Kuantan Sengingi, katakabar.com - Nahas, seorang petani asal Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kuantan Sengingi, Riau, meninggal dunia dengan tragis di tengah perjalanan pulang dari kebun, Kamis (8/5).
“Almarhum wafat terkena sambar petir saat hendak berteduh di Pos 1 pintu masuk PTPN V. Saya melihat langsung kejadian itu bersama istri,” terang W selaku saksi kunci kejadian.
Kronologisnya begini, cerita W, saat itu cuaca hujan turun deras. Sekitar 15 menit setelah kami berteduh korban datang.
“Belum sempat turun dari sepeda motor, kilat petir menyambar. Saya dan istri terkena imbas uka bakar ringan pada bagian punggung,” jelasnya.
Kapolsek Cerenti, AKP Beny A membenarkan kejadian tersebut, dan pihaknya begitu dapat informasi menurunkan personel ke rumah duka untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.
Menurutnya, hasil keterangan istri korban, suaminya di pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, seperti biasa berangkat menuju kebun yang tak jauh dari areal PTPN V dalam kondisi sehat. Tapi, sekitar pukul 16.15 WIB, dapat kabar dari warga suaminya mengalami musibah, dan telah dilarikan ke klinik Harapan Bunda di Desa Pesikaian.
"Sang istri langsung menuju klinik tetapi suami telah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis," ujarnya kepada personel.
Dari hasil keterangan semua saksi dan pemeriksaan medis di klinik, keluarga korban telah menyatakan menerima kepergian almarhum dengan ikhlas.
Pihak keluarga membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah.
"Keluarga korban sudah menerima musibah ini dan bersedia membuat surat pernyataan, sehingga proses selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," sebutnya.
Duh Gusti Seorang Petani Tewas Disambar Petir di Kuansing
Diskusi pembaca untuk berita ini