Peringati 28 Tahun Reformasi, Cipayung Plus Kota Medan Turun ke Jalan: Menagih Keadilan HAM dan Kesejahteraan Rakyat
Dua puluh delapan tahun reformasi berlalu, namun jeritan keadilan masih terdengar dari lorong-lorong sejarah bangsa ini
BEM FEB Unilak Gandeng Densus 88, Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Literasi Digital Mahasiswa
Pekanbaru, katakabar.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (BEM FEB Unilak) resmi jalin kerja sama strategis bersama Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan literasi digital di kalangan mahasiswa. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukatif dan dialog kebangsaan yang berlangsung di lingkungan kampus, Selasa (12/5). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, pengurus organisasi kampus, serta unsur akademik yang antusias mengikuti diskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di kegiatan tersebut, Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menangkal penyebaran paham radikalisme, intoleransi, dan informasi menyesatkan di era digital. Selain membahas penguatan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan ini juga mengangkat isu literasi digital sebagai salah satu langkah preventif menghadapi ancaman penyalahgunaan media sosial dan penyebaran konten negatif yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Pihak BEM FEB Unilak menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai sinergi antara dunia akademik dan aparat penegak hukum menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, kritis, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa agar semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta bijak dalam menggunakan media digital,” ujar salah satu pengurus BEM FEB Unilak. Kegiatan berlangsung suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdialog dan menyampaikan pandangan terkait tantangan generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Melalui kerja sama ini, BEM FEB Unilak dan Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 berharap dapat terus membangun kesadaran kolektif mahasiswa dalam memperkuat semangat kebangsaan serta menciptakan ruang akademik yang damai, inklusif, dan bebas dari pengaruh paham ekstremisme.
BPDP Dorong Kewirausahaan Komoditas Perkebunan Latih Pelaku UMKM dan Mahasiswa di Sidoarjo
Sidoarjo, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kemenkeu terus perkuat peran strategisnya lewat pengembangan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan di Indonesia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo pada 29 hingga 30 April 2026 lalu. Kegiatan ini diikuti 60 pengusaha UMKM Sidoarjo, dan 40 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), khususnya dari program studi Teknologi Hasil Pertanian dan Agroteknologi. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan berbasis komoditas unggulan perkebunan seperti sawit, kakao, dan kelapa. Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, M Mustangin, mengatakan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku usaha dalam menciptakan inovasi produk yang bernilai tambah tinggi terutama produk berbahan hasil perkebunan. Kolaborasi antara pegiat UMKM dan akademisi adalah kekuatan besar yang tidak bisa dipisahkan. UMKM memiliki pengalaman pasar dan kepekaan terhadap kebutuhan konsumen, sementara akademisi membawa inovasi, riset, dan teknologi. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM , Helmi Muhansyah, menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas perkebunan melalui penguatan sektor UMKM. “BPDP tidak hanya berfokus pada pengelolaan dana, tetapi juga terus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan promosi wirausaha berbahasis komoditas Perkebunan khususnya sawit, kakao dan kelapa, kami berharap kegiatan seperti ini akan mendorong munculnya pengusaha UMKM dan menginspirasi mahasiswa berwirausaha berbahan sawit, kakao dan kelapa di Sidoarjo," jelas Helmi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sidoarjo, M Edi Kurniadi, menyoroti potensi besar UMKM lokal dalam mendukung perekonomian daerah. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah dalam hal ini BPDP dan Politeknik LPP selaku Lembaga Pendidikan dalam meningkatkan daya saing produk UMKM berbasis komoditas perkebunan. “Kami percaya meski di daerah kami tidak terdapat sentra Perkebunan sawit, dengan adanya kegiatan ini pegiat UKM akan dapat memunculkan ide baru untuk produk berbahan sawit’," ucap Edi Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mendorong penguatan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan di tingkat akar rumput. Melalui kolaborasi strategis bersama Politeknik LPP Yogyakarta, program ini tidak hanya menghadirkan transfer knowledge tapi mendorong produk UMKM Perekebunan akan lebih mudah dikenal dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas.
Jadi Pengedar 'Barang Haram' di Perawang Siak, Mahasiswa Ditangkap
Pemuda ini ditangkap di Jalan Lintas Perawang – Okura tepatnya di Kampung Maredan pada Senin (13/4) malam. Barang bukti sabu seberat 50,1 gram berhasil disita petugas dari pelaku.
Mahasiswa Binus @Bekasi Perluas Wawasan Global Lewat Program Study Abroad di Turki
Bekasi, katakabar.com - Di era globalisasi, pengalaman belajar lintas negara menjadi salah satu nilai tambah penting bagi mahasiswa guna persiapkan diri hadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Tidak hanya memperkaya wawasan akademik, pengalaman internasional juga membentuk kemampuan adaptasi, kemandirian, serta pola pikir global yang dibutuhkan di masa depan. Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan global experience bagi mahasiswa, Binus University melalui program Study Abroad memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung sistem pembelajaran di luar negeri. Hal ini diwujudkan melalui pengalaman Sekarnindhita Dyaningsari Budoyo, mahasiswa Psikologi Binus @Bekasi, yang menjalani semester 7 di Kadir Has University, Istanbul, Turki. Kesempatan ini menjadi langkah berani bagi Sekar untuk keluar dari zona nyaman dan merasakan pengalaman belajar dalam lingkungan internasional yang berbeda, baik secara budaya maupun akademik. Selama menjalani program tersebut, Sekar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, perbedaan bahasa, hingga kondisi cuaca yang berbeda dari Indonesia. Tinggal jauh dari keluarga juga menjadi pengalaman yang membentuk kemandirian serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi baru. Tetapi di balik tantangan tersebut, Sekar memperoleh pengalaman berharga yang memperluas cara pandangnya. Proses pembelajaran yang interaktif serta interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara memberikan perspektif baru, baik pada konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari. “Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Ketika peluang itu ada, kita harus siap untuk melangkah,” ujar Sekar. Pengalaman ini tidak terlepas dari dukungan Binus @Bekasi yang secara aktif mendampingi mahasiswa, mulai dari penyediaan informasi, proses administrasi, hingga pendampingan selama program berlangsung. Dukungan tersebut memastikan mahasiswa dapat menjalani pengalaman study abroad dengan optimal dan terarah. Melalui positioning sebagai kampus Business, Service, and Technology atau yang dikenal sebagai kampus BEKEN, Binus @Bekasi terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang global, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi individu yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia internasional. Dengan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dan jaringan global yang luas, Binus @Bekasi membuka jalan bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar di dalam negeri, tetapi juga merasakan pengalaman internasional yang membentuk masa depan mereka.
Dari Kost ke Long Stay: Tren Baru Hunian Mahasiswa di Medan dan Tips Memilihnya
Medan, katakabar.com - Tren hunian mahasiswa di Medan, khususnya di sekitar Universitas Sumatera Utara (USU), mulai bergeser dari kost konvensional ke konsep long stay di hotel. Perubahan ini dipicu oleh kebutuhan akan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mendukung produktivitas, fleksibilitas, dan gaya hidup modern mahasiswa. Perubahan gaya hidup mahasiswa di kota besar mulai terlihat beberapa tahun terakhir. Kalau sebelumnya hunian kost menjadi pilihan utama, kini semakin banyak mahasiswa yang mulai beralih ke konsep long stay di hotel sebagai alternatif tempat tinggal yang lebih fleksibel dan nyaman. Di kota Medan, khususnya di sekitar kawasan Universitas Sumatera Utara (USU), tren ini berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan hunian yang tidak hanya strategis, tetapi juga mampu mendukung produktivitas serta keseimbangan antara akademik dan gaya hidup. Hunian bagi mahasiswa kini tidak lagi sekadar tempat beristirahat. Banyak mahasiswa membutuhkan ruang yang dapat mendukung aktivitas belajar, mengerjakan tugas, hingga menjalankan pekerjaan sampingan secara daring. Selain itu, faktor kenyamanan, keamanan, serta kemudahan akses menjadi pertimbangan utama dalam memilih tempat tinggal jangka panjang. Hal ini mendorong munculnya alternatif hunian yang lebih adaptif terhadap kebutuhan tersebut. Mengapa Long Stay Mulai Diminati? Konsep long stay di hotel menjadi salah satu solusi yang mulai dilirik mahasiswa, dengan beberapa keunggulan seperti: Fasilitas yang Lebih Lengkap, Kamar yang nyaman, layanan kebersihan rutin, hingga fasilitas penunjang yang mendukung aktivitas harian. Lingkungan Lebih Kondusif, Suasana yang tertata dan relatif tenang membantu meningkatkan fokus dan produktivitas. Fleksibilitas Waktu Tinggal, Tidak terikat kontrak jangka panjang seperti hunian konvensional. Lokasi yang Umumnya Strategis, Dekat dengan pusat aktivitas, kuliner, dan fasilitas publik lainnya. Tips Memilih Hunian Long Stay untuk Mahasiswa Agar sesuai kebutuhan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Pilih Lokasi Dekat Kampus Hunian yang berada di sekitar kampus seperti USU akan memudahkan mobilitas serta menghemat waktu perjalanan. 2. Perhatikan Akses Kuliner dan Fasilitas Pendukung Lingkungan dengan banyak pilihan makanan dan ruang publik dapat menunjang aktivitas harian mahasiswa. 3. Pastikan Akses Transportasi Mudah Kemudahan menuju berbagai titik kota menjadi nilai penting, terutama bagi mahasiswa dengan aktivitas yang dinamis. 4. Utamakan Kenyamanan dan Keamanan Lingkungan yang aman dan nyaman akan membantu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan istirahat. Pilihan Long Stay yang Relevan di Medan Seiring berkembangnya tren ini, beberapa properti mulai menghadirkan konsep hunian jangka panjang yang lebih terintegrasi. Salah satunya adalah Odua Golden Mansyur Medan, yang dikelola oleh Topotels Hotels & Resorts. Berlokasi tidak jauh dari kawasan Universitas Sumatera Utara, hotel ini menawarkan kemudahan akses ke berbagai titik penting di kota Medan, mulai dari area kuliner hingga fasilitas publik. Dengan suasana yang nyaman serta fasilitas yang mendukung aktivitas harian, konsep long stay yang ditawarkan menjadi salah satu alternatif hunian bagi mahasiswa yang menginginkan kenyamanan sekaligus efisiensi. Tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, hunian seperti ini juga mulai dipandang sebagai ruang yang mendukung gaya hidup mahasiswa modern yang lebih dinamis dan produktif. Peralihan dari kost ke long stay mencerminkan perubahan pola pikir mahasiswa dalam memilih hunian. Kini, kenyamanan, lokasi strategis, dan fasilitas menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Hunian yang tepat tidak hanya memberikan tempat untuk tinggal, tetapi juga dapat menjadi faktor pendukung dalam proses belajar, bekerja, dan berkembang.
Binus @Bandung Kolaborasi dengan NVIDIA dan MSI Perkuat Potensi Mahasiswa Berdaya Saing Global
Bandung, katakabar.com - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menunjukkan pertumbuhan eksponensial beberapa tahun terakhir. Riset World Economic Forum menempatkan AI dan machine learning salah satu skill dengan pertumbuhan tercepat yang paling dibutuhkan industri masa depan. Tren ini menegaskan urgensi penguasaan teknologi komputasi dan AI bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja berbasis digital. Menjawab kebutuhan akan talenta digital yang siap menghadapi era AI acceleration, Binus @Bandung melalui program Computer Science dan Program Development Center berkolaborasi dengan NVIDIA dan MSI menghadirkan event bertajuk “NVIDIA Powers The World's AI. And Yours” yang digelar Selasa (24/2) lalu Binus @Bandung Kampus Paskal. Acara ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Binus @Bandung, termasuk mahasiswa Computer Science sebagai bagian dari komitmen kampus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan industri. Direktur Kampus Binus @Bandung, Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M., menegaskan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus menghadirkan pengalaman belajar yang selaras dengan kebutuhan industri. “Kami percaya bahwa perguruan tinggi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk AI. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan mahasiswa BINUS @Bandung tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki exposure langsung terhadap teknologi yang digunakan industri saat ini,” ujarnya. Ia menambahkan penguatan kompetensi AI menjadi bagian dari strategi kampus dalam mempersiapkan lulusan yang relevan, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat internasional. Kegiatan ini menghadirkan pemaparan dari Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, serta Limikif Belusi Tantra, Channel Marketing MSI Gaming Indonesia, yang membahas perkembangan AI beserta perangkat pendukung yang tepat untuk menunjang performa komputasi berbasis AI. Adrian menjelaskan, perkembangan AI saat ini menuntut dukungan hardware yang mumpuni, khususnya GPU yang mampu mengakselerasi proses komputasi secara signifikan, baik untuk kebutuhan kreatif, produktivitas, maupun riset. Sementara, Limikif mengatakan, pemilihan perangkat yang tepat menjadi kunci agar potensi AI dapat dimaksimalkan, baik untuk mahasiswa, kreator, maupun developer yang ingin mengembangkan solusi berbasis teknologi terbaru. Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan mendapatkan insight mendalam mengenai AI acceleration serta peran GPU dalam mendukung pengembangan AI generatif, machine learning, content creation, hingga performa gaming tingkat lanjut. NVIDIA akan membahas perkembangan terbaru dari lini GeForce RTX dan bagaimana teknologi tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat proses komputasi berbasis AI di berbagai sektor, termasuk industri edukasi dan kreatif. Sementara itu, MSI akan menghadirkan demo kreatif dan gaming menggunakan perangkat berbasis RTX untuk menunjukkan secara langsung bagaimana performa real time GPU mampu mengoptimalkan workflow kreator maupun developer. Salah satu highlight utama acara ini adalah kehadiran Michael Andrian, penerima penghargaan Forbes 30 Under 30 tahun 2024, yang dikenal sebagai founder madebyhumans dan madebymachines. Madebyhumans merupakan creative AI studio yang berfokus pada eksplorasi kolaborasi antara kreativitas manusia dan teknologi AI untuk menghasilkan karya, strategi brand, serta solusi digital berbasis insight dan storytelling. Sedang, Madebymachines adalah inisiatif yang lebih berorientasi pada pengembangan sistem dan eksperimen berbasis machine intelligence, termasuk automasi, generative AI workflow, dan integrasi teknologi AI dalam proses bisnis. Melalui kedua entitas tersebut, Michael membangun pendekatan yang menggabungkan human centered thinking dengan kekuatan komputasi AI untuk menciptakan inovasi yang relevan secara komersial dan berdampak secara strategis. Dalam sesi sharing ini, ia membagikan perspektif tentang bagaimana AI mengubah model bisnis dan proses kreatif, strategi membangun startup berbasis AI dari Indonesia untuk pasar global, “Menurut saya yang paling penting adalah kita ingat bahwa pada akhirnya kita akan bekerja sama dengan manusia, bukan dengan teknologi. Teknologi kita gunakan sebagai tools. Jadi yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa terus meyakinkan, meningkatkan skill, dan membuat diri kita tetap relevan serta bermanfaat bagi manusia lain,” ucapnya. Kompetensi dan pola pikir juga tentunya perlu disiapkan mahasiswa untuk berkarier di ekosistem teknologi yang terus berkembang, “Saya berharap lulusan BINUS dapat terhubung dengan kebutuhan industri seperti AI engineer dan data science sesuai standar internasional, karena Indonesia memiliki peluang besar untuk menggarap pasar global melalui talenta digital yang kompetitif,” timpalnya. Kegiatan ini menghadirkan sesi diskusi panel yang melibatkan ketiga narasumber bersama Budi Juarto, S.T., M.Kom., selaku Lecture Specialist Computer Science Binus @Bandung. Diskusi tersebut membahas implementasi AI dalam lingkup akademis, termasuk tantangan, peluang, serta aspek etika dalam pemanfaatan teknologi AI di dunia pendidikan. Sesi ini melengkapi perspektif industri dengan sudut pandang akademik yang menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab dan beretika. “Di ranah pendidikan, AI bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal etika dan bagaimana teknologi ini digunakan secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran,” tuturnya. Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk perwujudan komitmen Binus @Bandung dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri global serta membuka akses mahasiswa terhadap teknologi AI terkini. Binus @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus terus berupaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menggabungkan pemaparan teknologi, demo praktis, dan insight langsung dari pelaku industri sehingga mahasiswa selalu relevan dengan perkembangan yang terjadi.
Riset Mahasiswa Tembus Jurnal Scopus Bukti Standar Akademik Global
Bandung, katakabar.com - Di tengah meningkatnya tuntutan kualitas riset mahasiswa yang tidak hanya relevan secara akademik tetapi juga berdampak pada industri dan masyarakat, Binus @Bandung terus memperkuat budaya riset global melalui penyelenggaraan Thesis Defense 2026 bagi mahasiswa Creativepreneurship angkatan 2025, dan 2026. Kegiatan ini digelar, di penghujung Januari 2026 lalu, di Binus @Bandung Kampus Paskal sebagai forum akademik resmi bagi mahasiswa untuk mempresentasikan sekaligus mempertahankan hasil penelitian tugas akhir mereka. Total 88 mahasiswa yang tergabung dalam 52 kelompok penelitian mengikuti sidang ini melalui format pameran poster ilmiah dan presentasi langsung di hadapan penguji internal. Thesis Defense ini menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa Creativepreneurship Binus @Bandung, di mana penelitian skripsi tidak hanya disusun sebagai tugas akhir, tetapi juga dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Binus dalam mendorong mahasiswa menghasilkan riset yang relevan secara global sekaligus aplikatif bagi industri kreatif dan kewirausahaan. Menurut Assoc. Prof. Dr. Doni Purnama Alam, S. Kom, MM selaku Ketua Program Studi & Opening, Thesis Defense bukan sekadar evaluasi akademik, tetapi ruang pembuktian bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan kreativitas, riset, dan pemahaman industri. "Publikasi ilmiah internasional menjadi indikator bahwa karya mahasiswa Binus memiliki relevansi global dan siap memberi kontribusi nyata," ujarnya. Hasil sidang menunjukkan capaian akademik yang sangat positif. Sebanyak 79 persen peserta memperoleh nilai A, sejalan dengan diterimanya artikel ilmiah mereka pada jurnal terindeks Scopus. Pencapaian ini menunjukkan kesiapan mahasiswa Binus @Bandung untuk berkompetisi dalam ekosistem akademik internasional sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kreativitas dan inovasi. Sebagai Creative Technology Campus, Binus @Bandung terus menempatkan riset, kreativitas, dan teknologi sebagai fondasi utama pembelajaran. Thesis Defense 2026 menjadi bukti nyata bagaimana integrasi akademik, kreativitas, dan inovasi teknologi mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global sekaligus menciptakan solusi berkelanjutan bagi masyarakat.
Ke PLTA Jatigede Mahasiswa Universitas Perjuangan Tasikmalaya Kunjungan Kuliah Kerja
Sumedang, katakabar.com - Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya melakukan Kunjungan Kuliah Kerja ke PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, di awal Februari 2026 lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman langsung mengenai sistem pembangkit listrik ramah lingkungan, serta pemanfaatan energi terbarukan. Ketika berkunjung kala itu pihak Universitas langsung diterima Manajemen UBP Jatigede dalam hal ini diwakili Budi Putranto selaku Assistant Manager Administrasi. Ia menyampaikan sambutan hangatnya dan ucapan terima kasih kepada perwakilan Universitas atas kunjungannya, serta menyampaikan harapan kepada para Mahasiswa untuk dapat berperan ke depan meneruskan pambangunan negara melalui pembangkitan Listrik ramah lingkungan. Para peserta mendapatkan penjelasan mendalam tentang proses operasional PLTA, mulai dari pengelolaan air bendungan hingga distribusi energi listrik ke masyarakat. Selain itu, kunjungan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengaitkan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan. Pihak PLTA Jatigede juga menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi pendidikan dan industri, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih peduli terhadap pengembangan energi bersih di Indonesia.
Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Latih Warga Kampung Jayapura Penyaringan Air Sederhana
Siak, katakabar.com - Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus FMIPA Universitas Riau Tahun 2026 gelar penyuluhan dan praktik penyaringan air bertingkat sederhana bagi masyarakat Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Selasa (10/2) lalu. Kegiatan berlangsung di Balai Kampung Jayapura ini diikuti 15 orang warga dengan pendampingan perangkat desa. Edukasi diberikan sebagai respons terhadap kondisi ketersediaan air bersih di Kampung Jayapura masih menghadapi sejumlah kendala kualitas dan akses. Sebagian sumber air yang dimanfaatkan masyarakat masih menunjukkan kualitas yang kurang optimal, seperti keruh, berbau logam, mengandung endapan, hingga berminyak dan bergas. Di sisi lain, layanan air bersih perpipaan belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah kampung. Kondisi tersebut mendorong perlunya solusi pengolahan air sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Kegiatan ini mengangkat isu lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6, Clean Water and Sanitation yang menekankan pentingnya akses air bersih dan sanitasi layak bagi semua. Acara dibuka Alvia Ulfatun Hasanah selaku pembawa acara, dilanjutkan sambutan dari Ketua Kelompok Kukerta Berdampak Khusus FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, serta sambutan dari Kepala Kampung Jayapura yang diwakili Kaur Pemerintahan, Rodiana. Materi penyaringan air disampaikan Mutiara Sefti, mahasiswi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Riau. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan teknik pembuatan penyaringan air bertingkat sederhana menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan relatif murah. Kegiatan ini turut dibantu Nurhalizah Oktaviani, Lanni Hasibuan, Siti Jum'atul Auiyah, Egi Mayhani Novia Pratiwi, Alvia Ulfatun Hasanah, Haura Shaba, Hannifah Azzahra, Noviteriani Sinaga, dan Zaskia Aulia Rahman. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan alat penyaringan air, sehingga masyarakat dapat memahami proses penyaringan secara bertahap dan aplikatif. Pemateri, Mutiara Sefti, menegaskan kegiatan ini bertujuan memberikan solusi sederhana yang berdampak langsung. “Penerapan teknologi penyaringan bertingkat sederhana ini diharapkan mampu membantu masyarakat meningkatkan kualitas air bersih yang digunakan sehari-hari, sekaligus mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta berharap masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam mengolah air bersih secara mandiri. Ke depan, edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan desa dalam memenuhi kebutuhan air bersih.