasi digital global. “Melalui SMARTA 2026, Binus University @Semarang ingin memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan inovasi mereka. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi pelajar untuk memahami bagaimana teknologi, bisnis, dan kreativitas dapat berkolaborasi dalam menciptakan solusi nyata bagi masa depan yang berkelanjutan. "Hal ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus yang mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital dan kecerdasan buatan,” ujarnya. Dengan adanya SMARTA 2026, Binue University @Semarang berharap semakin banyak talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia yang berani mengembangkan ide, menciptakan inovasi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan melalui teknologi, kreativitas, dan pemikiran solutif.