Tiba-tiba Tugas Ariadi Bertambah
Setelah hampir 30 menit diskusi dengan awak media, Zaky mengaku selain sebagai pengamanan kebun, tugas Ariadi juga sebagai pemanen.
"Tugasnya selain mengamankan juga memanen kebun. Tapi bukan mengelola TBS sawit. PT KTU juga masih pendampingan. Hasil kebun masih dibali oleh PT KTU," tambahnya.
Lebih jauh Zaky mengatakan bahwa pada 31 Juli 2026 lalu, hasil tanaman yang didapat dari lahan seluas 298.10 itu hanya sekitar 6 ton TBS sawit atau sekitar Rp18 juta.
Kendati angka pastinya tidak diketahui, Zaky mengaku hasil panen seminggu terakhir mulai meningkat.
"Delapan hari ini sekitar 40-50 ton lah. Bendera lah yang tahu berapa uangnya. Bendahara yang lebih tahu semua. Uang kebun lansung masuk ke koperasi dari PT KTU sesuai hasil dan harga TBS di pabrik," ujarnya.
"Yang manen Pak Ariadi dan di jual ke PT KTU. Uangnya langsung di transfer oleh PT KTU ke koperasi. Tidak lewat Pak Ariadi. Pak Ariadi ditunjuk baru bulan Agustus ini," tambahnya lagi.
Zaky juga memastikan bahwa saat ini hasil kebun yang didapat oleh koperasi lebih baik dibanding saat kerja sama dengan PT KTU selama 10 tahun.
"Sekarang ini berapa hasil kebun, segitu lah masuk uangnya ke koperasi. Kalau dulu kan tidak, bulat saja Rp150 juta per bulan. Berapa ton yang didapat dari 298 ha itu, tetap saja masuk ke koperasi Rp150 juta per bulan," terangnya.
Zaky juga memastikan tidak ada muatan politik atas penunjukan Ariadi. Namun saat disinggung informasi terkait kerja sama ini terkesan tertutup, Zaky mengakuinya.
"Tidak ada kaitan dengan kedekatan dalam penunjukan ini. Pak Ariadi yang mengajukan kerja sama. Bukan kita. Terkait politik-politik, saya tak ikut campur," kata Zaky.
"Karena dia yang menawarkan, dan tak ada orang lain juga, tentu dia yang digaji. Memang tak ada kita umumkan soal ini. Namun perlu diketahui bahwa penunjukannya secara tertulis. Dia datang ke kami lewat ketua Nizam. Pokoknya tak ada relasi kekuasaan dalam penunjukan ini," pungkasnya.
Dugaan Operasi Politik Pengelolaan Sawit Koperasi Sentra Madani Siak
Diskusi pembaca untuk berita ini