Pemko Binjai Tegaskan Pengadaan Barang dan Jasa Transparan Usai Audiensi Mahasiswa
Aliansi Mahasiswa Muslim menyampaikan aspirasi terkait transparansi dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai saat audiensi di Ruang Rapat III Pemko Binjai
Mahasiswa Desak Pemko Binjai Usut Tuntas Dugaan Gratifikasi dan Kecurangan Tender
Puluhan mahasiswa menggelar aksi di lingkungan Balai Kota Pemerintah Kota (Pemko) Binjai
PTPN IV PalmCo Inspirasi Ribuan Mahasiswa Bawa Kisah Sukses Petani Sawit Indonesia
Pekanbaru, katakabar.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, puji petani kelapa sawit binaan PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara), Setiyono sebagai contoh petani sukses di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Upstream Youth Champs 2026: Mahasiswa IPB Gali Wawasan Industri Hulu Migas
Jakarta, katakabar.com - Upstream Youth Champs 2026 (UYC) resmi memulai rangkaian kegiatannya di IPB University, Bogor, di Pekan ketiga September 2026 lalu. UYC hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia hulu migas sekaligus mengeksplorasi potensi diri di luar bidang akademis melalui kolaborasi antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Games of Society (GOS).
Pengurus Baru KAMMI Medan Resmi Dilantik, Revitalisasi Komisariat Jadi Fokus
Kepengurusan baru Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Medan periode 2026-2028 resmi memulai masa kerjanya.
Ratusan Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB STMIK Methodist Binjai, Gloria Tekankan Integritas dan Etika
Staf Ahli Wali Kota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gloria, S.Pd., M.Pd., mewakili Wali Kota Binjai, resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STMIK Methodist Binjai Tahun Akademik 2026/2027.
Demi Kemajuan Industri Perkebunan BPDP Dukung Mahasiswa Kembangkan Riset Inovatif
Yogyakarta, katakabar.com - BLU Kemenkeu, yakni Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus dukung keterlibatan generasi muda dalam pengembangan riset dan inovasi melalui Sosialisasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Yogyakarta, serta peserta yang mengikuti kegiatan secara daring. Sosialisasi turut melibatkan Akademi Komunikasi Perkebunan Yogyakarta (AKPY), pimpinan perguruan tinggi, serta Komite Lomba Riset Tingkat Mahasiswa BPDP 2026. Program penelitian dan pengembangan di antara upaya BPDP dalam memperkuat, mengembangkan, dan meningkatkan pemberdayaan sektor perkebunan dan industri sawit melalui sinergi sektor hulu dan hilir untuk mendukung terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari program tersebut, BPDP secara rutin memberikan dukungan pendanaan penelitian dan pengembangan, salah satunya melalui Lomba Riset Tingkat Mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Dalam Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026, terdapat tujuh bidang penelitian yang dapat dikembangkan, yaitu budidaya/lahan/tanah, pascapanen/pengolahan, biomaterial/oleokimia, pangan/kesehatan, bioenergi, lingkungan/pengolahan limbah, serta sosial ekonomi/pasar/ICT. Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPDP memberikan informasi secara transparan dan menyeluruh mengenai ketentuan, mekanisme, serta alur pelaksanaan lomba sehingga calon peserta memperoleh pemahaman yang sama dalam mempersiapkan proposal penelitian. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya BPDP mendorong tumbuhnya budaya riset ilmiah di lingkungan perguruan tinggi, khususnya pengembangan inovasi yang berbasis pada data akurat dan terukur serta relevan dengan tujuh bidang prioritas penelitian. Lomba Riset Tingkat Mahasiswa diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat maupun industri perkebunan. Selain mendorong lahirnya inovasi, program ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperkuat portofolio akademik sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, penulisan ilmiah, serta komunikasi dan public speaking sebagai bekal dalam pengembangan karier maupun penyelesaian studi. BPDP berharap penelitian yang dihasilkan para mahasiswa nantinya dapat mencapai target keluaran yang telah direncanakan, diselesaikan tepat waktu, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan bagi perkembangan penelitian dan kemajuan industri perkebunan Indonesia. Melalui Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026, BPDP berupaya memperluas ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, penelitian, dan industri sekaligus menumbuhkan generasi peneliti muda yang mampu menghadirkan inovasi untuk mendukung industri perkebunan Indonesia yang semakin produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
BEM dan DPM FIA Unilak Periode 2026–2027 Dikukuhkan Ini Momentum Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa
Pekanbaru, katakabar.com - Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (FIA Unilak) memasuki babak baru dalam kepemimpinan organisasi mahasiswa. Itu ditandai dengan dikukuhkannya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIA Unilak periode 2026–2027 sebagai momentum pergantian kepemimpinan, sekaligus awal bagi pengurus baru untuk melanjutkan roda organisasi kemahasiswaan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan fakultas, panitia, serta para undangan. Agenda tersebut menandai resmi diserahterimakannya tongkat estafet kepemimpinan BEM dan DPM FIA Unilak kepada pengurus periode 2026–2027. FIA Unilak sendiri bagian dari Universitas Lancang Kuning yang memiliki program studi di bidang administrasi, termasuk Administrasi Publik. Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya prosesi pelantikan tersebut. Menurutnya, keberhasilan agenda tersebut tidak terlepas dari kerja sama panitia, pimpinan fakultas, maupun seluruh undangan yang hadir. “Sebagai Ketua Pelaksana, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, pimpinan fakultas, serta jajaran undangan yang telah mendukung suksesnya agenda ini,” ujarnya. Ia mengatakan, rangkaian persiapan yang telah dilakukan akhirnya terbayar dengan terselenggaranya pelantikan secara baik. Semangat baru juga terlihat dari para pengurus BEM dan DPM yang resmi menerima amanah untuk menjalankan organisasi selama satu periode ke depan. Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi mahasiswa dalam membangun lingkungan akademik yang aktif, kritis, inovatif, dan konstruktif. Pengurus BEM dan DPM FIA Unilak periode 2026–2027 juga diharapkan mampu menjalankan fungsi organisasi dengan penuh tanggung jawab, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. “Selamat bertugas kepada rekan-rekan BEM dan DPM FIA Unilak periode 2026–2027. Jabatan ini adalah amanah dan ruang pengabdian. Mari bersinergi, membawa inovasi, dan terus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa, serta mengharumkan nama FIA Unilak,” jelasnya. Dengan kepengurusan baru tersebut, BEM dan DPM FIA Unilak diharapkan mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, fakultas, dan berbagai pihak. Pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal bagi generasi baru organisasi mahasiswa FIA Unilak untuk membuktikan komitmen, kepemimpinan, dan kontribusinya selama periode 2026–2027.
Pemko Binjai Sambut Peserta KKN Internasional dari Malaysia dan Indonesia
Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menyambut pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang digelar Indonesian Regional Coordinator International Association of Economics and Business (IAEB) bersama Universiti Utara Malaysia (UUM) dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia
Pemadaman Listrik Berulang di Selatpanjang, Mahasiswa Desak PLN Terbuka Penyebab dan Beri Solusi Jangka Panjang
Kepulajan Meranti, katakabar.com - Pemadaman listrik kembali terjadi berulang di Selatpanjang, dan sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menuai sorotan dari mahasiswa dan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius sebab berdampak terhadap aktivitas warga, pelayanan publik hingga operasional pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Kamis (13/8). Aspirasi tersebut disuarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Meranti bersama Ikatan Pemuda Pemudi Selatpanjang (IPPS), mahasiswa STKIP Kepulauan Meranti serta mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Mereka mempertanyakan kesiapan sistem kelistrikan sekaligus transparansi informasi dari PLN ULP Selatpanjang setiap kali terjadi pemadaman. Mahasiswa menilai masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, estimasi waktu pemulihan hingga langkah yang dilakukan PLN agar gangguan serupa tidak terulang lagi ke depan. Persoalan pemadaman listrik di Kepulauan Meranti sendiri bukan hal baru. Pada Oktober 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti pernah melakukan rapat koordinasi bersama pihak PLN setelah masyarakat mendatangi Kantor ULP PLN Selatpanjang untuk meminta kejelasan terkait pemadaman yang terjadi berulang. Memasuki 2026, keluhan serupa kembali muncul. Pemadaman yang terjadi dari waktu ke waktu membuat masyarakat mempertanyakan apakah gangguan tersebut hanya bersifat teknis atau berkaitan dengan persoalan yang lebih mendasar pada sistem kelistrikan. Mahasiswa berharap PLN memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat setiap kali terjadi gangguan. Menurut mereka, informasi yang perlu disampaikan antara lain penyebab pemadaman, cakupan wilayah terdampak, estimasi waktu listrik kembali menyala serta tindakan penanganan yang sedang dilakukan. Pemadaman tanpa pemberitahuan yang memadai dinilai menyulitkan masyarakat, terutama pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Bagi UMKM, listrik bagian penting kegiatan operasional. Sejumlah usaha menggunakan mesin produksi, lemari pendingin, freezer, komputer, mesin kasir dan berbagai perangkat elektronik lainnya. Pemadaman mendadak, dan berlangsung dalam waktu yang tidak pasti dapat menyebabkan aktivitas usaha terhenti, produktivitas menurun hingga berpotensi menimbulkan kerugian, khususnya bagi usaha yang menyimpan bahan atau produk yang membutuhkan suhu tertentu. Lantaran itu, masyarakat berharap peningkatan keandalan pasokan listrik berjalan beriringan dengan keterbukaan informasi kepada pelanggan. Mahasiswa dan masyarakat meminta Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, memberikan penjelasan terbuka mengenai sejumlah persoalan. Pertama, penyebab pemadaman yang terjadi berulang dari pagi, siang hingga malam. Kedua, kepastian perbaikan dan stabilisasi jaringan agar pemadaman tidak terus berulang. Ketiga, pemberitahuan kepada pelanggan apabila pemadaman merupakan bagian dari pemadaman terencana. Keempat, informasi mengenai estimasi waktu pemulihan ketika terjadi gangguan. Kelima, evaluasi terhadap kualitas pelayanan kelistrikan di Selatpanjang dan wilayah sekitarnya. Keenam, kemungkinan kompensasi atau bentuk pertanggungjawaban pelayanan apabila kondisi pemadaman memenuhi ketentuan yang berlaku. Ketujuh, jaminan tindak lanjut dan solusi konkret, bukan sekadar pemberitahuan bahwa sedang terjadi gangguan. Kedelapan, penyediaan saluran pengaduan yang responsif bagi pelanggan. Menanggapi kondisi tersebut, Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap penyebab gangguan. “Sistem black out, penyebab masih ditelusuri,” kata Roni saat memberikan keterangan terkait kondisi kelistrikan. Roni menjelaskan, pihak PLN Selatpanjang saat ini juga tengah melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Meski demikian, mahasiswa dan masyarakat berharap proses evaluasi dan perbaikan tersebut disertai informasi yang terbuka sehingga masyarakat mengetahui perkembangan penanganan gangguan listrik. Pimpinan Cabang IMM Kepulauan Meranti bersama mahasiswa STKIP Meranti dan UT menyatakan masih menunggu klarifikasi resmi dari PLN ULP Selatpanjang. Sebagai bentuk keterbukaan dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak PLN, mereka meminta PLN menyampaikan video klarifikasi resmi paling lambat Senin, 17 Agustus 2026. Klarifikasi tersebut diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat, mulai dari penyebab pemadaman, kondisi sistem kelistrikan, kesiapan kapasitas pembangkit dan jaringan, langkah penanganan yang telah dilakukan hingga solusi jangka panjang. Mahasiswa menegaskan permintaan klarifikasi tersebut bukan bertujuan untuk menghakimi PLN, melainkan sebagai upaya memperoleh informasi dan kepastian mengenai pelayanan listrik yang diterima masyarakat. Mahasiswa dan masyarakat mengakui gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan. Namun, pemadaman yang berulang dan berlangsung tanpa informasi yang memadai dinilai perlu mendapatkan evaluasi lebih serius. Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan setiap kali listrik padam, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa terdapat langkah nyata untuk mencegah persoalan serupa terus berulang. Itu sebabnya, mereka berharap PLN dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kepulauan Meranti. Pemerintah Kabupaten (Pemka Kepulauan Meranti juga diharapkan ikut mengawal aspirasi masyarakat dan mendorong adanya koordinasi bersama PLN terkait peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan. Pada akhirnya, masyarakat berharap persoalan pemadaman listrik tidak lagi menjadi masalah yang berulang dari tahun ke tahun. Keandalan pasokan listrik dinilai penting bukan hanya untuk kenyamanan warga, tetapi untuk menjaga aktivitas ekonomi dan keberlangsungan usaha masyarakat di Kepulauan Meranti.