Home / Ekonomi / Dunia Usaha Puji Langkah Rosan Roeslani Pangkas Tantiem Komisaris BUMN
Dunia Usaha Puji Langkah Rosan Roeslani Pangkas Tantiem Komisaris BUMN
Foto: Istimewa/katakabar.com.
Jakarta, katakabar.com - Langkah Menteri Investasi RI sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, pangkas tantiem komisaris Badan Usaha Milik Negara atau BUMN mendapat pujian dari CEO Garuda Ventrue Capital, Denia Yuniarti Abdussamad.
Kebijakan itu dianggap sejalan dengan sorotan Presiden RI, H Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan terkait komisaris yang hanya rapat sebulan sekali tapi terima hingga Rp40 miliar per tahun.
Denia menilai pemangkasan ini tidak hanya menghemat anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah, tapi juga memberi contoh nyata efisiensi, dan tanggung jawab sosial dari pucuk pimpinan, sekaligus membuka peluang realokasi dana untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat, Jumat (15/8) lalu.
Menurut Denia, kebijakan pemangkasan tantiem tersebut menjadi jawaban nyata atas kegelisahan publik yang disuarakan Presiden RI, sekaligus mengirimkan pesan tegas efisiensi, dan tanggung jawab sosial harus dimulai dari pucuk pimpinan.
“Di tengah kondisi negara yang sedang mengencangkan ikat pinggang, langkah memotong tantiem adalah sinyal kuat efisiensi harus dimulai dari level tertinggi. Ini bukan hanya soal penghematan ratusan miliar rupiah, tetapi soal memberi teladan dan pesan moral bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Denia, lewat rilis resmi diterima katakabar.com, Jumat siang
Ia menambahkan, dana yang dihemat dari pengurangan tantiem dapat dialihkan untuk program-program berdampak langsung bagi masyarakat, seperti beasiswa pendidikan, pembangunan infrastruktur desa, atau pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.
Denia menilai kebijakan Rosan selaras dengan semangat pidato kenegaraan Presiden yang menekankan keberanian memerangi praktik-praktik yang merugikan negara, baik di sektor ilegal maupun “legal” yang selama ini dinikmati segelintir pihak.
“Kalau Presiden berperang di medan tambang ilegal, Pak Rosan memotong ‘tambang resmi’ di ruang rapat komisaris. Keduanya mengirim pesan yang sama, berbakti untuk negeri berarti siap melepaskan privilese pribadi demi kepentingan rakyat,” tegas Denia.
Sebagai pelaku usaha, Denia berharap langkah ini dapat menjadi budaya di BUMN, dan sektor swasta mengutamakan kinerja, transparansi, dan kebermanfaatan sosial ketimbang kedepankan keuntungan individu semata.
“Keputusan ini patut kita dukung bersama, agar menjadi titik awal budaya tata kelola yang lebih sehat dan berorientasi pada kepentingan publik,” imbuhnya.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Workshop Revolusi Komunikasi Digital
Kementerian BUMN Kunjungan Lapangan ke Proyek PTPP di Kaltim








Komentar Via Facebook :